CIAMIS, deJurnal,- Gerakan Amaliyah Ciamis Cinta Organik Sejati (GACCORS) menggelar silaturahmi Idulfitri 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan persiapan lanjutan program PSRLB.
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua GACCORS di wilayah Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jumat (27/03/2026).

Kegiatan menjadi momentum penting bagi GACCORS untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mematangkan arah pengembangan pertanian organik berkelanjutan di Ciamis.
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga difokuskan pada evaluasi program serta penyusunan langkah strategis ke depan.
Ketua GACCORS, H Udin Saepudin, menyampaikan silaturahmi memiliki nilai strategis dalam menjaga kesinambungan gerakan pertanian organik.
“Momentum Idulfitri kami manfaatkan tidak hanya untuk mempererat kebersamaan, tetapi juga untuk menyatukan komitmen dalam menjalankan program. PSRLB harus terus dikawal agar memberikan dampak nyata bagi petani dan lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan pertanian organik merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
Sementara itu, Koordinator Bidang GACCORS, Kuswara Suwarman, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut secara khusus membahas kesiapan lanjutan program PSRLB, termasuk penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kualitas produksi.
“Fokus kami tidak hanya pada peningkatan hasil, tetapi juga pada pemberdayaan petani serta pemulihan kondisi lingkungan. Program ini harus berjalan bertahap namun konsisten,” katanya.
Dalam forum tersebut, GACCORS juga mengundang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis untuk memberikan arahan strategis, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara komunitas, petani, dan pemerintah daerah.
Adapun sejumlah poin penguatan yang menjadi perhatian dalam lanjutan program PSRLB meliputi, Pengembangan program secara swadaya dan berkelanjutan, Peningkatan kapasitas petani melalui sistem edukasi berbasis digital (LMS), Penguatan pengawasan kualitas hasil produksi, khususnya beras organik, Pengembangan model pemberdayaan berbasis GACCORS sebagai rujukan regional, Penguatan sistem pendukung, termasuk pola kemitraan dan kontrak produksi.
Melalui langkah tersebut, Kuswara optimistis GACCORS mampu mendorong terwujudnya sistem pertanian yang lebih sehat, mandiri, dan berwawasan lingkungan di Kabupaten Ciamis.
Kegiatan juga kata Kuswara sekaligus menegaskan komitmen GACCORS untuk terus menjadi motor penggerak dalam transformasi pertanian organik yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Novi Nuryanti Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Pertanian menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Gerakan Amaliah Ciamis Cinta Organik Sejati (GACCORS).
Ia menuturkan, hingga saat ini GACCORS terus menunjukkan konsistensi dan pergerakan aktif di berbagai wilayah di Kabupaten Ciamis dalam mengembangkan pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan melalui metode System of Rice Intensification (SRI) Organik.
Menurutnya, gerakan tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi serta kesadaran kolektif para petani dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Selain mampu menjaga kesuburan tanah, metode ini juga menghasilkan produk pangan yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat.
“Gerakan ini sangat positif karena tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Novi menegaskan upaya yang dilakukan GACCORS sejalan dengan visi dan harapan Bupati Ciamis dalam mewujudkan Kabupaten Ciamis sebagai Kabupaten Organik.
Untuk itu, pihaknya berharap gerakan ini dapat terus diperluas dan diperkuat melalui pendampingan penyuluhan yang berkelanjutan, penguatan kelembagaan petani, serta dukungan lintas sektor.
“Dengan kolaborasi yang solid, kita optimistis pembangunan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Ciamis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















