CIAMIS, deJurnal,- Kisah inspiratif datang dari ajang Condong Archery Open Kejuaraan Panahan Pelajar 1 Condong se-Jawa Barat Tahun 2026.
Dua bersaudara asal Kabupaten Ciamis berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai bagian dari Ciamis Archery Schooling Club.
Adalah Arisha Zhafira yang sukses meraih juara 2 pada kategori U-9, serta sang kakak, Aisha Zahra, yang tampil gemilang dengan menyabet juara 1 pada kategori U-18 putri.
Prestasi keduanya menjadi bukti bahwa kerja keras dan pembinaan yang tepat mampu melahirkan atlet berprestasi, bahkan dari satu keluarga.
Arisha Zhafira mengaku senang bisa meraih juara dan membawa nama baik daerahnya di ajang tersebut.
“Alhamdulillah senang banget bisa juara 2. Aku jadi lebih semangat latihan lagi supaya ke depan bisa lebih baik dan bisa jadi juara 1,” ujarnya polos.
Sementara itu, Aisha Zahra mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya setelah melalui proses latihan yang tidak mudah.
“Alhamdulillah bersyukur bisa meraih juara 1. Ini hasil dari latihan dan doa. Semoga ke depan bisa terus konsisten dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Coach Nasirin menilai keberhasilan dua bersaudara ini bukan hal kebetulan, melainkan hasil dari proses latihan yang disiplin dan dukungan keluarga yang kuat.
“Keduanya menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Arisha dan Aisha punya karakter berbeda, tapi sama-sama memiliki fokus dan semangat latihan yang tinggi. Ini yang membuat mereka bisa tampil maksimal di kompetisi,” ujar Nasirin.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut juga menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk terus berlatih dan tidak mudah menyerah.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi keluarga, tapi juga untuk Ciamis Archery Schooling Club. Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet lain,” tambahnya.
Sementara itu, orang tua kedua atlet, Aep Muplihudin mengaku bangga dan terharu atas pencapaian anak-anaknya. Ia menyebut, proses yang dilalui tidak instan dan membutuhkan komitmen serta dukungan penuh dari keluarga.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga. Mereka berdua memang sudah lama berlatih dan sering ikut kompetisi. Kami sebagai orang tua hanya berusaha mendukung, baik dari segi waktu, motivasi, maupun kebutuhan latihan,” ungkap Aep.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan dan olahraga bagi anak-anaknya.
Tidak lupa pula dukungan dari sang ibu Alifia Permata Sari Putri yang selalu membersamai kegiatan latihan kedua putrinya.
“Saya selalu mengingatkan agar tetap fokus sekolah, tapi juga serius saat latihan. Yang penting anak-anak menikmati prosesnya dan tetap disiplin,” tambahnya.
Keberhasilan dua bersaudara tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara latihan, pembinaan, dan dukungan keluarga mampu melahirkan prestasi gemilang.
Ciamis Archery Schooling Club pun optimistis dapat terus mencetak atlet-atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. (Nay Sunarti)















