• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Oktober 9, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Perangi LGBT dan Masalah Sosial, MUI Ciamis Gelar Seminar Penguatan Peran Keluarga dan Masjid

bydejurnalcom
Sabtu, 12 September 2026
Reading Time: 3 mins read
Perangi LGBT dan Masalah Sosial, MUI Ciamis  Gelar Seminar Penguatan Peran Keluarga dan Masjid
ShareTweetSend

CIAMIS, deJurnal,- Perubahan pola pergaulan dan derasnya arus informasi digital membuat pembinaan anak dan remaja menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

Kondisi itu dinilai perlu dihadapi dengan memperkuat keluarga sekaligus menghidupkan kembali peran masjid sebagai ruang pembinaan masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar “Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Anak, Remaja dan Keluarga” yang digelar Komisi Perempuan, Remaja, Keluarga dan Perlindungan Anak DPD MUI Kabupaten Ciamis, Sabtu (12/9/2026).

BacaJuga :

Pemkab Garut Siapkan Langkah Strategis Atasi Krisis Pengairan Sawah di Caringin, Dinas Pertanian Bidik Dukungan Kementerian

Human Initiative dan Yayasan Kita Peduli Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 200 Keluarga Penyintas Gempa Cianjur

Jaga Kamtibmas, Kapolres Purwakarta Silaturahmi dengan Ormas dan LSM

Kegiatan berlangsung di Gedung Wisma Ikada, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, dengan mengangkat tema “Penguatan Fungsi Keluarga dalam Membentengi dari Ancaman LGBT dan Masalah Sosial.”

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Ciamis, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyami, M.Ag, yang akrab disapa Ang Icep  dalam pemaparannya menyoroti pentingnya menghadirkan kembali masjid di tengah kehidupan anak-anak dan generasi muda.

Menurut Ang Icep, masjid sejak zaman Rasulullah SAW tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Masjid juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, pembinaan generasi muda, penguatan persaudaraan serta kegiatan sosial masyarakat.

“Masjid jangan hanya ramai pada waktu-waktu tertentu. Masjid harus benar-benar menjadi pusat kegiatan masyarakat, tempat memperkokoh persaudaraan, membangun kepedulian sosial dan membina generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai, ketika anak dan remaja semakin jauh dari lingkungan keagamaan, keluarga dan masyarakat perlu melakukan evaluasi terhadap pola pembinaan yang selama ini berjalan.

Terlebih, ruang interaksi anak kini tidak hanya berada di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Dunia digital telah menjadi bagian dari keseharian mereka.

Karena itu, menurut Ang Icep, menghadapi perkembangan teknologi tidak cukup dengan sekadar melarang anak menggunakan gawai.

Orang tua dan masyarakat justru harus memahami ruang digital serta memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan-pesan yang positif.

“Jangan sampai kita dikuasai internet. Kita harus menguasai internet untuk menyampaikan pesan-pesan yang positif,” katanya.

Dakwah Harus Masuk Ruang Digital

Ang Icep mengatakan, perkembangan media sosial juga membuka ruang baru bagi kegiatan dakwah. Para orang tua, termasuk perempuan, dapat mengambil peran dengan membuat konten yang sederhana tetapi memiliki nilai edukasi.

Konten tentang tata krama, cara mendidik anak, kehidupan keluarga, hubungan sosial maupun nilai-nilai keagamaan, menurutnya, dapat dikemas dengan bahasa yang dekat dengan generasi muda.

“Konten positif harus diperbanyak. Hal-hal sederhana tentang tata krama, kehidupan sehari-hari, cara mendidik anak dan nilai-nilai agama bisa disampaikan melalui media digital,” ujarnya.

Ia mengingatkan, apa yang dikonsumsi anak melalui internet dapat memengaruhi cara berpikir dan perilakunya. Karena itu, ruang digital juga perlu diisi dengan konten yang memberikan contoh baik.

Menurutnya, dakwah di era global tidak bisa hanya menunggu masyarakat datang ke masjid. Sebaliknya, pesan keagamaan harus mampu hadir di tempat masyarakat, khususnya anak muda, berinteraksi.

“Jangan sampai anak-anak kita berada di luar masjid, sementara kita hanya menunggu mereka datang. Dakwah harus bergerak mendatangi mereka dengan cara yang baik, bijak dan sesuai perkembangan zaman,” katanya.

Keluarga Tetap Jadi Benteng Utama

Seminar MUI Ciamis tersebut juga menempatkan keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun ketahanan anak dan remaja.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis, Dra. Hj. Talbiyah, MH, menjadi salah satu pemateri dalam sesi pertama bersama unsur kepolisian dan pemerintah daerah.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.IK., M.Si diwakili Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono, S.H. Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Ciamis Dr. R. Yadi Tisyadi, SE., M.Si turut memberikan perspektif dari sisi pemerintahan.

Sesi tersebut dimoderatori H. Wahidin, S.Ag., M.Pd.I.

Pada sesi berikutnya, materi disampaikan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Ciamis KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyami, M.Ag, Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Ciamis KH. Dr. Ifi El Haque, S.Kep, serta unsur Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak.

Hadir pula Elis Lismayani, S.KM., Bdn., M.M., Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada DP2KBP3A Kabupaten Ciamis.

Pertemuan tersebut mempertemukan perspektif agama, keluarga, perlindungan anak, keamanan dan kehidupan sosial masyarakat. Pembahasan diarahkan pada upaya memperkuat keluarga agar mampu mendampingi anak menghadapi berbagai perubahan lingkungan.

Menurut Ang Icep, pembinaan anak tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Orang tua, lingkungan masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama dan pemerintah memiliki peran masing-masing.

Keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal nilai, membangun karakter dan belajar menghadapi persoalan. Sementara lingkungan masyarakat dan masjid dapat menjadi ruang pendukung bagi proses tersebut.

Karena itu, penguatan fungsi keluarga perlu berjalan beriringan dengan penguatan kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

AngbIcep berharap pembahasan dalam seminar tersebut tidak berhenti sebagai agenda diskusi. Nilai yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat.

Di tengah perubahan zaman, keluarga tetap menjadi benteng pertama bagi anak. Sementara masjid diharapkan kembali mengambil peran sebagai pusat pembinaan, dakwah dan penguatan kehidupan sosial masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pembinaan generasi muda diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencegahan persoalan sosial, tetapi juga membangun lingkungan yang sehat, religius dan mampu menjawab tantangan kehidupan anak di era digital. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Tumpukan Limbah Kulit Menggunung di Galumpit, Warga Desak Pemerintah Turun Tangan

Next Post

MUI Pusat Ingatkan Ciamis, Persoalan LGBT Butuh Edukasi hingga Pembinaan Lintas Sektor

Related Posts

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis
deNews

UPTD PPA Ciamis Hadir, Korban Kekerasan Bisa Mengadu Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026
SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI
deNews

SELAMAT JALAN BANG RACHMAN S. HAKIM, NAMAMU MUNGKIN TELAH TIADA DI RUANG REDAKSI, TETAPI JEJAK PERJUANGANMU AKAN ABADI

Jumat, 9 Oktober 2026
Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban
deNews

Yudha Soroti 132 Ribu Peserta BPJS Garut Dinonaktifkan, Desak Perbaikan Data Sebelum Warga Miskin Jadi Korban

Jumat, 9 Oktober 2026
Pemkab Garut Siapkan Langkah Strategis Atasi Krisis Pengairan Sawah di Caringin, Dinas Pertanian Bidik Dukungan Kementerian
deNews

Pemkab Garut Siapkan Langkah Strategis Atasi Krisis Pengairan Sawah di Caringin, Dinas Pertanian Bidik Dukungan Kementerian

Jumat, 9 Oktober 2026
Human Initiative dan Yayasan Kita Peduli Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 200 Keluarga Penyintas Gempa Cianjur
deHumaniti

Human Initiative dan Yayasan Kita Peduli Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk 200 Keluarga Penyintas Gempa Cianjur

Jumat, 9 Oktober 2026
Jaga Kamtibmas, Kapolres Purwakarta Silaturahmi dengan Ormas dan LSM
dehukum

Jaga Kamtibmas, Kapolres Purwakarta Silaturahmi dengan Ormas dan LSM

Jumat, 9 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pekerjaan Proyek Irigasi Cipalasari.

Hasil Uji Lab Pasir Merah Tak Bagus, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Patut Evaluasi Proyek Irigasi Cipalasari

Rabu, 1 September 2021

Diam-Diam, Segel Pengawasan Pelanggaran Perda Peternakan Ayam Manggis Dicabut?

Kamis, 7 November 2019

KabarDaerah

Kadis LHK Garut : Pelaku Kejahatan Lingkungan Laporkan Saja

Jumat, 3 Juli 2020

Kades Bumiwangi Lukmanul Hakim, Resmikan Sumur Bor untuk Warga Wujudkan Akses Air Bersih

Sabtu, 4 Oktober 2025

Endus Aroma “Permainan Tidak Fair” Proses Administrasi Seleksi Cawas dan Kepsek, SEGI Ombudsmankan Disdik Garut

Selasa, 18 Agustus 2020

48 Desa Tercepat Pelunasan PBB Mendapatkan Kado Dari Pemkab dan Bapenda di Hari Jadi Ciamis Ke-383

Rabu, 11 Juni 2025

PGRI Kabupaten Bandung Berharap Adendum PPPK Guru Menggunakan Data yang Akurat

Selasa, 30 Juli 2024

Saatnya Bumdes di Cianjur Berperan Dalam Program BPNT, Dukung Program PEN

Minggu, 18 Juli 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste