CIAMIS, deJurnal,- Di tengah tingginya kebutuhan akses pendidikan tinggi, bantuan biaya kuliah saja dinilai belum cukup untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Berangkat dari semangat tersebut, LAZ Hidayah Berbagi Indonesia (HBI) menghadirkan Program Beasiswa Sodaraku Cerdas, sebuah program yang tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membina karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial para mahasiswa.
Komitmen itu tercermin dalam pelaksanaan Seleksi Substansi dan Wawancara Beasiswa Sodaraku Cerdas yang berlangsung di Gedung FKIP Universitas Galuh, Ciamis, pada 14–16 Juli 2026.
Seleksi tersebut menjadi tahapan penting untuk menjaring mahasiswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang dinilai layak memperoleh beasiswa sekaligus mengikuti proses pembinaan secara berkelanjutan.
Berbeda dengan program beasiswa pada umumnya yang lebih berorientasi pada prestasi akademik atau kondisi ekonomi, Beasiswa Sodaraku Cerdas menempatkan karakter sebagai salah satu aspek utama dalam proses seleksi.
HBI ingin memastikan setiap penerima manfaat memiliki integritas, semangat belajar, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Direktur LAZ Hidayah Berbagi Indonesia, Muhammad Fauzi Ridwan, mengatakan program tersebut merupakan ikhtiar untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya sukses secara akademik, tetapi juga memiliki nilai-nilai moral dan sosial yang kuat.
“Program Beasiswa Sodaraku Cerdas bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Kami ingin melahirkan generasi penerus yang memiliki empat karakter utama, yaitu cerdas akademik, cerdas spiritual, cerdas sosial, dan cerdas kemampuan usaha,” ujarnya.
Menurut Fauzi, mahasiswa penerima beasiswa nantinya tidak hanya memperoleh bantuan pendidikan, tetapi juga akan mengikuti berbagai program pembinaan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas diri.
Pembinaan tersebut mencakup penguatan nilai spiritual, pengembangan kepemimpinan, peningkatan kemampuan komunikasi, penguatan jiwa kewirausahaan, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan pola pembinaan tersebut, HBI berharap para penerima beasiswa mampu menjadi pribadi yang mandiri, memiliki daya saing, serta siap mengambil peran sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Ia menjelaskan, seleksi substansi dan wawancara menjadi tahapan yang sangat menentukan karena memberikan gambaran utuh mengenai karakter setiap peserta.
Selain menggali kemampuan berpikir dan motivasi belajar, tim seleksi juga menilai integritas, kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, hingga komitmen calon penerima beasiswa untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui proses seleksi ini kami ingin mengenal lebih dalam karakter setiap peserta. Kami mencari mahasiswa yang memiliki kemauan kuat untuk belajar, integritas yang baik, semangat berbagi, serta kesiapan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat,” katanya.
Fauzi menegaskan, HBI hadir sebagai jembatan yang mempertemukan kepedulian para dermawan dengan mahasiswa yang memiliki potensi besar untuk berkembang.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi diinvestasikan melalui pendidikan agar melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memberi manfaat bagi banyak orang.
“HBI berupaya menjadi jembatan antara para dermawan yang memiliki kepedulian dengan mahasiswa yang mempunyai potensi untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap penerima beasiswa kelak menjadi pribadi yang mampu menebarkan manfaat dan bahkan menjadi bagian dari orang-orang yang turut membantu generasi berikutnya,” tuturnya.
Ratusan Mahasiswa dari Seluruh Indonesia Ikuti Seleksi
Animo terhadap Program Beasiswa Sodaraku Cerdas tahun ini menunjukkan tren yang sangat positif. Sebanyak 579 mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi.
Para pendaftar berasal dari 157 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan domisili di 195 kota dan kabupaten.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan sekaligus besarnya kepercayaan mahasiswa terhadap program yang dikembangkan HBI.
Setelah melalui proses seleksi administrasi, peserta yang memenuhi persyaratan mengikuti tahapan seleksi substansi dan wawancara di Gedung FKIP Universitas Galuh.
Pada tahap ini, para peserta menjalani penilaian secara menyeluruh untuk menentukan calon penerima beasiswa yang dinilai paling siap mengikuti program pembinaan.
Universitas Galuh Apresiasi Program Pengembangan Mahasiswa
Direktur Kemahasiswaan, Pengembangan Karier Mahasiswa, dan Alumni Universitas Galuh, Erlan Suwarlan, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Program Beasiswa Sodaraku Cerdas.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan tinggi merupakan anugerah yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, kehadiran berbagai program beasiswa memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki semangat belajar dan potensi besar.
Ia menilai konsep yang dikembangkan HBI menjadi nilai tambah karena tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya pendidikan, melainkan turut membangun karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
“Program seperti ini sangat positif karena tidak hanya membantu mahasiswa dari sisi pembiayaan, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kapasitas diri, serta mendorong mahasiswa agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting untuk terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda yang dapat mengenyam pendidikan tinggi sekaligus tumbuh menjadi insan yang berkualitas,” ujarnya.
Melalui Program Beasiswa Sodaraku Cerdas, HBI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat mengabdi, dan kemampuan menjadi pemimpin di tengah masyarakat.
Dengan demikian, manfaat program tidak berhenti pada individu penerima beasiswa, tetapi turut memberikan dampak positif bagi pembangunan sosial dan kemajuan bangsa.(Nay Sunarti)















