Dejurnal.com,Purwakarta – Komunitas film Permanatingal dan Sundas Official mulai membangun sinergi untuk mendorong tumbuhnya ekosistem perfilman daerah yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berkelanjutan di wilayah Purwakarta, Karawang, dan sekitarnya.
Kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk mempertemukan para pegiat film, kreator, komunitas, serta berbagai potensi sumber daya perfilman yang ada di daerah. Tidak hanya berfokus pada produksi karya, sinergi kedua komunitas ini juga diarahkan untuk membuka ruang berbagi gagasan, pengetahuan, pengalaman, hingga menciptakan peluang baru dalam pengembangan industri kreatif daerah.
Bagi Permanatingal dan Sundas Official, perkembangan perfilman daerah tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Diperlukan jejaring yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang, karakter, dan sudut pandang kreatif agar tercipta ekosistem yang dapat saling menguatkan.
Founder Permanatingal, **Hendrian Permana**, mengatakan bahwa kolaborasi bukan sekadar mempertemukan dua komunitas, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan dan cara pandang dalam menciptakan sebuah karya.
“Kolaborasi mampu menciptakan nyawa baru pada penciptaan karya, karena karya tersebut lahir dari dua gagasan yang berbeda. Ketika gagasan-gagasan itu dipertemukan, akan muncul perspektif baru, energi baru, dan kemungkinan-kemungkinan kreatif yang sebelumnya mungkin belum terpikirkan,” ujar Hendrian.
Menurutnya, keberadaan komunitas film di daerah memiliki peran penting dalam membangun fondasi perfilman dari tingkat akar rumput.
Komunitas tidak hanya menjadi ruang untuk memproduksi film, tetapi juga menjadi tempat belajar, bertukar pengalaman, menemukan talenta-talenta baru, serta membangun keberanian bagi para kreator untuk terus menghasilkan karya.
Melalui sinergi Purwakarta dan Karawang tersebut, kedua komunitas berharap dapat menjadi bagian dari terbentuknya jaringan perfilman daerah yang lebih luas. Ke depan, kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari produksi film, diskusi, pemutaran film, pengembangan talenta, hingga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat para pelaku perfilman daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan dapat berkembang melalui jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi, Purwakarta dan Karawang diharapkan dapat mengambil bagian dalam tumbuhnya peta baru perfilman Jawa Barat. Ekosistem tersebut diharapkan lahir dari kekuatan komunitas, berkembang melalui jejaring, dan mampu menghasilkan karya-karya yang membawa cerita serta potensi daerah ke ruang yang lebih luas.***budi



















