Dejurnal.com, KBB – Pelayanan publik yang prima menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Hal itulah yang kini dirasakan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung Barat atau Kantor ATR/BPN KBB terus menunjukkan peningkatan pelayanan yang humanis, cepat, dan transparan, sehingga banjir pujian dari warga.
Pengamatana Dejurnal.com selama sepekan terakhir, suasana di Kantor ATR/BPN KBB tampak berbeda. Tidak ada lagi antrean panjang yang menumpuk, tidak ada calo yang berkeliaran, dan petugas terlihat sigap membantu warga yang datang untuk mengurus sertifikat tanah.
Salah satu warga asal Kecamatan Lembang, Dadan (45), mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. Ia mengurus peningkatan hak dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM) dan prosesnya selesai lebih cepat dari perkiraan.
“Dulu bayangan saya ngurus di BPN itu lama, ribet, mahal. Ternyata sekarang beda. Petugasnya ramah, dijelaskan step by step, biayanya resmi sesuai PNBP. Saya urus HGB ke HM cuma beberapa hari sudah selesai. Pelayanannya bagus pisan,” ujar Dadan, Selasa (6/10/2026).
Hal senada diungkapkan Siti Maryam (38), warga Kecamatan Padalarang yang mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Ia mengaku mendapatkan sertifikat tanah elektronik secara gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun.
“Gratis, tidak ada pungutan. Petugasnya datang langsung ke desa, ukur tanah, dan sekarang sertifikat elektronik saya sudah jadi. Alhamdulillah, tanah warisan orang tua sekarang sudah ada kepastian hukum,” katanya.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung Barat,Didin saripudin komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik sesuai arahan Menteri ATR/BPN. Pihaknya menerapkan 5S yakni Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun dalam setiap pelayanan.
“Kami ingin mengubah stigma BPN itu sulit dan lama. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa urus tanah itu mudah, cepat, dan transparan. Kami terapkan pelayanan jemput bola, loket prioritas untuk lansia dan disabilitas, serta layanan konsultasi gratis,” ujarnya.
Beberapa inovasi pelayanan yang dilakukan ATR/BPN KBB di antaranya adalah optimalisasi aplikasi *Sentuh Tanahku*, pelayanan online melalui loket elektronik, serta sosialisasi sertifikat elektronik kepada masyarakat. Sertifikat elektronik dinilai lebih aman karena datanya tersimpan digital, tidak mudah rusak, tidak bisa dipalsukan, dan dilengkapi QR Code yang bisa diverifikasi keasliannya.
“Dengan sertifikat elektronik, masyarakat tidak perlu khawatir sertifikat hilang karena banjir atau kebakaran. Semua data sudah aman di sistem. Jika hilang, bisa cetak kembali dengan mudah,” jelasnya.
Selain itu, ATR/BPN KBB juga aktif turun ke desa-desa untuk menyukseskan program PTSL 2026. Target ribuan bidang tanah di KBB ditargetkan bisa bersertifikat tahun ini. Petugas dari Seksi Pengukuran dan Seksi Penetapan Hak terlihat turun langsung ke lapangan, bahkan hingga ke pelosok Kecamatan Sindangkerta, Gununghalu, dan Rongga.
Tokoh masyarakat KBB, Asep Hendra, mengapresiasi kinerja ATR/BPN KBB yang kini lebih terbuka dan humanis. Menurutnya, kepastian hukum atas tanah sangat penting untuk mencegah konflik dan sengketa lahan di KBB yang rawan terjadi.
“Dulu banyak sengketa tanah di KBB karena belum bersertifikat. Sekarang dengan pelayanan BPN yang bagus dan program sertifikat gratis, masyarakat jadi tenang. Pelayanan sekarang tidak ada pungli, semua jelas. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Dengan pelayanan yang terus membaik, Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung Barat berharap kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo dan mengurus langsung ke kantor atau melalui pemerintah desa untuk program PTSL.
“Datang langsung, tanya langsung ke petugas kami. Semua informasi gratis. Jangan percaya oknum yang mengatasnamakan BPN. Kami siap melayani dengan hati,” pungkasnya. *** Sopandi



















