Dejurnal.com, Garut – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan. Politisi yang dikenal aktif turun langsung ke masyarakat tersebut bergerak cepat mengunjungi kediaman korban kebakaran di Kampung Bojongjengkol, Desa Sukalaksana, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk menemui Ma Epon (70), seorang janda lanjut usia yang mengalami musibah kebakaran hebat yang menghanguskan rumahnya hingga rata dengan tanah. Kehadiran Yudha di lokasi menjadi bentuk empati sekaligus upaya memastikan korban mendapatkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak.
Saat tiba di lokasi, Yudha melihat langsung kondisi rumah yang kini hanya menyisakan puing-puing bekas kebakaran. Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal Ma Epon dan keluarganya tidak lagi dapat ditempati akibat amukan si jago merah yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Peristiwa tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan rumah, tetapi juga menimbulkan kerugian material yang cukup besar. Selain seluruh bagian rumah yang ludes terbakar, satu ekor kambing milik keluarga turut mati terbakar. Dua unit sepeda motor milik anak Ma Epon juga tidak berhasil diselamatkan dan hangus dilalap api.
Sebagian besar barang berharga dan kebutuhan rumah tangga yang berada di dalam rumah ikut musnah. Perabotan, pakaian, dokumen penting, hingga berbagai perlengkapan sehari-hari tidak sempat diselamatkan karena kobaran api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan.
Meski demikian, keluarga korban masih bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan bangunan. Namun, kehilangan tempat tinggal serta harta benda yang dimiliki tentu menjadi cobaan berat yang harus mereka hadapi.
Dalam kesempatan tersebut, Yudha Puja Turnawan menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai sebagai bentuk kepedulian kepada korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga selama masa darurat pasca kebakaran.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Ma Epon dan keluarga. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu kebutuhan sehari-hari dan memberikan semangat kepada keluarga untuk bangkit kembali setelah mengalami musibah ini,” ujar Yudha saat berada di lokasi.
Menurut Yudha, kondisi Ma Epon yang merupakan seorang lansia dan hidup sebagai janda harus menjadi perhatian bersama. Ia menilai pemerintah daerah perlu hadir secara cepat untuk memberikan solusi nyata, terutama terkait kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi korban.
Ia menegaskan bahwa rumah merupakan kebutuhan paling mendasar yang harus segera dipenuhi. Tanpa tempat tinggal yang memadai, Ma Epon akan menghadapi berbagai kesulitan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terlebih dengan kondisi usia yang sudah lanjut.
Karena itu, Yudha mendorong Pemerintah Kabupaten Garut agar segera melakukan langkah-langkah percepatan bantuan. Ia berharap berbagai instansi dan lembaga dapat bergotong royong membantu proses pembangunan kembali rumah yang telah habis terbakar.
Secara khusus, Yudha meminta perhatian dari Bupati Garut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Bank BJB, BPR Garut, Baznas Kabupaten Garut, serta program bantuan yang bersumber dari iuran Korpri agar dapat bersama-sama membantu korban.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dunia perbankan, organisasi kemasyarakatan, dan para dermawan sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan pasca bencana. Dengan adanya sinergi tersebut, pembangunan rumah baru bagi Ma Epon dapat segera direalisasikan.
“Saya berharap semua pihak dapat bergerak cepat. Kondisi Ma Epon saat ini sangat memerlukan bantuan.
Semoga ada perhatian dan dukungan dari berbagai instansi agar rumah beliau bisa segera dibangun kembali,” tegasnya.
Akibat rumahnya habis terbakar, saat ini Ma Epon terpaksa tinggal sementara di sebuah mushala yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tempat tersebut menjadi satu-satunya lokasi yang bisa digunakan untuk beristirahat sambil menunggu adanya bantuan dan kepastian pembangunan rumah.
Kondisi tersebut tentu tidak mudah bagi seorang perempuan lansia yang harus menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai keterbatasan. Selain membutuhkan tempat tinggal yang layak, korban juga memerlukan dukungan moral agar tetap kuat menghadapi cobaan yang menimpanya.
Kehadiran Yudha Puja Turnawan di tengah-tengah korban mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai langkah cepat tersebut menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat kecil yang sedang mengalami kesulitan.
Masyarakat berharap bantuan dari pemerintah dan berbagai pihak dapat segera terealisasi sehingga Ma Epon tidak terlalu lama hidup dalam kondisi serba terbatas. Warga juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial dalam membantu sesama yang tertimpa musibah.
Peristiwa kebakaran yang menimpa Ma Epon menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial memiliki peran penting dalam membantu warga bangkit dari keterpurukan. Dengan dukungan pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan Ma Epon beserta keluarganya dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik setelah musibah yang menguras tenaga, pikiran, dan harta benda tersebut.***Willy














