• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Mei 21, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

GHM Dorong Regulasi Tegas, Garut Dinyatakan Darurat Penyalahgunaan Obat Keras

bydejurnalcom
Rabu, 20 Mei 2026
Reading Time: 3 mins read
GHM Dorong Regulasi Tegas, Garut Dinyatakan Darurat Penyalahgunaan Obat Keras
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Focus Group Discussion (FGD) bertema “Akselerasi Pembentukan Regulasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Obat Keras di Kabupaten Garut” digelar di Gedung Pendopo Garut, Selasa (19/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi antar lembaga dan elemen masyarakat terkait upaya penanganan maraknya penyalahgunaan obat keras yang kini dinilai semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Garut.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Abdusy Syakur Amin, perwakilan Kepolisian Resor Garut, perwakilan Kejaksaan Negeri Garut, Kepala Kesbangpol Garut Drs. H. Nurrodhin, M.Si, Sekretaris Dinas Kesehatan Yodi Sirodjudin, S.Si., M.H.Kes, Kepala Subbag TU Kemenag Kabupaten Garut H. Endang Sutiana, S.Ag., M.MPd, beserta jajaran anggota Garut Human Movement (GHM), organisasi kepemudaan, ormas, LSM, serta para tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.

Ketua Garut Human Movement (GHM), Ceng Aam, menyampaikan bahwa kegiatan FGD tersebut lahir dari kegelisahan masyarakat terhadap semakin maraknya peredaran dan penyalahgunaan obat keras di Garut. Menurutnya, selama ini berbagai pihak masih berjalan sendiri-sendiri sehingga diperlukan forum bersama untuk menyatukan langkah dan membangun kesepahaman.

BacaJuga :

Serap Aspirasi Warga Mekarjaya, H. Imat Rohimat Fokus Dorong Air Bersih, PJU dan Pengelolaan Sampah

Karang Taruna Cihaurbeuti Digembleng Tata Boga, Dinsos Ciamis Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Seorang Guru P3K di Kabupaten Bandung Dipecat Diduga Dendam Kepala Sekolah

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan audiensi dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, kepolisian hingga BNN. Namun dalam prosesnya, masih ditemukan perbedaan pandangan dan kewenangan antar lembaga sehingga penanganan persoalan dinilai belum maksimal.

“Kami sudah beberapa kali audiensi ke Dinas Kesehatan, Polres hingga BNN. Tapi seolah-olah persoalan ini seperti dipingpongkan. Ada yang mengatakan itu bukan wilayah mereka, ada juga yang merasa terbatas kewenangan. Maka hari ini kami mencoba menyatukan semuanya agar ada satu persepsi yang sama,” ujarnya saat diwawancarai awak media seusai kegiatan.

Ceng Aam menyebut, dukungan dari Bupati Garut menjadi energi besar bagi masyarakat dan seluruh elemen yang hadir dalam FGD tersebut. Ia mengapresiasi kehadiran para stakeholder yang dinilai menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan penyalahgunaan obat keras yang kini sudah masuk kategori darurat.

Menurutnya, kondisi saat ini sangat memprihatinkan karena penyalahgunaan obat keras tidak lagi hanya menyasar kalangan dewasa, tetapi juga sudah merambah anak-anak usia sekolah dasar.

“Sekarang sudah masuk kategori darurat. Anak SD saja sudah ada yang mengonsumsi obat keras. Kalau ini dibiarkan, bagaimana kondisi Garut lima sampai sepuluh tahun ke depan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tingginya angka penyalahgunaan obat keras yang terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan berdasarkan data yang dibahas dalam forum tersebut, jumlah kasus dan penyalahgunaan obat keras di Garut disebut telah mencapai ratusan ribu kasus pada tahun 2025.
Menurut Ceng Aam, dampak dari konsumsi obat keras bukan hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi mental dan masa depan generasi muda.

“Obat-obatan ini bukan hanya merusak fisik, tapi juga menghancurkan otak generasi muda. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan dampaknya akan sangat terasa kalau tidak ada tindakan nyata,” katanya.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan turut dibahas secara terbuka, termasuk dugaan adanya oknum yang menjadi pelindung atau “beking” bagi para pengedar obat keras sehingga mereka masih leluasa beroperasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut.

Ceng Aam menegaskan bahwa GHM bersama masyarakat tidak ingin hanya sekadar menggelar diskusi tanpa tindak lanjut nyata. Oleh karena itu, FGD tersebut diharapkan mampu menghasilkan rumusan regulasi dan langkah konkret yang dapat menjadi dasar penindakan serta pencegahan penyalahgunaan obat keras di Garut.
Ia juga meminta aparat penegak hukum dan seluruh pihak terkait untuk benar-benar membuka hati demi menyelamatkan generasi muda dari ancaman kehancuran akibat obat-obatan berbahaya.

“Kami datang bukan untuk mencari kesalahan siapa. Kami hanya ingin mengetuk hati semua pihak, khususnya aparat penegak hukum, agar bersama-sama menyelamatkan anak bangsa dan masa depan Garut,” ungkapnya.

Peserta FGD sendiri melibatkan perwakilan masyarakat dari 42 kecamatan di Kabupaten Garut yang tergabung dalam berbagai organisasi dan komunitas sosial. Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, kritik, maupun masukan terkait persoalan penyalahgunaan obat keras yang terjadi di lingkungan masyarakat.

Menutup keterangannya, Ceng Aam mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan keluarga dan generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan obat keras.

“Sayangilah diri sendiri, jagalah keluarga dan generasi muda kita. Kalau generasinya sudah rusak, bagaimana masa depan Garut ke depan,” pungkasnya.***Willy

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Bupati Herdiat Gaungkan Kebangkitan Bangsa dari Ruang Kelas hingga Ruang Digital di Harkitnas 2026

Next Post

Seorang Guru P3K di Kabupaten Bandung Dipecat Diduga Dendam Kepala Sekolah

Related Posts

Dugaan Kegiatan Desa Tahun 2025 Belum Direalisasikan, Kecamatan Tunggu Hasil Audit Inspektorat
deNews

Dugaan Kegiatan Desa Tahun 2025 Belum Direalisasikan, Kecamatan Tunggu Hasil Audit Inspektorat

Rabu, 20 Mei 2026
AKM TK III Itwasda Polda Jabar, Kombes Pol. Dany Adhari Akbar, S.I.K., memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional THN 2026.
deNews

Polda Jabar Menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Semangat Persatuan dan Pengabdian Ditekankan

Rabu, 20 Mei 2026
Wisuda STIT Lakbok Dihadiri Wamenkop RI dan Sekda Ciamis, Lulusan Diminta Siap Bersaing
deNews

Wisuda STIT Lakbok Dihadiri Wamenkop RI dan Sekda Ciamis, Lulusan Diminta Siap Bersaing

Rabu, 20 Mei 2026
Serap Aspirasi Warga Mekarjaya, H. Imat Rohimat Fokus Dorong Air Bersih, PJU dan Pengelolaan Sampah
Legislator

Serap Aspirasi Warga Mekarjaya, H. Imat Rohimat Fokus Dorong Air Bersih, PJU dan Pengelolaan Sampah

Rabu, 20 Mei 2026
Karang Taruna Cihaurbeuti Digembleng Tata Boga, Dinsos Ciamis Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
deNews

Karang Taruna Cihaurbeuti Digembleng Tata Boga, Dinsos Ciamis Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Rabu, 20 Mei 2026
Seorang Guru P3K di Kabupaten Bandung Dipecat Diduga Dendam Kepala Sekolah
deNews

Seorang Guru P3K di Kabupaten Bandung Dipecat Diduga Dendam Kepala Sekolah

Rabu, 20 Mei 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

Dinas PU dan Pemborong Sepakat Pekerjaan Pakai Pasir Merah Dibongkar Serta Dibangun Ulang

Kamis, 2 September 2021

KabarDaerah

Raker SMSI Indramayu Hasilkan Tujuh Rekomendasi Eksternal

Minggu, 17 September 2023

Tagihan Langganan Air Bengkak, Ini Alasan Perumda Tirta Raharja

Kamis, 14 Mei 2020

Antisipasi Dampak Kekeringan Pemkab Purwakarta Tanam Padi Gowah

Senin, 21 September 2020

Kapolda Jabar dan Pangdam III/Siliwangi Kunjungi Keluarga Korban Ledakan di Cibalong Garut

Selasa, 13 Mei 2025

Polres Purwakarta Gencar Sosialisasikan P4GN Ke Berbagai Lapisan Masyarakat

Selasa, 29 September 2020
Bupati Bandung HM.Dadang Supriatna.(tengah)'saat menghadiri wisuda siswa Yayasan Darul.Ma'arif Rahayu Bandung. (Sopandi/ dejurnal.com)

Bupati Dadang Supriatna : Tiga Tahun Kedepan, Rata-Rata Warga Kabupaten Bandung Ditargetkan Tamat SMA

Sabtu, 29 Mei 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste