• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Minggu, Mei 17, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Sekda Ciamis Andang Firman Turun Langsung Garap Sawah, Pertanian Ramah Lingkungan Dibuktikan dengan Aksi Nyata

bydejurnalcom
Minggu, 17 Mei 2026
Reading Time: 2 mins read
Sekda Ciamis Andang Firman Turun Langsung Garap Sawah, Pertanian Ramah Lingkungan Dibuktikan dengan Aksi Nyata
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Hamparan sawah di kawasan Blok Bojonghuni, Kabupaten Ciamis, tampak lengang pada pagi itu. Tidak ada agenda seremonial, tidak pula iring-iringan pejabat maupun kerumunan petani.

Di tengah lahan pertanian miliknya sendiri, Andang Firman Triyadi terlihat sibuk bekerja langsung menyemprotkan pupuk organik.

Mengenakan kaos biru yang dipenuhi lumpur, Sekretaris Daerah Ciamis itu turun langsung menggarap sawah sebagai bagian dari praktik pertanian ramah lingkungan yang selama ini ia jalani.Diketahui saat ini usia tanaman padinya telah memasuki 70 hari setelah tanam (HST).

BacaJuga :

No Content Available

Sebelum menuju sawah, Andang terlebih dahulu memeriksa fermentasi kompos dan kolam patin miliknya.

Ia kemudian menyiapkan cairan Mikroorganisme Lokal (MOL) buah yang digunakan untuk penyemprotan tanaman guna membantu penambahan unsur hara pada proses pengisian bulir padi.

MOL tersebut dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan bahan alami seperti buah maja, pepaya, dan telur yang difermentasi selama kurang lebih 15 hari.

Sesekali Andang berjalan menyusuri pematang sawah sambil membawa alat semprot di bawah terik matahari pagi. Peluh bercampur lumpur menjadi gambaran aktivitas yang jauh dari kesan formal seorang pejabat pemerintahan.

Bagi Andang, pertanian sehat dan ramah lingkungan bukan sekadar konsep yang dibahas dalam forum resmi atau seminar. Ia memilih mempraktikkannya secara langsung agar memahami proses bertani sekaligus menikmati manfaatnya.

“Kalau ingin pertanian sehat berkembang, harus dimulai dari diri sendiri. Harus ada praktik langsung supaya terasa asiknya bertani, badan sehat dan hati juga senang,” ujarnya Minggu (17/05/2026)

Ia juga mengutip pesan yang pernah disampaikan Ustadz Darif dari Banyulana tentang pentingnya pola hidup sehat melalui pertanian alami.

“Makan apa yang ditanam, dan tanam apa yang dimakan,” katanya.

Menurut Andang, dirinya kini mulai meninggalkan penggunaan pupuk kimia dan beralih menggunakan kompos serta pemanfaatan MOL alami karena dinilai lebih baik dalam menjaga struktur dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Selain menjaga keseimbangan lingkungan, langkah tersebut juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

Di tengah aktivitas penyemprotan itu, tidak terlihat sekat antara jabatan birokrasi yang disandangnya dengan pekerjaan di sawah yang dijalani sehari-hari.

Pemandangan tersebut menjadi potret sederhana seorang pejabat daerah yang memilih terjun langsung mengelola lahannya sendiri, mulai dari pengolahan hingga pemeliharaan tanaman.

Andang sendiri dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan pertanian sehat dan ramah lingkungan di Kabupaten Ciamis.

Ia beberapa kali terlibat dalam berbagai diskusi maupun gerakan pertanian organik dan pemanfaatan teknologi pertanian berkelanjutan.

Namun kali ini tidak ada agenda resmi pemerintahan. Yang terlihat hanya seorang birokrat yang tengah bekerja di sawahnya sendiri, menyemprot tanaman dengan racikan organik buatan tangan sendiri.

Langkah itu menjadi pesan sederhana bahwa pertanian ramah lingkungan tidak selalu lahir dari program besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan dan keteladanan nyata di lapangan. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: konsep sawah organik ramah lingkungan dilakukan sekda Andang di sawah miliknyasekda Andang garap sendiri sawah miliknya dengan metode ramah lingkunganSekda Ciamis turu. Garap sawah miliknya sendiri
Previous Post

Cetak Lulusan Siap Kerja, Pelepasan Angkatan IX SMK IPP Ciamis Berlangsung Haru dan Penuh Makna

Next Post

Sebanyak 31 Paket Sabu Siap Edar Berhasil Digagalkan Satresnarkoba Polres Garut

Related Posts

No Content Available

ADVERTISEMENT

DeepReport

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

KabarDaerah

Pekerja Migran Asal Bogor Ini Menjerit Dari Timur Tengah Pingin Pulang

Kamis, 16 Februari 2023

Penantian Setahun, Akhirnya SEGI Terima LAHP Ombudsman Adanya Maladministrasi Dalam Seleksi Cawas dan Cakasek Disdik Garut

Rabu, 15 September 2021

Bupati Sampaikan Nota Keuangan RAPBD TA 2026, Seluruh Fraksi DPRD Purwakarta Menerima

Kamis, 30 Oktober 2025

Hari Ke 2 PSBB, Kabupaten Purwakarta Volume Kendaraan Masih Terpantau Padat

Kamis, 7 Mei 2020

Desa Mandalahaji Kecamatan Pacet Mendapat Penghargaan Proklim Dari Bupati Bandung

Selasa, 22 April 2025

Sebanyak 7.298 Warga Terdampak Banjir di Kabupaten Bandung

Kamis, 27 Februari 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste