Dejurnal.com, Garut – Kejuaraan bulutangkis APDESI Cup I Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Turnamen yang berlangsung selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Juni 2026 di GOR Sutra Alam Sport Garut, dinilai menjadi momentum penting dalam pengembangan olahraga bulutangkis sekaligus pembinaan atlet muda di Kabupaten Garut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, S.IP., M.Si., menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai awak media usai menghadiri acara penutupan dan penyerahan hadiah kepada para juara APDESI Cup I, Minggu (7/6/2026).
Menurut Asep, penyelenggaraan APDESI Cup I merupakan sebuah terobosan positif karena menjadi turnamen terbuka yang baru pertama kali digelar oleh DPC APDESI Kabupaten Garut. Meski baru pertama kali dilaksanakan, antusiasme peserta dan masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa olahraga bulutangkis memiliki tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Garut.
“Untuk kegiatan Open Turnamen APDESI Cup I ini memang baru pertama kali diselenggarakan. Namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Garut sangat mendambakan adanya berbagai event olahraga, khususnya cabang olahraga bulutangkis,” ujar Asep.
Ia menjelaskan bahwa bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang paling dekat dengan masyarakat. Selain mudah dimainkan oleh berbagai kalangan usia, olahraga ini juga telah menjadi bagian dari budaya olahraga masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut.
Menurutnya, perkembangan bulutangkis di Garut dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Banyak klub, komunitas, maupun atlet-atlet muda bermunculan dan aktif mengikuti berbagai kompetisi di tingkat daerah maupun luar daerah.
“Kalau kita cermati, bulutangkis ini merupakan olahraga masyarakat yang sangat populer. Di Garut sendiri perkembangannya sangat pesat dan bisa dikatakan sedang booming. Karena itu, kegiatan seperti APDESI Cup ini menjadi sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Asep menilai bahwa APDESI Cup I dapat menjadi barometer untuk mengukur perkembangan pembinaan atlet bulutangkis di Kabupaten Garut. Dari ajang kompetisi seperti ini, para pelatih, pengurus olahraga, maupun pemerintah daerah dapat melihat sejauh mana hasil pembinaan yang telah dilakukan selama ini.
Menurutnya, kompetisi merupakan salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan atlet. Melalui pertandingan, kemampuan teknis, mental bertanding, kedisiplinan, dan sportivitas atlet dapat terlihat secara nyata.
“Kegiatan ini bisa menjadi barometer untuk melihat perkembangan pembinaan bulutangkis di Kabupaten Garut. Kita bisa mengetahui sejauh mana kemampuan atlet-atlet yang ada saat ini dan bagaimana hasil pembinaan yang telah dilakukan oleh klub maupun organisasi olahraga,” jelasnya.
Asep juga menegaskan bahwa perhatian terhadap pembinaan atlet usia muda harus menjadi prioritas bersama. Pasalnya, regenerasi atlet menjadi faktor utama dalam menjaga prestasi olahraga daerah di masa mendatang.
Ia berharap melalui turnamen seperti APDESI Cup, akan muncul bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat dibina secara lebih serius dan terarah. Dengan pembinaan yang berkesinambungan, atlet-atlet muda Garut diharapkan mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.
“Kita sangat berharap dari kegiatan ini lahir atlet-atlet muda berbakat yang bisa dibina lebih lanjut. Pembinaan usia dini sangat penting karena mereka inilah yang nantinya akan menjadi harapan Kabupaten Garut dalam berbagai ajang olahraga,” tuturnya.
Lebih jauh, Asep menekankan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi olahraga, klub, sekolah, pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan akan menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi.
“Pembinaan olahraga harus dilakukan secara bersama-sama. Pemerintah tentu mendukung, tetapi peran organisasi olahraga, klub, sekolah, dan masyarakat juga sangat penting untuk menciptakan atlet-atlet yang berkualitas,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan olahraga daerah, Dispora Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya berbagai kompetisi dan kejuaraan yang dapat menjadi wadah pengembangan bakat atlet muda.
Asep berharap prestasi yang diraih para peserta dalam APDESI Cup I dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Ia juga optimistis bahwa dengan pembinaan yang tepat dan kompetisi yang rutin, Kabupaten Garut akan mampu melahirkan atlet-atlet bulutangkis yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi bagian dari proses pembinaan atlet. Dengan pembinaan yang baik, tentu akan menjadi bekal penting menghadapi berbagai event besar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat maupun kejuaraan lainnya yang membawa nama baik Kabupaten Garut,” pungkasnya.
Keberhasilan penyelenggaraan APDESI Cup I Tahun 2026 menjadi bukti bahwa semangat masyarakat terhadap olahraga bulutangkis masih sangat tinggi. Selain mempererat silaturahmi antar peserta, ajang ini juga membuka peluang lahirnya generasi atlet muda yang siap mengharumkan nama Kabupaten Garut di masa depan.***Willy













