• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deHumaniti

Cerita Pilu Yadi Saat Mendatangi Kantor Bupati Garut

bydejurnalcom
Selasa, 30 Desember 2025
Reading Time: 2 mins read

Yadi (tengah) saat berkumpul sebagai tim sukses Syakur-Putri. (Foto Istimewa)

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Seorang pria berjalan gontai keluar dari Kantor Bupati Garut, matahari yang terasa begitu terik mengundang peluh tidak dipedulikan. Matanya terlihat sembab dengan wajah yang memancar rasa kecewa.

Pria yang bernama Yadi, warga Margawati Kelurahan Cimuncang, Garut Kota ini mengaku datang ke Kantor Bupati Garut untuk menemui Bupati Abdusyi Syakur Amin, namun yang diterimanya hanyalah keheningan.

“Saya datang ke kantor Pemerintah Daerah berharap bertemu dengan Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, tapi malah disuruh keluar oleh ajudannya. Ditanya ada keperluan apa ke Bapak, saya tunjukkan juga bahwa sudah WhatsApp ke Bapak,” ujarnya dengan suara lirih menahan tangis saat ditemui dejurnal.com, Senin (29/12/2025).

BacaJuga :

Desa Rancabango Berpotensi Jadi Sentra Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional

Yadi mengaku dirinya merupakan salah satu tim sukses Syakur-Putri yang ikut berjibaku bertarung memenangkan pasangan urut nomor dua. Namun kedatangannya ke Kantor Bupati bukan terkait hal itu. Ia ingin mencari solusi bagi ketiga anaknya yang sedang bermimpi ingin mengenyam jenjang pendidikan perguruan tinggi.

“Sudah tiga kali anak saya kandas di UNIGA, bukan disebabkan kurangnya kemampuan akademik atau tak ada kemauan belajar, namun karena keterlambatan membayar biaya kuliah,” ungkapnya.

Dalam kondisi terdesak, Yadi memberanikan diri mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Garut. Ia berharap bisa bertemu langsung dengan Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, untuk menyampaikan keluh kesah dan memohon solusi.

“Saya tidak akan meminta fasilitas, hanya kebijakan dan kepedulian agar anak-anak saya tetap bisa kuliah,” ujarnya lirih dengan mata berkaca-kaca.

Bagi Yadi, pendidikan adalah satu-satunya jalan keluar agar anak-anaknya tidak mengulangi kehidupan sulit yang selama ini ia jalani. Ia bekerja sekuat tenaga, menahan rasa lelah, bahkan kerap mengorbankan kebutuhan pribadi demi menyiapkan biaya pendidikan. Namun keterbatasan ekonomi terus menjadi bayang-bayang yang menutup langkah mereka. Setiap kali harapan hampir tergapai, kenyataan kembali menjatuhkan.

“Jangankan menerima solusi, bertemu saja tidak boleh,” keluhnya.

Perlakuan tersebut meninggalkan luka yang dalam Yadi. Ia merasa dipinggirkan, seolah keberadaannya tak berarti. Hatinya hancur bukan hanya karena anak-anaknya gagal kuliah, tetapi juga karena jeritannya seakan tak pernah sampai ke telinga para pemangku kebijakan.

“Hancur rasanya sebagai orang tua,” ucapnya pelan.

Perasaan gagal, hati yang remuk redam, tak berdaya dan merasa bersalah sepertinya bercampur menjadi satu dalam hati dan pikiran Yadi.

“Saya merasa kecewa sekali, tapi ya sudahlah,” katanya sambil melangkah gontai meninggalkan halaman Kantor Pemkab Garut.

Kisah Yadi menjadi cermin buram tentang wajah pendidikan yang belum sepenuhnya ramah bagi rakyat kecil. Di balik aturan, angka, dan prosedur administrasi, ada manusia-manusia yang menggantungkan harapan besar. Ketika pendidikan yang seharusnya menjadi jembatan masa depan justru tertutup rapat oleh keterbatasan ekonomi, maka yang tersisa hanyalah luka dan kekecewaan. Ini bukan sekadar cerita satu keluarga, melainkan jeritan sunyi banyak rakyat kecil yang berharap negara benar-benar hadir, mendengar dan peduli.***Wil

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Tags: Garutkantor bupati garut
Previous Post

Aksi ‘Ngacir’ Anggota DPRD Garut Saat Sidang Paripurna Dilaporkan ke Badan Kehormatan, Diproses?

Next Post

Bupati Berharap Deklarasi Moral Kepala Sekolah Menuju Indonesia Emas 2045 Bukan Sekedar Kata-kata

Related Posts

Ibu Hamil di Garut yang Statusnya Dimatikan, Kini Sedang Alami Proses Lahiran Melalui Operasi Sesar
deNews

Status Ibu di Garut Dinyatakan Telah Meninggal Lahirkan Bayi Laki-laki 2,7 kg

Minggu, 14 Juni 2026
Ibu Hamil di Garut yang Statusnya Dimatikan, Kini Sedang Alami Proses Lahiran Melalui Operasi Sesar
deNews

Ibu Hamil di Garut yang Statusnya Dimatikan, Kini Sedang Alami Proses Lahiran Melalui Operasi Sesar

Sabtu, 13 Juni 2026
Musorkab NPCI Garut 2026–2031: Satukan Semangat, Perkuat Prestasi Atlet Disabilitas Menuju Peparda VII
deNews

Musorkab NPCI Garut 2026–2031: Satukan Semangat, Perkuat Prestasi Atlet Disabilitas Menuju Peparda VII

Rabu, 15 April 2026
Desa Rancabango Berpotensi Jadi Sentra Pasok Program Makan Bergizi Gratis
GerbangDesa

Desa Rancabango Berpotensi Jadi Sentra Pasok Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 9 April 2026
Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers
dePraja

Kadispora Garut Asep Mulyana Apresiasi Giat Sosial KNPI Bersama Insan Pers

Jumat, 6 Maret 2026
Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional
dePraja

Bupati Garut Lantik Dua Kepala Dinas serta 40 ASN Dalam Jabatan Struktural dan Fungsional

Jumat, 20 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Peternakan Ayam Manggis Tepis Tudingan Perusahaan Tak Salurkan CSR

Senin, 4 November 2019

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

KabarDaerah

Tangkapn layay akun instagram @penikmathutannusantara

Elang Guntur Warga Karawang, Dilaporkan Hilang di Gunung Cikuray Garut

Kamis, 15 Mei 2025

Pasir Warna Merah Dipakai Bahan Matrial Proyek Irigasi Cipalasari, Sekarang Berganti Pakai Pasir Hitam

Senin, 30 Agustus 2021

BPPI Dorong Pelestarian Budaya dan Lingkungan Terpadu di Kampung Adat Pulo

Sabtu, 1 November 2025
Kepala Desa Gajahmekar Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Syaefulloh, SP., M.Si menyerahkan BLT Dana Desa secara simbolis kepada salah satu warga penerima manfaat.

Puluhan KPM Warga Desa Gajahmekar Kutawaringin Terima BLT dari Dana Desa 2025 Hari Ini

Jumat, 9 Mei 2025

Sesalkan Peristiwa KTP Ryan Jatuh ke Tangan Orang Lain, DPRD Cianjur Bakal Panggil Kepala Disdukcapil

Selasa, 10 Agustus 2021

Makam Astana Gede “Tunggul Rahayu ” Purwakarta Dijadikan Percontohan Untuk Kabupaten Bandung Barat

Jumat, 5 Juni 2020

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste