CIAMIS, deJurnal,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis menggelar Forum Perangkat Daerah (FPD) dan Forum Konsultasi Publik (FKP) untuk membahas rancangan rencana kerja tahun 2027 di ruang rapat Dishub Ciamis, Rabu (11/3/2026)
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis, Uga Yugaswara, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah, khususnya di sektor transportasi.
Menurutnya, pelaksanaan forum perangkat daerah merupakan amanat regulasi dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan, sekaligus menjadi ruang untuk membahas rancangan awal rencana kerja Dishub Ciamis tahun 2027
“Forum ini pada intinya membahas rancangan rencana kerja perangkat daerah. Dasarnya berasal dari rumusan internal dinas untuk tahun 2027, sekaligus mengakomodasi berbagai usulan yang muncul dari hasil Musrenbang dan Renja Dishub,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai usulan dari masyarakat yang dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) turut menjadi bahan penting dalam penyusunan program prioritas di sektor perhubungan.
Dari hasil rekapitulasi usulan yang masuk dari kecamatan, tercatat sebanyak 66 usulan disampaikan oleh desa dan kecamatan. Setelah melalui proses verifikasi dan validasi, sebanyak 61 usulan ditetapkan sebagai prioritas kecamatan. Dari jumlah tersebut, akhirnya 52 usulan dinyatakan layak untuk ditindaklanjuti dalam perencanaan program Dishub.
Uga menambahkan, rencana kerja Dishub juga diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan daerah, termasuk enam program unggulan kepala daerah, salah satunya terkait penyediaan infrastruktur transportasi untuk mendukung konektivitas wilayah.
“Indikator kinerja dalam Renja Dishub juga harus selaras dengan indikator dalam RKPD. Karena itu, program yang disusun diarahkan untuk mendukung penguatan infrastruktur transportasi dan peningkatan layanan publik di bidang perhubungan,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan berbagai program di sektor transportasi.
Lebih lanjut Uga memaparkan, dari total pagu anggaran tahun 2026 sekitar Rp39 miliar, sebagian besar terserap untuk kewajiban pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU) kepada PLN yang mencapai sekitar Rp20 miliar per tahun. Selain itu, sekitar Rp8 miliar dialokasikan untuk belanja pegawai.
“Dengan kondisi tersebut, anggaran yang benar-benar bisa digunakan untuk kegiatan program hanya tersisa sekitar Rp3 miliar. Karena itu, kita harus benar-benar memprioritaskan program yang paling mendesak,” katanya.
Ia menyebutkan, keterbatasan anggaran membuat sejumlah program lebih difokuskan pada sektor lalu lintas dan transportasi, meskipun kebutuhan konektivitas wilayah seharusnya juga didukung melalui penguatan sektor angkutan.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan hasil evaluasi Forum Konsultasi Publik tahun 2026, yang mencatat tiga persoalan utama di bidang perhubungan.
Di antaranya masih belum optimalnya sosialisasi keselamatan lalu lintas, keterbatasan sarana dan prasarana keselamatan jalan, serta belum meratanya fasilitas penerangan jalan umum.
Sebagai langkah perbaikan, Uga menuturkan Dishub Ciamis telah merumuskan sejumlah strategi, antara lain peningkatan sosialisasi keselamatan lalu lintas, pemeliharaan sarana prasarana keselamatan jalan secara berkala, serta penyederhanaan sistem pelaporan kerusakan PJU.
“Ke depan kita juga sedang merintis layanan call center untuk mempermudah masyarakat melaporkan kerusakan PJU. Saat ini pelayanan masih banyak dilakukan secara manual melalui surat menyurat, tetapi secara bertahap kita sudah mengadopsi pelaporan melalui media sosial,” ungkapnya
Uga menambahkan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang perhubungan.
Dikatakan Uga Dishub Ciamis juga mulai mengembangkan konsep Smart PJU untuk mendukung efisiensi dan pengelolaan penerangan jalan yang lebih modern. Namun penerapannya masih terbatas di beberapa titik.
Dari total sekitar 70 ribu titik PJU yang ada di Kabupaten Ciamis, saat ini baru sekitar 50 persen yang telah menggunakan teknologi metalisasi atau sistem yang lebih efisien.
“Kami terus berupaya melakukan peningkatan secara bertahap agar pelayanan transportasi dan keselamatan jalan di Kabupaten Ciamis semakin baik,” pungkasnya. (Nay Sunarti)






















