• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Kamis, Februari 26, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

BEM IPI Garut Soroti Proyek Jalan Samanggen–Wanajaya: Bantuan Penanganan Banjir Diduga Picu Banjir Lebih Parah

bydejurnalcom
Kamis, 26 Februari 2026
Reading Time: 2 mins read
BEM IPI Garut Soroti Proyek Jalan Samanggen–Wanajaya: Bantuan Penanganan Banjir Diduga Picu Banjir Lebih Parah

BEM IPI Garut Soroti Proyek Jalan Samanggen–Wanajaya.

ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Ketua BEM Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Azhar Gifari, menyampaikan kritik keras terhadap pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Samanggen–Wanajaya di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui dejurnal.com usai audiensi bersama Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Wanaraja dan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Garut di Kantor DPRD, Kamis (26/2/2026).

Menurut Azhar, proyek yang sejatinya digulirkan sebagai bagian dari upaya penanganan banjir justru menimbulkan persoalan baru. Ia menilai, pelaksanaan di lapangan tidak mencerminkan solusi yang diharapkan masyarakat.

“Seharusnya bantuan dari pemerintah menjadi solusi untuk penanganan banjir. Tapi yang terjadi hari ini justru sebaliknya, malah menimbulkan banjir yang lebih besar. Ini tentu menjadi persoalan serius yang harus diinvestigasi lebih lanjut,” tegasnya.

BacaJuga :

Respons Cepat di TKP, Polisi Evakuasi Korban Laka di Sukatani

Sekda Ciamis Pastikan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Banjir Dari Gubernur Jabar Tersalurkan Utuh

Tingkatkan Ibadah Ramadhan Disnaker Ciamis, “Ngaji Dulu” Sebelum Ngantor!

Kekecewaan atas Ketidakhadiran Pejabat dan Pengembang

Azhar juga mengungkapkan kekecewaan atas tidak hadirnya Bupati, Wakil Bupati, maupun pihak pengembang dalam audiensi tersebut. Ia menyebut, masyarakat dan mahasiswa datang membawa persoalan dan harapan agar ada solusi konkret, namun justru tidak mendapatkan jawaban langsung dari para pemangku kebijakan.

“Kami datang membawa masalah dan berharap pulang membawa solusi untuk masyarakat. Tapi hari ini yang bersangkutan tidak hadir. Bahkan perwakilan yang dijanjikan pun tidak datang. Ini menjadi kekecewaan besar,” ujarnya.

Ia menilai, ketidakhadiran tersebut memperlihatkan kurangnya keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Azhar mengingatkan agar pemerintah daerah lebih responsif dan tidak terkesan menghindari setiap kali mahasiswa melakukan audiensi.

“Jangan sampai pemerintah terkesan hanya menerima gaji tanpa benar-benar memperhatikan kondisi masyarakat di lapangan. Ini menyangkut hak hidup dan kenyamanan warga,” tambahnya.

Jadwal Ulang Audiensi dan Pengumpulan Bukti

Audiensi tersebut dijadwalkan ulang pada 9 Maret mendatang. Azhar menyatakan bahwa pihaknya bersama masyarakat akan mempersiapkan bukti-bukti yang lebih kuat guna memperjelas dugaan adanya kesalahan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek.

“Kami akan mengumpulkan bukti yang lebih lengkap. Harapannya, pada pertemuan berikutnya semua pihak hadir dengan komitmen yang jelas, sehingga kita bisa mencari solusi bersama. Tujuan kami bukan mencari siapa yang salah, tapi bagaimana masalah ini bisa diselesaikan,” jelasnya.

Dugaan Konflik Kepentingan dan Desakan Audit

Lebih lanjut, Azhar menyoroti dugaan adanya keterlibatan oknum tertentu dalam pengelolaan proyek melalui badan usaha atau CV. Jika dugaan tersebut benar dan melibatkan pihak yang seharusnya berfungsi sebagai pengawas, menurutnya hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap etika dan tata kelola pemerintahan.

“Kalau benar ada pihak yang seharusnya mengawasi justru terlibat langsung dalam pelaksanaan teknis proyek, ini jelas menyalahi fungsi. Pemerintah seharusnya mengawasi dan memfasilitasi, bukan menjadi pelaksana teknis di lapangan. Itu tugas pihak ketiga,” tegasnya.

Ia juga menyinggung perbedaan kondisi sebelum dan sesudah pembangunan yang justru memperparah situasi banjir. Hal ini, menurutnya, mengindikasikan adanya masalah dalam perencanaan maupun pengerjaan proyek.

Atas dasar itu, BEM IPI Garut berkomitmen mengawal proses audit. Azhar menegaskan, apabila Inspektorat Kabupaten Garut dinilai lalai atau tidak serius menangani persoalan ini, pihaknya tidak segan untuk membawa laporan tersebut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Garut.

“Kami akan kawal proses audit ini. Jika memang ada kelalaian atau pembiaran, maka kami siap meningkatkan laporan ke ranah hukum. Ini menyangkut kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Azhar berharap pemerintah daerah melakukan introspeksi dan menjadikan persoalan ini sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perencanaan dan pengawasan proyek pembangunan, khususnya yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan keselamatan warga.***Willy/Deri Acong

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Sekda Ciamis Pastikan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Banjir Dari Gubernur Jabar Tersalurkan Utuh

Next Post

Respons Cepat di TKP, Polisi Evakuasi Korban Laka di Sukatani

Related Posts

Kapolres Garut Bersama Forkopimda Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas dengan Masyarakat Dalam Kegiatan Safari Ramadhan 1447 H.
deNews

Kapolres Garut Bersama Forkopimda Perkuat Silaturahmi dan Sinergitas dengan Masyarakat Dalam Kegiatan Safari Ramadhan 1447 H.

Kamis, 26 Februari 2026
Lakalantas Avanza Tabrak Truk di Pagaden Subang
Hukum dan Kriminal

Lakalantas Avanza Tabrak Truk di Pagaden Subang

Kamis, 26 Februari 2026
Binmas Polsek Jatiluhur Isi Pesantren Ramadhan di SMAN Jatiluhur
Hukum dan Kriminal

Binmas Polsek Jatiluhur Isi Pesantren Ramadhan di SMAN Jatiluhur

Kamis, 26 Februari 2026
Respons Cepat di TKP, Polisi  Evakuasi Korban Laka di Sukatani
Hukum dan Kriminal

Respons Cepat di TKP, Polisi Evakuasi Korban Laka di Sukatani

Kamis, 26 Februari 2026
Sekda Ciamis Pastikan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Banjir Dari Gubernur Jabar Tersalurkan Utuh
deNews

Sekda Ciamis Pastikan Bantuan Rp1,25 Miliar untuk Korban Banjir Dari Gubernur Jabar Tersalurkan Utuh

Kamis, 26 Februari 2026
Tingkatkan Ibadah Ramadhan Disnaker Ciamis, “Ngaji Dulu” Sebelum Ngantor!
deNews

Tingkatkan Ibadah Ramadhan Disnaker Ciamis, “Ngaji Dulu” Sebelum Ngantor!

Kamis, 26 Februari 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Audiensi SEGI Garut Pertanyakan Mekanisme Potongan Zakat Profesi Guru, Ini Hasilnya

Rabu, 2 Juni 2021

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

KabarDaerah

Direktur Utama PT. DJP Beberkan Dirinya Korban Skandal Proyek Pembangunan Gedung DiskopUKM

Selasa, 11 Agustus 2020

Bupati Lantik Dewan Pendidikan Garut Periode 2019-2024

Senin, 9 Desember 2019

Dampak Pandemi Covid-19 Pasar Induk Kembang TU Bogor Sepi Pembeli

Rabu, 13 Mei 2020

Bupati Bandung Bernostalgia Saat Safari Ramadan di Desa Cangkuang Wetan Dayeuhkolot

Kamis, 6 Maret 2025

GAS Garut Pertanyakan Kinerja Panpilkades Loloskan Balon Kades Modal Ijazah Tak Jelas

Senin, 10 Mei 2021

Keretakan Hubungan Bupati dan Wakil Bupati, Masuk Materi Interpelasi DPRD Indramayu

Selasa, 1 Februari 2022

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste