Dejurnal.com. Garut – Sejak hampir tiga minggu sawah milik warga masyarakat yang dijadikan tambak kolam ikan sementara mendadak viral dan menjadi buruan warga netizen, tidak sedikit datang dari luar kota untuk menyaksikan, menikmati panonrama alam pesawahan, dari jauh Gunung Srimangati atau Gunung Cikuray menjulang.
Dimana lahan tersebut merupakan milik tiga bersaudara, dengan total luas lahan lima (5) hektar, dijadikan tambak kolam ikan sekitar 1,5 Hektar, berlokasi di Blok Sempur (Makam Keramat Sempur) Desa Sukabakti (berbatasan langsung dengan Desa Kersamenak) Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut – Provinsi Jawa Barat.
Menurut penuturan warga masyarakat, viralnya unggahan video danau berlatar belakang Gunung Cikuray (Srimanganti), belakangan diketahui bahwa lokasi lahan sawah tersebut, selepas panen dijadikan tambak kolam ikan, pemilik lahan tidak menyangka lahan sawah miliknya yang dijadikan kolam ikan tersebut, akhirnya malah menjadi viral dan banyak yang datang kelolasi.
Sementara menurut Ae salah satu dari pemilik lahan sawah tiga bersaudara (Ae, Dede, Wawan) bahwa sejak viral (sekitar 3 mingguan), hampir setiap harinya pengunjung terus berdatangan dari mulai pagi dan sampai magrib (malam), bahkan ada yang jauh jauh datang kelokasi hanya sekedar foto, live sambil menikmati udara pesawahan yang sejuk.
“Lahan sawah tersebut milik saya, dan keluarga dalam hal ini adik saya Dede dan Wawan, kalau luas total mah itu ada 5 Hektar, namun yang dibikin kolam ada satu (1) hektaran lebih, ya kalau disini itu selepas panen padi, ditanamin ikan dan sambil menunggu bibit padi siap untuk ditanam, yah sekitar satu mingguan lagi ” jelas Ae.
Ketika ditanya mensoal sudah ada yang minat investasi atau beli lahan ini, Ae menjawab.
“Belum ada dan itu lahan tidak dijual ya kalau mau kerja sama mangga, tapi itu kan harus ngobrol sama adik saya dan keluarga lainnya “. Tegasnya.
Sementara menurut Wawan yang saat itu ada dilokasi menyampaikan bahwa lahan ini milik tiga ) bersaudara, ini lahan wisata kramat soal kita tidak menyangka akan jadi viral dan menjadi keberkahan warga sekitar atas datangnya pengunjung dari berbagai wilayah kesini, tentunya lokasi menjadi ramai, dari pagi sampai malam.
Ketika ditanya mensoal apakah sudah ada dari pihak Pemda atau Bupati dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut datang meninjau lokasi, ia menjawa belum ada.
“namun Pa Camat sudah dua kali melihat lokasi langsung”. Tandasnya.
Kendati viral, Wawan mengatakan bahwa jika malam hari lokasi ini gelap gulita.
“Tapi kalau ada penerangan pengunjung akan betah dan lama tinggal, justru itu kita jadi bingung, pasalnya, bibit seminggu lagi ditanam, pengunjung terus berdatangan”. Pungkasnya.***Yohaness














