CIAMIS, deJurnal,- Upaya mendekatkan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri terus diperkuat di Kabupaten Ciamis. Salah satunya melalui kolaborasi antara SMK IPP Ciamis dan Dewan Pimpinan Pusat Garda Peternak Ayam Nasional (DPP GOPAN) yang menghadirkan pembelajaran berbasis industri perunggasan secara langsung di lingkungan sekolah.
Program tersebut mendapat perhatian dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jawa Barat yang melakukan peninjauan lapangan ke SMK IPP Panjalu, Jumat. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi yang tidak hanya menekankan teori, tetapi juga pengalaman kerja nyata bagi peserta didik.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Konsolidasi Peternak Priangan Timur yang sebelumnya dihadiri Wakil Menteri Pertanian RI, Dr. Sudaryono. Melalui program ini, siswa memperoleh kesempatan belajar langsung di kandang closed house dengan memelihara sekitar 5.000 ekor ayam pedaging sebagai media praktik industri.
Konsep pembelajaran ini dirancang agar lulusan memiliki kompetensi teknis sekaligus pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya sektor peternakan unggas.
Hingga memasuki hari ke-16 pelaksanaan, program berjalan sesuai rencana. Para siswa dinilai mampu mengikuti seluruh tahapan budidaya ayam pedaging berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) dengan pendampingan dari praktisi industri yang difasilitasi DPP GOPAN.
Kunjungan dipimpin langsung Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII Jawa Barat, Hj. Dwi, S.Sos., M.Pd., didampingi Kasubag Tata Usaha, Pengawas SMK, Ketua MKKS, serta sejumlah kepala sekolah, di antaranya Kepala SMK Panjalu, SMK Lumbung, SMK YPS, SMK Nurul Huda, dan jajaran SMK IPP Ciamis.
Selain melihat secara langsung proses pembelajaran berbasis industri, rombongan juga berdialog dengan pihak sekolah mengenai pengembangan pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Ketua Yayasan Nurul Huda Sindangmukti, Kuswara Suwarman, bersama Kepala SMK IPP Ciamis, Adisty Risnawati, S.Pt., M.M., menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan KCD Pendidikan Wilayah XIII terhadap perkembangan sekolah.
Menurut Adisty, kehadiran jajaran KCD menjadi penyemangat bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, terutama karena SMK IPP berada di kawasan pedesaan dengan karakteristik masyarakat yang sebagian besar berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.
“Kunjungan ini memberikan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Kehadiran KCD juga memberikan gambaran bahwa sekolah-sekolah di wilayah pedesaan tetap mendapat perhatian dalam upaya mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMK IPP Panjalu didirikan oleh industri perunggasan CV Tanjungmulya sebagai sekolah vokasi yang secara khusus menyiapkan sumber daya manusia di bidang peternakan unggas. Kehadiran sekolah ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Ciamis melalui kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII menegaskan pentingnya membangun kemitraan yang semakin erat antara satuan pendidikan dengan dunia usaha, dunia industri, serta kelembagaan peternakan.
Kolaborasi semacam ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter, etos kerja, dan jiwa kewirausahaan sehingga siap memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri di sektor peternakan.
Program kerja sama SMK IPP Ciamis dan DPP GOPAN diharapkan dapat menjadi contoh pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri di Jawa Barat. Dengan dukungan berbagai pihak, model pembelajaran ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang produktif, berdaya saing, sekaligus memperkuat pembangunan sektor peternakan dan perekonomian daerah. (Nay Sunarti)
















