Dejurnal.com, CIAMIS. Anggota DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengajak masyarakat menolak politik uang dan memilih calon pemimpin berdasarkan rekam jejak, kapasitas, serta integritas.
Menurutnya, pilihan masyarakat dalam pemilu turut menentukan kualitas pemerintahan dan pelayanan publik selama lima tahun ke depan.
Pesan tersebut disampaikan Agun dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Hotel Tyara Plaza, Kabupaten Ciamis, Senin (26/10/2026).
Politisi Partai Golkar yang telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama tujuh periode sejak 1997 itu menilai, Pemilu 2024 menjadi catatan penting bagi perbaikan demokrasi.
Ia menyoroti praktik politik uang yang dinilainya berpotensi mengesampingkan kemampuan dan pengalaman calon.
Menurut Agun, calon yang memiliki rekam jejak dan kapasitas seharusnya mendapat kesempatan yang sama, tanpa harus bergantung pada kekuatan finansial.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pemberian materi sebagai dasar menentukan pilihan.
“Politik tidak harus dengan uang. Pemilih harus melihat visi, misi, program, dan integritas calon,” menjadi pesan yang ditekankan dalam sosialisasi tersebut.
Generasi muda perlu memahami politik
Agun juga mendorong penguatan pendidikan politik bagi pelajar SMA, SMK, dan mahasiswa sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, generasi muda perlu memahami Pancasila, demokrasi, serta tanggung jawab dalam menggunakan hak pilih.
Pendidikan politik juga penting untuk membekali mereka menghadapi perkembangan teknologi digital dan derasnya informasi di media sosial.
Pemilih, kata dia, perlu membiasakan diri memeriksa informasi serta mengenali rekam jejak calon sebelum menentukan pilihan.
Agun menegaskan, pemilu merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah pemerintahan.
Keputusan memilih tidak hanya berdampak pada hasil pemilihan, tetapi juga kebijakan dan pelayanan publik yang akan dirasakan selama lima tahun berikutnya.
Sebaliknya, warga yang tidak menggunakan hak pilih kehilangan kesempatan untuk turut menentukan pemimpin dan wakil rakyat.
Ia berharap pendidikan pemilih tidak berhenti pada pemahaman tata cara pencoblosan, tetapi juga mendorong masyarakat memilih secara rasional dan bertanggung jawab.
KPU Ciamis perkuat edukasi pemilih pemula
Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdani, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai pendidikan pemilih perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami proses demokrasi.
Menurut Oong, kualitas pemilu berkaitan dengan kecerdasan pemilih, integritas penyelenggara, serta kualitas wakil rakyat dan pemimpin yang dihasilkan.
KPU Ciamis juga menjalankan pendidikan pemilih bagi kalangan muda, termasuk melalui kegiatan di lingkungan sekolah.
Program tersebut dapat disinergikan dengan sosialisasi yang melibatkan DPR RI untuk memperluas jangkauan edukasi.
Oong menyebutkan, berdasarkan pendataan pemilih berkelanjutan pada periode semester sebelumnya, jumlah pemilih pemula di Ciamis diperkirakan meningkat mendekati 50 persen.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian karena pemilih pemula perlu mendapatkan informasi yang memadai sebelum menggunakan hak pilihnya.
Ia berharap penyelenggaraan pemilu mendatang semakin baik, dengan masyarakat yang tidak mudah terpengaruh politik uang dan lebih mempertimbangkan visi, misi, program, serta integritas calon.
Menyiapkan pemilih menuju Pemilu 2029
Sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan menjadi salah satu upaya mempersiapkan masyarakat menghadapi Pemilu 2029.
Selain mendorong partisipasi, edukasi ini diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa setiap suara memiliki konsekuensi terhadap arah kebijakan dan pemerintahan.
Melalui sinergi DPR RI dan KPU, pendidikan politik diharapkan menjangkau lebih banyak pemilih, terutama generasi muda di Kabupaten Ciamis.
Dengan bekal informasi yang cukup, masyarakat diharapkan mampu menentukan pilihan secara mandiri, menolak politik uang, dan menggunakan hak pilih berdasarkan pertimbangan yang matang. (Nay Sunarti)



















