Dejurnal.com, Garut – Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Forkab) KORMI Kabupaten Garut ke-V Tahun 2026 resmi digelar. Kegiatan yang mempertemukan para pegiat olahraga masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut tersebut dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di SOR RAA Adiwidjaya Ciatel, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (12/9/2026).
Pembukaan Forkab KORMI Garut tahun ini berlangsung meriah dengan melibatkan peserta dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Mereka datang dengan membawa para pegiat olahraga masyarakat untuk berpartisipasi dalam sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.
Kehadiran peserta dari seluruh kecamatan menjadi salah satu gambaran tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga rekreasi, tradisional, dan budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas KORMI.
Sedikitnya enam jenis olahraga masyarakat dipertandingkan dalam Forkab KORMI Garut V Tahun 2026.
Cabang tersebut meliputi egrang, hadang, tarumpah panjang, dagongan, sumpitan, serta senam KORMI.
Berbagai cabang tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga membutuhkan kekompakan tim, keseimbangan, ketangkasan, konsentrasi, strategi, serta semangat kebersamaan.
Karena itu, Forkab KORMI tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat budaya hidup aktif melalui olahraga yang menyenangkan dan dapat dilakukan oleh berbagai kelompok usia.
Pelaksanaan Forkab Menjadi Bagian Peringatan Haornas
Sekretaris KORMI Kabupaten Garut, Drs. H. Tito Sugito, MM, mengatakan Forkab KORMI tahun 2026 merupakan pelaksanaan yang kelima. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Menurut Tito, pelaksanaan Forkab tahun ini menjadi momentum penting karena mendapat dukungan dan perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah serta unsur legislatif.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Ketua DPRD Kabupaten Garut yang hadir dalam kegiatan pembukaan.
“Syukur alhamdulillah, Bupati bisa hadir, Pak Ketua DPRD juga bisa hadir. Ini menjadi berkah bagi kita karena dua pejabat yang sangat mumpuni di Kabupaten Garut bisa hadir,” ujar Tito.
Tito menilai dukungan tersebut menjadi motivasi bagi KORMI untuk terus mengembangkan olahraga masyarakat di Kabupaten Garut. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan Forkab tidak dapat dilakukan hanya oleh pengurus KORMI, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Mulai dari Induk Organisasi Olahraga (Inorga), para pegiat olahraga masyarakat, pemerintah, masyarakat umum hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Tanpa rekan-rekan semua, apalah artinya kami. Mari kita berkolaborasi secara sehat dan cerdas, sehingga mudah-mudahan kegiatan KORMI selalu dipantau dan diberikan dukungan,” katanya.
Berlangsung Dua Hari, Hadang Dimulai Lebih Awal
Tito menjelaskan, rangkaian Forkab KORMI Garut V berlangsung selama dua hari. Namun, apabila dihitung secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar dua setengah hari.
Hal tersebut disebabkan cabang olahraga hadang telah dilaksanakan lebih awal karena membutuhkan waktu pertandingan yang relatif panjang dibandingkan beberapa cabang lainnya.
“Kalau dihitung, dua hari setengah. Karena pertandingan hadang sudah dimulai sebelumnya, tidak mungkin dilaksanakan hanya dalam dua hari,” jelasnya.
Dengan banyaknya peserta dan kecamatan yang terlibat, penyelenggara harus mengatur pertandingan secara bertahap agar seluruh cabang dapat berjalan dengan baik.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan besarnya skala penyelenggaraan Forkab KORMI Garut tahun ini.
Seluruh 42 Kecamatan Dipastikan Berpartisipasi
Salah satu catatan penting dalam Forkab KORMI Garut V Tahun 2026 adalah keterlibatan seluruh 42 kecamatan di Kabupaten Garut.
Tito mengungkapkan, seluruh kecamatan telah mengirimkan peserta untuk mengikuti berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
Tingginya partisipasi tersebut bahkan terlihat dari kondisi tribun yang telah disiapkan oleh panitia. Setiap tribun diberi nama berdasarkan kecamatan peserta dan seluruhnya terisi.
“Semua kecamatan alhamdulillah ikut. Semua tribun sudah kita pasang nama dan ternyata terisi semua. Artinya seluruh kecamatan mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Kehadiran seluruh kecamatan tersebut menjadi indikator bahwa olahraga masyarakat memiliki ruang yang cukup besar untuk berkembang di tingkat daerah.
Selain menjadi arena kompetisi, keterlibatan 42 kecamatan juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk saling bertemu, berinteraksi, dan memperkenalkan potensi olahraga masyarakat yang berkembang di daerah masing-masing.
Menjadi Ajang Seleksi Menuju Tingkat Jawa Barat
Di balik kemeriahan Forkab, KORMI Kabupaten Garut juga memiliki target yang lebih jauh. Para pegiat yang tampil dalam kegiatan tersebut berpeluang menjadi bagian dari persiapan Garut menghadapi ajang olahraga masyarakat tingkat Jawa Barat.
Tito mengatakan, Porprov KORMI Jawa Barat direncanakan berlangsung di Kota Bandung pada 28 November 2026.
Karena itu, Forkab menjadi salah satu momentum untuk melihat secara langsung kemampuan para pegiat olahraga masyarakat yang berasal dari berbagai kecamatan.
“Insyaallah kita akan mempersiapkan itu. Mudah-mudahan dari pegiat-pegiat yang ada di sini nanti bisa kita bawa ke Porprov,” katanya.
Menurutnya, ajang tingkat kabupaten menjadi penting karena KORMI dapat melakukan pemetaan terhadap kemampuan para pegiat sebelum menentukan siapa saja yang dinilai memiliki potensi untuk mewakili Kabupaten Garut di tingkat provinsi.
Dengan demikian, proses pencarian atlet atau pegiat potensial tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di berbagai kecamatan.

Keterlibatan Pelajar SD Jadi Bagian Pembibitan
Hal menarik lainnya dalam pelaksanaan Forkab KORMI Garut tahun ini adalah keterlibatan peserta dari kalangan pelajar sekolah dasar.
Tito menjelaskan, kehadiran peserta usia sekolah tersebut merupakan bagian dari masukan yang disampaikan berbagai pihak, termasuk Inorga dan kecamatan.
KORMI melihat keterlibatan anak-anak bukan sekadar untuk menambah jumlah peserta atau memeriahkan kegiatan. Lebih jauh, keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya membangun proses pembibitan sejak usia dini.
“Untuk kami sebenarnya enak saja. Kenapa? Karena kita juga untuk pembibitan ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, semakin dini anak-anak diperkenalkan dengan olahraga masyarakat, semakin besar peluang untuk membangun regenerasi pegiat olahraga tradisional dan rekreasi di masa mendatang.
Hal tersebut juga menjadi upaya agar berbagai permainan dan olahraga masyarakat seperti egrang, hadang, tarumpah panjang, dagongan dan olahraga lainnya tidak kehilangan generasi penerus.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Forkab KORMI Kabupaten Garut V Tahun 2026 pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi juara dalam setiap pertandingan.
Di balik persaingan para peserta, terdapat misi yang lebih luas, yakni membangun kebiasaan masyarakat untuk aktif berolahraga, memperkuat interaksi sosial, melestarikan olahraga tradisional, serta menciptakan ruang pembibitan pegiat olahraga masyarakat.
Keterlibatan seluruh 42 kecamatan juga memperlihatkan bahwa potensi olahraga masyarakat di Kabupaten Garut tersebar luas dan tidak hanya berada di pusat kota.
Dari arena egrang hingga hadang, dari sumpitan hingga tarumpah panjang, dari dagongan hingga senam KORMI, para peserta membawa semangat daerah masing-masing untuk tampil dan berkompetisi secara sportif.
Bagi KORMI Kabupaten Garut, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melihat potensi yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat sekaligus mempersiapkan regenerasi pegiat olahraga untuk masa depan.
Forkab KORMI Garut V Tahun 2026 pun diharapkan mampu menjadi jembatan antara olahraga masyarakat di tingkat kecamatan dengan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, Inorga, masyarakat, pelaku UMKM dan seluruh pegiat olahraga, KORMI Garut optimistis olahraga masyarakat dapat terus berkembang sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang sehat, aktif, kompak, dan memiliki semangat kebersamaan.***Willy/Deri Acong



















