Dejurnal.com, Bandung – Keluarga besar Bank Kerta Raharja Kabupaten Bandung menggelar Halal Bihalal dan Doa Bersama di Aula Pondok Pesantren Darul Ma’arif Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis 2 Maret 2026.
Selain dihadiri oleh Komisaris Utama Bank Kerta Raharja, Drs. H. Idat Mustari, S.H., M.H.,dan Direktur Utama Bank Kerta Raharja, Ir. H. Aep Hendar Cahyad, M.H., acara tersebut dihadiri juga oleh Direktur Kepatuhan Evi Yulianti, S.T., Direktur Operasional Roni Maryono, S.E., dan Komisaris Firman Budiawan, SH.
Acara Halal bihalal dan doa bersama yang dipimpin oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif KH. Sofyan Yahya, MA diisi juga dengan pemberian santunan kepada puluhan keluarga prasejahtera dan anak yatim.
Komisaris Utama BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung Idat Mustari mengapresiasi setinggi tingginya kepada seluruh direksi, seluruh pimcam, dan kepada seluruh karyawan yang telah bekerja dengan baik sehingga Bank Kerta Raharja sampai saat ini eksistensinya tetap terjaga.
Menurutnya ada dua hal yang menyebabkan eksistensi Bank Kerta Raharja tetap terjaga, yaitu karena jajaran direksi, dan seluruh karyawannya bekerja dengan baik, bekerja sesuai dengan aturan.
“Yang kedua, yang tidak boleh dilupakan karena Allah kasih menolong kita. Tanpa pertolongan dari Allah kita tidak ada apa-apanya,” katanya.
Oleh sebab itu, Idad menyampaikan terima kasih kepada KH. Uya Mulyana sebagai inisiator terselenggaranya doa bersama di Ponpes Darul Ma’arif, begitu pun Idad berterima kasih kepada KH. Sofyan Yahya sebagai Pimpinan Ponpes Darur Ma’arif yang memimpin doa dan mengijinkan Aula Darur Ma’arif sebagai tempat Halal bi Balal dan doa bersama.
Direktur Utama Bank Kerta Raharja, Ir. H. Aep Hendar Cahyad, M.H. mengatakan bahwa Halal bihalal dan doa bersama tersebut dalam rangka mewujudkan Visi Bank Kerta Raharja, yakni “Menjadi BPR yang Maju, Agamis, Sejahtera dan Berkelanjutan untuk Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Tahun 2029.”
Aep Hendar Cahyad berharap dengan doa bersama ini terkabul semua cita-cita memajukan Kabupaten Bandung khususnya BPR Kerta Raharaja lebih maju dan bisa eksis di Perbankan yang selama ini banyak permasalahan yang timbul. ” Mudah-mudahan terselesaikan sebaik-baiknya,” katanya.
Seperti dikatakan KH. Sofyan Yahya, kata Aep Hendar, bahwa kendala selalu ada dalam setiap usaha. “Setiap permasalahan itu hal yang biasa. Kita hidup dengan berbagai permasalahan yang timbul. Seperti di BPR, bisa diselesaikan sampai BPR itu lebih maju, lebih bedas,” ktanya.
Aep Hendar menyebutkan, aset BPR Kerta Raharja turun, tapi dengan kondisi bahwa ada setoran modal yang dikembalikan Sebasar Rp 50 miliar. “Tapi aset juga tidak turun secara drastis sebagai pertimbangan aset itu diperbaiki dan dibarengi dengan kinerja bahwa laba kita semakin meningkat dari tahun sebelumnya, tahun 2024. Jadi secara zero laba meningkat,” kata Aep.
Terkait program pinjaman dana bergulir BPR Kerta Raharja kata Aep mendapat modal nonpermanen tahun 2026 hasil yang dicapai di tahun 2025 ekspansi sampai Rp 97 miliar, dan 2026 dialokasikan dari setoran modal bergulir yang sudah disetujui oleh Dewan disepakati sebesar Rp20 miliar.
“Kalau sudah selesai prosedur-prosedur yang kita tempuh mungkin di 2026 ini akan disalurkan,” pungkas Aep Hendar.* Sopandi















