Dejurnal.com, Garut – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut terus memperkuat upaya peningkatan kualitas konsumsi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan pangan. Salah satunya dilakukan melalui Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan yang saat ini dipimpin oleh H. Ooh Idham Holid, BE., S.Sos., M.Si.
Saat ditemui dejurnal.com di ruangan kerjanya, Selasa (12/5/2026), H. Ooh Idham Holid menjelaskan bahwa dirinya saat ini masih melanjutkan berbagai program yang sebelumnya telah dirancang dan berjalan di bidang tersebut.
Menurutnya, selama tiga bulan terakhir pihaknya fokus mengikuti dan menjalankan program-program yang sudah tersusun agar pelaksanaan kegiatan tetap berjalan optimal dan berkesinambungan.
“Untuk tiga bulan ini kami mengikuti terlebih dahulu program-program yang memang sudah direncanakan sebelumnya, karena kegiatan di bidang konsumsi dan penganekaragaman pangan ini sudah berjalan cukup lama dan memiliki tahapan yang harus terus dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa program utama yang saat ini menjadi fokus pelaksanaan di Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan. Salah satunya adalah program OPAL atau Obor Pangan Lestari.
Program tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar mampu memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan dan peternakan sederhana seperti ayam petelur. Program ini juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan sehat di lingkungan sekolah maupun kelompok PKK.
“Program OPAL ini fokus pada pengembangan tanaman sayuran dan ayam petelur. Nantinya program ini bisa diterapkan di sekolah-sekolah maupun kelompok PKK agar masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan secara produktif,” katanya.
Selain OPAL, Dinas Ketahanan Pangan juga memiliki program bantuan olah pangan yang ditujukan bagi kelompok wanita tani maupun kelompok masyarakat lainnya. Bantuan tersebut berupa alat pengolahan pangan yang bertujuan membantu memperlancar usaha masyarakat dalam mengembangkan produk pangan olahan.
Ia mencontohkan, bantuan alat tersebut dapat digunakan untuk mempercepat proses produksi makanan olahan seperti keripik dan berbagai produk pangan lokal lainnya.
“Bantuan olah pangan ini diberikan untuk membantu masyarakat, terutama kelompok wanita tani, agar usaha pengolahan pangannya lebih berkembang. Misalnya alat untuk membuat keripik agar proses produksinya lebih cepat dan lebih baik,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga terus menjalankan program B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan sehat dan bergizi.
Menurut H. Ooh Idham, program B2SA terus disosialisasikan kepada masyarakat agar pola makan keluarga semakin baik dan kebutuhan gizi dapat terpenuhi secara seimbang.
“Kami terus mengedukasi masyarakat melalui program B2SA supaya masyarakat memahami pentingnya pola makan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program pemanfaatan pekarangan rumah melalui bantuan bibit tanaman yang diberikan kepada kelompok PKK maupun kelompok tani. Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.
“Melalui bantuan bibit tanaman ini masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami sayuran maupun tanaman pangan lainnya sehingga bisa membantu kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
H. Ooh Idham berharap seluruh program yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga dan kesejahteraan kelompok tani.
“Harapan saya, dengan adanya berbagai program ini masyarakat dan kelompok tani bisa lebih terbantu, terutama dalam membangun pola makan yang bergizi serta mampu memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan sebaik-baiknya. Yang paling penting program ini dapat dipelihara dan berkelanjutan,” tuturnya.***Deri Acong
















