CIAMIS, deJurnal — Di balik hangatnya tradisi saling memaafkan, Halalbihalal yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ciamis tak sekadar menjadi ajang silaturahmi.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kopi Qitri tersebut dimanfaatkan sebagai momentum awal konsolidasi, terutama bagi jajaran pengurus baru yang kini mendominasi struktur partai. Rabu (25/03/2026).
Suasana Lebaran menjadi ruang untuk mempertemukan wajah-wajah baru yang sebelumnya belum saling mengenal.
Momentum ini digunakan untuk menyatukan ritme, menyamakan arah, serta memastikan mesin partai bergerak dalam satu komando.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Ciamis, Dede Iwan, mengakui pentingnya forum tersebut di tengah komposisi kepengurusan yang baru.
“Dengan banyaknya pengurus baru, Halalbihalal ini menjadi cara paling efektif untuk saling mengenal. Dari sini kita mulai membangun kekompakan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sesuai arahan Ketua DPC PDI Perjuangan Ciamis, H. Nanang Permana, soliditas internal merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
“Seluruh elemen partai, mulai dari tingkat DPC, PAC hingga ranting, diminta bergerak dalam satu irama,” tegasnya.
Namun demikian, kata Dede di balik suasana kebersamaan tersebut, tersimpan tantangan besar. Para pengurus baru tidak hanya dituntut hadir, tetapi juga harus cepat beradaptasi dan langsung bekerja.
“Tidak ada waktu terlalu lama untuk sekadar belajar. Semua harus langsung bergerak,” katanya.
Lebih lanjut Dede menekankan, tugas kader tidak hanya sebatas menjalankan struktur organisasi, tetapi juga menghadirkan ideologi partai di tengah masyarakat.
“Kita bicara Pancasila, tapi jangan sampai hanya jadi slogan. Nilai-nilainya harus benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dede mengungkapkan DPC PDI Perjuangan Ciamis juga memaparkan target politik ke depan.
“Partai menargetkan dua kursi DPR RI, dua kursi DPRD Provinsi, serta 12 kursi DPRD Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.
Menurut Dede target tersebut dinilai cukup menantang di tengah persaingan politik yang semakin ketat. Karena itu, Dede menegaskan pentingnya kerja nyata sejak dini.
“Kalau tidak mulai bergerak dari sekarang, sulit berharap hasil maksimal. Kita harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya aktif di internal,” katanya.
Dede menambahkan, Halalbihalal kali ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Kegiatan ini menjadi titik awal sekaligus ujian bagi kepengurusan baru.
“Di sini akan terlihat apakah pengurus benar-benar siap bekerja atau hanya hadir dalam seremoni,” tuturnya.
Dalam dunia politik, suasana hangat sebuah acara bisa cepat berlalu. Pada akhirnya, yang menentukan adalah kerja nyata, bukan sekadar wacana.
“Yang bertahan itu kerja, bukan euforia sesaat,” pungkas Dede (Nay Sunarti)















