Dejurbal.com, Bandung – Digambarkan oleh Khanha Ade Kosasih Sunarya dalang muda Giri Harja 2 Putu, yang jadi status di salah satu akun resminya. Napak tilas tahun 2013, mengenang masa yang lalu tanggal 30 Januari 2013, diminta menampilkan wayang golek di Graha Sanusi, Unersitas Padjajdaran dalam rangka Balé Rumawat Padjadjaran.
Waktu itu Khanha masih sebagai dalang cilik, baru berumur 10 tahun. “Ibu dan Bapa saya berbisik, “Aa, nanti kuliah di sini ya,” kata Khanha meniru ucapan kedua orang tuanya waktu itu.
Tahun 2021 setamat dari SMA Negeri 3 Bandung, Khanha diterika di Prodi Ilmu Komunikasi, Fikom Unpad dsri jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). ” Berkat do’a dari kedua orang tua, alhamdulillah tercapai. Mengimbangi kegiatan kuliah sambil berjalan membangun Giri Harja 2 Putu,” kata Khanha.
Pada tanggal 5 Pebruari 2026 Khanha resmi meraih gelar Sarjana, diwisuda di Graha Sanusi, tempat ia dulu jadi dalang cilik menampilkan kepiawaiannya mendalang.
“Khanha Shandhika, S.I.Kom. Alhamdulillah, indung tunggul rahayu, bapa tangkal darajat. Saya sampaikan terima kasih dari hati yang paling dalam, suara kalbu, semoga kedua orang tua, kakak saya, juga dosén serta guru-guru saya diberikan keséhatan serta umur panjang,” kata Khanha.
Khanha Sandhika, S.I.Kom anak kedua dari keluarga Irwansyah dan Niar Cuniarsyah ini adalah cucu maestro wayang golek legendaris, Ki Ade Kosasih Sunarya Giri Harja 2, artinya cicit Ki Dalang Abah Sunarya. Karenanya di belakang nama Khanha disebutkan nama Ade Kosasih Sunarya sebagai tanda kasih sayang sang kakek.
“Alhamdulillah Khanha sudah selesai S1 di Universitas Padjadjaran. Judul skripsinya
‘Konstruksi Makna Wayang bagi Dalang’. Wisudannya 5 Februari 2026,” kata bapana Khanha, Irwansyah menyampaikan sukacita kepada dejurnal.com.
Selaku ayah, Irwansyah tidak memaksakan anaknya harus ikut jejak kelaluarga sebagai seniman besar di dunia pedalangan. “Saperti air mengalir begitu saja, tapi tetap diarahkan supaya belajar percaya diri menghadapi auden banyak. Seperti diikutkan pada lomba pidato, ceramah, dongeng Sunda, dan yang lainnya sejak kecil. Kalau yang cikal perempuan, Tanrida Utari namanya. Sudah berkeluarga tapi tidak terjun ke kesenian,” kata Irwansyah.
Meski sang ayah tidak mengarahkan Khanha supaya mengikuti jejak ayah sebagai kulawarga besar seniman, tapi darah seni dari keluarga seniman wayang golek mangalir dalam tubuh diri Khanha, wajar lamun dari sejak kecil bakat Khanha sudah terlihat.
Khanha yang menempuh SD-nya di SDN Giri Harja, SMP di SMP Negeri 1 Baleendah, dan SMAnya di SMA Negeri 3 Bandung ini sampain sekarang tidak kekurangan manggung.
Apa lagi sesudah menjadi Juara Pinilih I kategori Dalang dalam helaran “Binojakrama Padalangan 2021″ yang digelar di Sukabumi, 15-17 November 2021, tuen ngaboyong piala bergilir “Bokor Emas Astagina”, nama Khanha bertambah merokét, jadwal manggung nya makin padat.***Sopandi

















