Dejurnal.com, Bandung- Legislator Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Anton Ahmad Fauzi, ST, yang juga pembina salah satu Satlat Kickboxing berencana di bulan Mei 2026 akan menggelar event Kickboxing antar pelajar, ORMAS, dan OKP di SOR Si Jalak Harupat.
Tujuan kegiatan ini, kata Anton yakni untuk memfasilitasi yang suka tawuran di jalanan agar mereka tersalurkan. Selain itu, karena Kickboxing sudah menjadi agenda olahraga di PON juga, Anton berharap dari Margahayu ada bibit-bibit yang bisa mewakili Kabupaten Bandung.
Hal tersebut disampaikan Legislator Fraksi Demokrat ini seusai menggelar reses di hari terakhir, Reses Masa Sidang II Tahun 2026 DPRD Kabupaten Bandung di Aula Pondok Dafa Komplek Margahayu Kencana Blok F 6 No 19 RT 05 RW 11 Desa Margahayu Selatan (Marsel) Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Rabu 24 Februari 2026.
Reses Anton kali ini, selain dihadiri ratusan konstituen dari desa setemoat dihadiri juga joleh Camat Margahayu Hj. tati Suharyati, SH., M.Si, Kapolsek Margahayu AKP Hasbi Ask Sidiqie, B.Sh, Danramil 2415/Margahayu Kapten Inf. Mamat Ra’idin, Pj Kepala Desa Margahayu Anton Hartawan, dan unsur lainnya.
Acara juga diisi dengan sambutan dan tausiah singkat dari tuan rumah Dai Farid ( Kang Dafa).
Camat Margahayu Hj. Tati Suharyati, dalam sambutannya ia menyoal Kamtibmas di Margahayu. Ia menyebut di depan kantor kecamatan di bulan Ramadan ini suka ada anak-anak main perang sarung. Menurutnya memang permainan anak-anak tapi membahayakan karena di dalam sarung itu memakai batu. Selain itu, di jalan kecil di Desa Sukamenak duka ada balapan liar. Karenanya Tati Suharyati meminta perhatian pihak keamanan untuk menertibkan.
Camat juga berharap kepada warga masyarakat untuk memanfaatkan reses tersebut, karena sekarang anggaran ke desa hanya 370 juta/ desa, jauh turun dari tahun-tahun sebelumnya, akibat imbas Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat ke Kabupaten Bandung dipangkas sampai Rp 1 triliun.
Menurut Tati Suharyati, biasanya pertengahan tahun jika ada pengurangan anggaran suka ada rekopusing. Beda dengan anggaran dari dewan atau e- pokir, sehingga Tati Suharyati mengaku merasa yakin dengan anggota dewan Anton Ahmad Fauzi bisa mengawal aspirasi.
“Meskipun Pak Anton ini anggota DPRD dari Dapil II yang mencakup 4 kecamatan tapi lebih memperhatikan Kecamatan Margahayu, karena beliau warga di sini,” kata Tati Suharyati.
Selain menyampaikan aspirasi secara tertulis, ada juga aspirasi yang disampaikan secara lisan dalam reses Anggota Komisi C ini. Diantaranya disampaikan Ny Sonya warga RW 04/16 mewakili para guru TK Al-Quran di tempat tersebut.
Sonya berharap ada perhatian dari Dewan karena sekolah tersebut belum ada bantuan, guru-guru pun belum ada insentif, dan juga akses jalan masuk minta ada perbaikan.
Aspirasi lainnya dari Widia RW 06, yang menginginkan nyaman dan aman menggunakan angkot Soreang Leuwipanjang, karena ia pernah merasakan ketidak nyamanan akibat ada ulah oknum sopir angkot yang ugal-ugalan dan minum tuak.
Anton Ahmad Fauji menyampaikan terima kasih kepada Camat Margahayu, Kapolsek, dan Danramil 2415 Margahayu yang kompak hadir tanpa mewakilkan seperti di reses sebelumnya.
Ia pun menanggapi pernyataan Camat Margahayu tentang Kamtibmas di lingkungan Kecamatan Margahayu, dan turut mendukung menciptakan keamanan dan ketertiban, serta berlangsungnya pembangunan di Kecamatan Margahayu.
Anton pun berterima kasih karena camat memenuhi janjinya memberi informasi bahwa di Kecamatan Margahayu ada lebih dari 100 perusahan. Anton mengaku akan mengecek keberadaan perusahaan tersebut apakah sudah menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan.
Terkait dana yang berkurang karena TKD yang dipangkas, menurut Anton tidak harus dari APBD untuk membantu keberlangsungan pembangunan , salah satunya dari CSR perusahaan.
Menurut Anton, di Desa Margahayu Tengah, dimana ia berdomisili sudah berjalan CSR sebesar Rp17 juta pertahun untuk membantu biaya sekolah, mbangun pos, dan kepentingan masyarakat lainnya. Pernyataan Anton ini sekaligus jawab terhadap aspirasi yang disampaikan Sonya.
Khusus usulan dari Sonya mengenai insentif Anton berjanji akan mengkomunikasikan dengan Komisi D, karena bidang pendidikan ada di komisi tersebut. “Insyaalloh akan disampaikan ke Komisi D, kebetulan Ketua Fraksi saya ada di Komisi D,” katanya.
Aspirasi Widia, yang dinilai Anton sebagai curhatan, ia mengaku tahu betul tentang keberadaan sopir angkot karena ia pernah menjalani profesi itu. Sebelum menjadi anggota DPRD pun sudah memiliki wadah para sopir angkot yakni Angkutan Kota Indonesi Club (AIC) Nusantara.
Menurut Anton hanya segelintir oknum saja yang meresahkan. Mungkin yang menjadi bahan untuk dikomunikasikan dengan pihak terkait mengenai jalur angkotnya ke depan.* Sopandi



















