CIAMIS, deJurnal — Sebanyak 1.146 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, menerima bantuan pangan berupa beras dari Bulog, Rabu (9/9/2026).
Bantuan tersebut sebelumnya tiba di Desa Muktisari pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Pemerintah desa kemudian melakukan persiapan sebelum beras disalurkan kepada masyarakat sesuai data penerima yang telah ditetapkan.
Kepala Desa Muktisari, Ade Suci Permana, menyambut baik penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan pangan menjadi salah satu bentuk dukungan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Alhamdulillah, bagi masyarakat juga alhamdulillah. Dalam situasi seperti sekarang, ketika ada bantuan tentu kami bersyukur dan sangat mengapresiasinya,” ujar Ade.
Ia mengatakan, seluruh beras yang diterima pemerintah desa berada dalam kondisi baik. Tidak ditemukan kerusakan pada kemasan saat bantuan tiba di Muktisari.
“Packing-nya aman, tidak ada yang rusak,” katanya.
Berharap Penyaluran Lebih Dekat dengan Warga
Ade berharap mekanisme penyaluran bantuan ke depan dapat kembali mendekatkan penerima dengan lokasi pengambilan bantuan.
Pola tersebut dinilai lebih memudahkan masyarakat karena penerima tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk datang ke kantor desa.
Bagi warga lanjut usia atau penerima yang memiliki keterbatasan mobilitas, pemerintah desa juga dapat membantu mengantarkan bantuan hingga ke rumah.
“Kalau boleh setelah dari desa pihak desa bisa menyalurkan ke dusun sampai ke RT. Jadi masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya jauh ke desa. Tinggal jalan kaki sudah sampai. Kalau ada yang jompo, kami antar langsung ke rumah karena lokasinya dekat,” tuturnya.
Ade menilai kemudahan akses menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan.
Sebab, bantuan yang bertujuan meringankan beban masyarakat seharusnya tidak menimbulkan pengeluaran tambahan bagi penerima, terutama bagi warga lanjut usia dan kelompok rentan.
“Kami tetap bersyukur dengan adanya bantuan ini. Harapannya ke depan penyalurannya bisa kembali lebih dekat kepada masyarakat, terutama untuk para jompo. Jangan sampai bantuan yang seharusnya meringankan justru membuat mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk mengambilnya,” pungkas Ade.
Dengan tersalurkannya bantuan tersebut, sebanyak 1.146 KPM Desa Muktisari telah menerima beras bantuan pangan Bulog.
Pemerintah desa berharap bantuan dapat memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi perhatian berkelanjutan terhadap ketepatan data dan kemudahan akses bagi masyarakat penerima.
Bantuan Beras Dinilai Membantu Kebutuhan Pangan
Ade berharap bantuan beras tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi keluarga penerima, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan bantuan pangan cukup berarti bagi masyarakat yang kondisi ekonominya membutuhkan dukungan. Karena itu, pemerintah desa mengapresiasi pihak-pihak yang telah mendukung hingga bantuan tersebut sampai kepada warga.
“Kami berharap bantuan ini bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk membantu kebutuhan pangan keluarga sehari-hari,” ucapnya.
Salah seorang penerima bantuan, Emi (65), mengaku bersyukur masih mendapatkan bantuan beras. Ia menilai bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Alhamdulillah, saya dapat bantuan beras. Terima kasih kepada pemerintah dan semua yang sudah membantu. Beras ini sangat berguna untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ujar Emi.
Ia berharap program bantuan pangan tetap dilanjutkan sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat kembali merasakan manfaatnya.
“Semoga bantuan seperti ini terus ada dan bisa membantu warga yang membutuhkan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)

















