Dejurnal.com, CIAMIS. PSGC Ciamis punya pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Setelah beberapa kali belum mendapatkan hasil sesuai harapan, Laskar Singacala kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya, yakni PSS Sleman dalam lanjutan League Cup Indonesia Grup F.
Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi PSGC untuk memperbaiki catatan penampilan sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu bangkit.
Upaya tersebut tidak akan mudah. PSS Sleman merupakan tim yang memiliki pengalaman berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Menghadapi laga tersebut, Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, memastikan para pemainnya sudah berada dalam kondisi siap. Tim telah tiba di Yogyakarta dan dijadwalkan menjalani latihan terakhir untuk mematangkan persiapan.
Dalam konferensi pers melalui Zoom, Selasa (3/11/2026).
Heri menyampaikan bahwa secara umum kondisi pemain yang dibawa dalam lawatan tersebut cukup baik. Hanya Ferdi yang dipastikan tidak bisa bergabung karena masih mengalami sakit.
Sementara itu, Kim dan Bonilla sudah siap untuk memperkuat tim. Kepastian pemain yang akan diturunkan tetap menunggu hasil pemantauan setelah latihan terakhir.
“Untuk kondisi pemain nanti akan kita lihat setelah latihan terakhir. Yang jelas, pemain yang hadir saat ini sudah siap. Kim dan Bonilla juga sudah siap untuk bermain,” ujar Heri.
Bagi Heri, menghadapi PSS Sleman bukan hanya soal mengejar hasil pertandingan. Laga ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain muda PSGC untuk mengukur kemampuan saat berhadapan dengan tim yang memiliki pengalaman di kompetisi level lebih tinggi.
Ia ingin pengalaman tersebut menjadi bekal bagi perkembangan pemain, terutama dalam meningkatkan pemahaman permainan, kedisiplinan, dan mental bertanding.
“Ajang ini memberikan pengalaman bagi pemain muda, terutama bertanding melawan tim-tim Liga 1. Ini tentu akan menambah wawasan dan ilmu mereka. Apa pun hasilnya nanti akan kita evaluasi, tetapi mental para pemain sudah siap,” katanya.
Meski demikian, Heri tidak ingin timnya kembali mengulangi kesalahan yang terjadi pada pertandingan sebelumnya. Evaluasi menjadi bagian penting dalam persiapan agar PSGC bisa tampil lebih baik dan mampu memberikan perlawanan kepada PSS.
Kesiapan mental juga menjadi perhatian tersendiri. Menurutnya, para pemain harus tetap percaya diri dan tidak terpengaruh oleh hasil pertandingan sebelumnya maupun reputasi lawan yang akan dihadapi.
Semangat untuk bangkit turut ditegaskan pemain PSGC, Surya. Ia menyebut seluruh pemain sudah mengalihkan perhatian dari kekalahan sebelumnya dan kini sepenuhnya fokus menghadapi PSS Sleman.
Surya memastikan skuad Laskar Singacala siap menjalankan instruksi pelatih, baik dari sisi teknis maupun kesiapan mental. Ia berharap seluruh persiapan yang telah dilakukan bisa diterjemahkan menjadi penampilan yang lebih baik di lapangan.
“Kami sudah siap sesuai arahan pelatih dalam segala hal. Kekalahan kemarin sudah kami lupakan dan sekarang fokus ke pertandingan yang akan datang. Untuk mental, semua pemain sudah siap,” ungkap Surya.
PSGC Ciamis dijadwalkan menghadapi PSS Sleman pada Rabu (4/11/2026) di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan yang semula dijadwalkan pukul 19.00 WIB tersebut mengalami perubahan waktu menjadi pukul 15.30 WIB.
Laga ini menjadi ujian penting bagi Laskar Singacala. Selain menghadapi lawan yang memiliki pengalaman lebih tinggi, PSGC juga dituntut menunjukkan hasil dari evaluasi yang telah dilakukan tim pelatih.
Bagi PSGC, kemenangan tentu akan menjadi suntikan kepercayaan diri. Namun, yang tak kalah penting adalah bagaimana tim mampu memperlihatkan permainan yang lebih solid, menjaga konsentrasi, dan meminimalkan kesalahan.
Setelah menghadapi PSS Sleman, perjuangan PSGC masih berlanjut dengan menghadapi PSPS Pekanbaru dalam kompetisi Pegadaian Championship.
Karena itu, pertandingan di Maguwoharjo juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan tim untuk menghadapi agenda berikutnya.
Kini, Laskar Singacala punya kesempatan untuk menjawab keraguan melalui penampilan di lapangan. Misi menebus hasil buruk sudah dibawa ke Sleman. Tinggal bagaimana PSGC membuktikan kesiapan mental tersebut saat menghadapi PSS. (Nay Sunarti)
















