CIAMIS, deJurnal,- Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram atau yang dikenal dengan “gas melon” mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis.
Kondisi tersebut semakin memprihatinkan menjelang Hari Raya, ketika kebutuhan rumah tangga meningkat tajam.
Di lapangan, antrean dan pencarian gas terjadi di berbagai titik. Mulai dari warung eceran, kios pangkalan, hingga agen resmi, hampir seluruhnya kehabisan stok.
Warga, terutama ibu rumah tangga, terpaksa berkeliling dari satu tempat ke tempat lain demi mendapatkan tabung gas untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Fenomena ini tidak hanya memicu keresahan, tetapi juga mengganggu aktivitas rumah tangga masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas elpiji bersubsidi.
Salah seorang pedagang gas di lingkungan Dewasari, Dilla mengaku pasokan yang diterimanya sangat terbatas dan tidak sebanding dengan tingginya permintaan masyarakat.
“Kami juga serba bingung. Biasanya dapat pasokan lebih, tapi sekarang hanya dijatah sekitar enam tabung saja. Itu pun langsung habis dalam hitungan jam karena banyak warga yang mencari,” ujarnya. Jumat (20/03/2026)
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat dirinya tidak bisa melayani pelanggan secara maksimal. Bahkan tak jarang harus menolak pembeli yang sudah datang jauh-jauh.
“Kadang kasihan juga sama ibu-ibu yang sudah keliling. Tapi mau bagaimana lagi, stoknya memang tidak ada. Kami berharap distribusi bisa kembali normal, apalagi ini menjelang Lebaran,” tambahnya.
Sementara itu, keluhan juga datang dari kalangan ibu rumah tangga yang menjadi pihak paling terdampak. Mereka mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan memasak karena gas elpiji sulit didapat.S
Siti (42), salah seorang ibu rumah tangga, mengungkapkan bahwa dirinya harus mencari gas hingga ke beberapa lokasi namun tetap tidak mendapatkannya.
“Sudah muter ke beberapa warung, pangkalan, sampai agen, semuanya kosong. Padahal gas ini kebutuhan utama untuk masak sehari-hari, apalagi sekarang mau Lebaran,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan tersebut, terutama dengan memastikan ketersediaan stok di lapangan.
“Kami mohon kepada pihak terkait agar lebih siap dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari besar seperti Lebaran. Jangan sampai kami kesulitan seperti ini terus,” harapnya.
Masyarakat menekankan adanya pengawasan distribusi yang lebih ketat serta penambahan pasokan gas elpiji subsidi agar kelangkaan tidak berlarut-larut.
Jika tidak segera diatasi, kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin membebani warga, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. (Nay Sunarti)





















