• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, November 4, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Lima Tahun Terpendam, Antologi Badai Akhirnya Diluncurkan di Darussalam

bydejurnalcom
Rabu, 5 Agustus 2026
Reading Time: 3 mins read
Lima Tahun Terpendam, Antologi Badai Akhirnya Diluncurkan di Darussalam
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Setelah tersimpan selama hampir lima tahun, kumpulan puisi berjudul Antologi Badai akhirnya resmi diperkenalkan kepada publik.

Buku karya pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis K.H. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, MBA., M.Ag yangbakrab disapa Ang Icep resmi diluncurkan melalui kegiatan bertajuk Tafakur dan Meditasi Puisi di Joglosono Pondok Pesantren Darussalam, Rabu (5/8/2026) malam.

Peluncuran buku tersebut menjadi lebih dari sekadar seremoni sastra. Di tengah suasana yang khidmat, sejumlah penyair, seniman, budayawan, santri, guru, hingga tokoh masyarakat berkumpul membacakan puisi-puisi yang lahir dari masa paling sulit saat pandemi Covid-19.

BacaJuga :

Comeback Dramatis! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos ke 16 Besar ACL Two

SDN 2 Cianting Utara Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek Hasan Basri Dukung Pengawalan Program Revitalisasi

Kepsek Jamilah Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan TK Al Irfan, Masuk Agenda Monitoring Kejari Purwakarta

Ang Icep mengungkapkan, Antologi Badai merupakan kumpulan puisi yang ditulis sejak pandemi melanda pada 2020 hingga beberapa tahun berikutnya. Meski sebagian besar naskah telah selesai sejak 2021, buku itu baru diluncurkan tahun ini.

“Ini adalah kumpulan puisi yang saya tulis sejak awal pandemi. Puisinya memang lahir pada 2020, 2021 hingga 2022, tetapi baru sekarang kami melaksanakan launching-nya,” ujarnya.

Menurutnya, buku tersebut memuat hampir 80 puisi yang menggambarkan berbagai pergulatan batin masyarakat selama pandemi.

Tema yang diangkat tidak hanya tentang wabah, tetapi juga menyentuh persoalan ketahanan mental, kesabaran, ketabahan, kritik sosial, hingga refleksi kehidupan.

Ia menuturkan, melalui puisi-puisinya, pembaca diajak memahami bahwa setiap persoalan hidup tidak selalu layak dibebankan kepada orang lain.

“Jangan mudah menyalahkan orang lain. Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita sesungguhnya merupakan konsekuensi dari sikap dan perilaku kita sendiri. Pesan seperti itu banyak hadir dalam puisi-puisi di buku ini,” katanya.

Ajak Generasi Muda Terus Berkarya

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam Antologi Badai adalah puisi yang ditujukan kepada kalangan muda.

Ang Icep menilai pandemi sempat melemahkan ruang gerak generasi muda untuk berkarya. Namun kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan berhenti berkreasi.

“Pemuda adalah tiang bangsa. Pandemi memang membuat ruang gerak terbatas, tetapi semangat berkarya tidak boleh ikut terhenti. Saya ingin memberikan motivasi agar mereka tetap optimistis menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Baginya, pandemi justru menjadi ujian yang mengajarkan ketangguhan. Mereka yang mampu bertahan diyakini akan menjadi pribadi yang lebih kuat menghadapi tantangan kehidupan.

Ditulis Manual, Bukan Mengandalkan Teknologi Digital

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Ang Icep mengaku tetap mempertahankan proses kreatif yang sederhana. Sebagian besar puisinya lahir dari tulisan tangannya sendiri.

Menurutnya, sentuhan rasa dalam sebuah karya tidak bisa sepenuhnya digantikan teknologi digital ataupun kecerdasan buatan.

“Kita boleh memanfaatkan teknologi untuk memancing ide, tetapi rasa dan kedalaman sebuah puisi tetap lahir dari pengalaman serta perenungan penulisnya sendiri,” ujarnya.

Ia pun mengajak para pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat umum agar tidak ragu menuangkan gagasan melalui karya tulis.

“Semua orang sebenarnya memiliki kemampuan berkarya. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Kami yang sudah tua saja masih terus semangat menulis,” katanya.

Segera Dipasarkan ke Toko Buku

Usai diluncurkan, Antologi Badai akan mulai dipasarkan melalui sejumlah toko buku dan jaringan distribusi yang selama ini bekerja sama dengan penulis.

Peluncuran pada 5 Agustus, kata Ang Icep, dipilih murni sesuai kesiapan penyelenggara dan tidak berkaitan dengan agenda lain hanya kebetulan bertepatan  dengan peringatan ulang tahun ke-61

Noer JM: Puisi Menjadi Catatan Sejarah Pandemi

Seniman sekaligus budayawan Ciamis, Noer JM, menilai Antologi Badai menjadi dokumentasi sastra yang merekam perjalanan masyarakat melewati masa pandemi.

Menurutnya, karya tersebut bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi hasil kontemplasi yang memadukan nilai sastra, spiritualitas, dan pengalaman hidup.

“Puisi-puisi dalam buku ini sarat tafakur dan perenungan. Isinya banyak merekam suasana pandemi, tetapi juga berbicara tentang cinta, kehidupan, dan harapan,” ujarnya.

Ia menyebut peluncuran buku tersebut layak diapresiasi karena menjadi bukti bahwa tradisi literasi di Ciamis masih terus hidup.

Pada malam peluncuran, sejumlah puisi dibacakan oleh para penyair, seniman, guru madrasah, serta sahabat dekat penulis.

Salah satu puisi yang dibawakan Kang Noer berjudul Takut, disampaikan dalam suasana yang penuh penghayatan.

Jang Noer berharap peluncuran Antologi Badai tidak berhenti sebagai seremoni penerbitan buku semata, melainkan menjadi pemantik lahirnya karya-karya sastra baru dari Ang Icep.

Konsistensi Ang Icep dalam menulis puisi perlu terus dijaga sebagai bagian dari ikhtiar merawat khazanah sastra daerah sekaligus memperkaya literasi di Kabupaten Ciamis.

Kang Noer menilai karya sastra memiliki peran penting sebagai dokumentasi perjalanan zaman. Puisi-puisi yang lahir dari pengalaman, kegelisahan, dan perenungan akan tetap relevan dibaca lintas generasi karena menyimpan jejak sejarah sekaligus nilai kemanusiaan.

“Saya berharap setelah Antologi Badai akan lahir antologi-antologi berikutnya. Ang Icep masih memiliki banyak gagasan dan pengalaman yang layak dituangkan menjadi karya sastra. Jangan berhenti di buku ini,” ujarnya.

Lebih jauh, ia juga mengajak generasi muda Ciamis untuk tidak ragu mulai menulis dan berkarya.

“Budaya literasi harus terus dirawat. Menulis bukan hanya soal menghasilkan buku, tetapi juga mendokumentasikan gagasan, merekam perjalanan zaman, dan meninggalkan jejak pemikiran bagi generasi berikutnya. Karya yang lahir dari pengalaman dan nurani akan selalu memiliki nilai yang tidak lekang oleh waktu,” pungkasnya.  (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Gempa M5,3 Guncang Barat Daya Pangandaran, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Next Post

Sesepuh Ciamis Apresiasi Antologi Badai, Pemantik Kebangkitan Literasi dan Inspirasi Generasi Muda

Related Posts

Janji Bangkit Belum Terwujud, PSGC Ciamis Dihantam PSS Sleman 0-6
deNews

Janji Bangkit Belum Terwujud, PSGC Ciamis Dihantam PSS Sleman 0-6

Rabu, 4 November 2026
68 Dapur MBG Priangan Timur Bersuara, Minta BGN Evaluasi Kebijakan
deNews

68 Dapur MBG Priangan Timur Bersuara, Minta BGN Evaluasi Kebijakan

Rabu, 4 November 2026
Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi Rangkul PWI,Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi
deNews

Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi Rangkul PWI,Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi

Rabu, 4 November 2026
Comeback Dramatis! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos ke 16 Besar ACL Two
deNews

Comeback Dramatis! Persib Bandung Taklukkan Melbourne Victory 2-1, Maung Bandung Lolos ke 16 Besar ACL Two

Rabu, 4 November 2026
SDN 2 Cianting Utara Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek Hasan Basri Dukung Pengawalan Program Revitalisasi
deEdukasi

SDN 2 Cianting Utara Masuk Monitoring Kejari Purwakarta, Kepsek Hasan Basri Dukung Pengawalan Program Revitalisasi

Rabu, 4 November 2026
Kepsek Jamilah Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan TK Al Irfan, Masuk Agenda Monitoring Kejari Purwakarta
deEdukasi

Kepsek Jamilah Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan TK Al Irfan, Masuk Agenda Monitoring Kejari Purwakarta

Rabu, 4 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Potongan Zakat TPG 2,5 Persen Tak Harus Jadi Riak, Jika Disdik Garut Sosialisasi Sempurna

Rabu, 28 April 2021

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

KabarDaerah

Emma Dety terpilih menjadi Ketua KORMI Kabupaten Bandung Periode 2025-2029.

Nahkodai KORMI Kabupaten Bandung Periode 2025-2029 Emma Dety Komitmen Kibarkan Panji Olahraga Masyarakat Hingga Pelosok Desa

Jumat, 26 September 2025

Bupati Bandung Geber Tuntas Soreang Jadi Pilot Project Penurunan Stunting 2025

Sabtu, 29 November 2025

Perbuatan Terlarang Keluarga Sang Kekasih

Senin, 3 Agustus 2020

Dalam Waktu Cepat Pihak Provinsi Jabar Akan Melakukan Tatap Muka Dengan Pemkab Ciamis Bahas Revitalisasi Situ Lengkong Panjalu

Kamis, 16 Mei 2024

Longsor di Garut Akibatkan Satu Orang Meninggal, Gubernur Jabar Kirim Bantuan untuk Keluarga Korban

Rabu, 26 Februari 2025

Tujuh Personel Polres Purwakarta Dinyatakan Lulus PAG POLRI Tahun Anggaran 2020

Senin, 14 September 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste