• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

BKPSDM Ciamis Luncurkan SAPAKAT SEHAT, Percepat Pengembangan Karier Tenaga Kesehatan Berbasis Digital

bydejurnalcom
Selasa, 28 Juli 2026
Reading Time: 3 mins read
BKPSDM Ciamis Luncurkan SAPAKAT SEHAT, Percepat Pengembangan Karier Tenaga Kesehatan Berbasis Digital
ShareTweetSend

Ciamis, deJurnal – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat tata kelola sumber daya manusia aparatur melalui inovasi berbasis digital.

Salah satu langkah nyata diwujudkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis melalui implementasi SAPAKAT SEHAT (Strategi Akselerasi Pelayanan Pengembangan Karier dan Pangkat Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan).

Inovasi tersebut merupakan implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digagas Kepala Bidang Pengembangan Karier, Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Kabupaten Ciamis, Widiya Pranata, S.STP., M.M.

BacaJuga :

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Sebagai tahap awal implementasi, BKPSDM menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SAPAKAT SEHAT di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Rabu 22 Juli 2026, yang diikuti Kepala Subbagian Tata Usaha serta pengelola kepegawaian dari 37 puskesmas se-Kabupaten Ciamis.

SAPAKAT SEHAT hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan pengembangan karier jabatan fungsional tenaga kesehatan.

Sebelumnya, proses pengusulan masih dilakukan melalui administrasi manual, pengiriman dokumen secara parsial hingga penyimpanan menggunakan Google Drive.

Kondisi tersebut menyebabkan data belum terintegrasi secara optimal, dokumen berpotensi tercecer, serta kerap terjadi perbedaan data antara aplikasi Kementerian Kesehatan dengan Sistem Informasi ASN (SIASN) Badan Kepegawaian Negara.

Dampaknya, proses pengembangan karier dan kenaikan pangkat tenaga kesehatan sering mengalami keterlambatan sehingga berpengaruh terhadap pemenuhan hak-hak aparatur.

Melalui SAPAKAT SEHAT, seluruh proses usulan pengembangan karier kini diintegrasikan dalam satu sistem digital yang menghubungkan puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga BKPSDM dalam satu alur pelayanan yang lebih efektif.

Salah satu keunggulan aplikasi tersebut adalah tersedianya peta jabatan digital secara real time yang menampilkan kebutuhan formasi jabatan fungsional tenaga kesehatan secara terbuka dan selalu diperbarui sesuai dinamika kepegawaian, seperti kenaikan jenjang jabatan, kenaikan pangkat, pensiun, maupun perubahan lainnya.

Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan karier, pengangkatan, hingga perpindahan jabatan fungsional secara lebih akurat, dengan tetap mengacu pada persetujuan formasi dari Kementerian PANRB sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Widiya, SAPAKAT SEHAT bukan sekadar aplikasi digital, tetapi merupakan bagian dari transformasi pelayanan kepegawaian yang menempatkan data sebagai dasar utama dalam pengambilan kebijakan.

“Melalui SAPAKAT SEHAT kami ingin membangun sistem pelayanan pengembangan karier tenaga kesehatan yang lebih cepat, terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses dapat dipantau secara jelas sehingga meminimalkan keterlambatan maupun ketidaksesuaian data yang selama ini menjadi kendala,” ujar Widiya.

Ia menambahkan, digitalisasi layanan juga diharapkan mampu memberikan kepastian kepada tenaga kesehatan dalam memperoleh hak pengembangan karier sesuai regulasi yang berlaku.

Selama ini tantangan terbesar bukan hanya pada proses administrasi, tetapi juga sinkronisasi data antarinstansi.

“Dengan SAPAKAT SEHAT, seluruh pihak memiliki data yang sama sehingga proses pengusulan menjadi lebih efektif, tepat waktu, dan mudah dikendalikan. Pada akhirnya, yang kami bangun adalah sistem pelayanan yang memberi kepastian sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian,” jelasnya.

Lebih lanjut, Widiya menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tersebut sangat bergantung pada komitmen seluruh pengelola kepegawaian di puskesmas sebagai pengguna utama aplikasi.

“Aplikasi hanyalah alat. Yang paling menentukan adalah komitmen seluruh pengelola kepegawaian untuk menyajikan data yang valid dan memperbaruinya secara berkala. Jika itu berjalan baik, proses pengembangan karier tenaga kesehatan akan jauh lebih cepat, tertib, dan akurat,” katanya.

Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut, BKPSDM menargetkan terciptanya kesamaan persepsi seluruh pengelola kepegawaian di 37 puskesmas mengenai fungsi, alur, dan manfaat SAPAKAT SEHAT.

Selain itu, peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis dalam mengoperasikan aplikasi, mulai dari proses input data hingga pemantauan jalur karier, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung transformasi layanan kepegawaian berbasis digital.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., melalui Sekretaris BKPSDM Ciamis Ir. Tini Lastiniwati, M.P., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal.

Ia meminta peserta aktif berdiskusi, menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta memanfaatkan tim teknis dan tim administrasi yang telah disiapkan sebagai helpdesk dan pendamping implementasi aplikasi.

“Keberhasilan SAPAKAT SEHAT merupakan tanggung jawab bersama. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan pengembangan karier tenaga kesehatan yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian terhadap pemenuhan hak-hak aparatur,” ujarnya.

Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap manajemen pengembangan karier jabatan fungsional tenaga kesehatan dapat berlangsung lebih terukur, berbasis data, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.

Pada akhirnya, transformasi tata kelola kepegawaian tersebut diharapkan berdampak pada meningkatnya profesionalisme aparatur sekaligus kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ada Dugaan Para Kepala SPPG Terima Fee dari Mitra dan Supplier, PWI Purwakarta: Itu Gratifikasi dan Pidana!

Next Post

Menolak Lupa : Klinik Paru Garut Berdiri di Bekas Kompleks Pemakaman Astana Kalong, Tepat di Samping Makam Bupati Bandung

Related Posts

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI
deNews

Pemusatan Pelatihan Paskibraka Garut 2026 Dimatangkan, 35 Calon Pengibar Siap Sukseskan Upacara HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026
Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra
deNews

Rapat Paripurna DPRD Garut Bahas Rancangan KUAPPAS Diwarnai Aksi Walkout Fraksi Gerindra

Kamis, 13 Agustus 2026
GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan
deNews

GOW dan IIDI Ciamis Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti
deNews

BAZNAS Ciamis Salurkan Kursi Roda dan Bantuan RLHB di Cihaurbeuti

Kamis, 13 Agustus 2026
DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati  KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
deNews

DPRD dan Pemkab Bandung Sepakati KUA-PPAS APBD 2027 serta Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Kamis, 13 Agustus 2026
BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja
deNews

BAZNAS Ciamis Luncurkan Kampung Zakat ke-14 di Bangunharja

Kamis, 13 Agustus 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Selain Diduga Lalai CSR, Peternakan Ayam Manggis Pandang Sebelah Mata Muspika Mande

Rabu, 6 November 2019

FPPG Kecewa, Audiensi DPRD Terkait Zakat TPG Tak Dihadiri Disdik, Baznas dan BJB

Jumat, 21 Mei 2021

KabarDaerah

Dadang Supriatna Bertemu Dadang M. Naser, Jelang Hari Jadi ke 384 Kabupaten Bandung

Selasa, 15 April 2025

Aplikasi Daluwang, Solusi Tanda Tangan Untuk Dokumen Dimasa Pandemi

Rabu, 7 Oktober 2020
Spanduk Desa Sukaluyu yang menjadi pro dan kontra.

Tolak Minta Maaf Terkait Tulisan di Spanduk, Kades Sukaluyu : Itu Kampanye Lingkungan

Selasa, 27 April 2021

Bupati Sukabumi Tinjau Banjir Bandang Cicurug, Tercatat 983 Rumah Rusak Dan 3 Orang Meninggal

Selasa, 22 September 2020

Polsek Binong Monitoring Program Lembur Tohaga Di Desa Kediri

Minggu, 6 September 2020

Ruang Pelayanan Desa Cikidang Tampil dengan Wajah Baru, Demi Kenyamanan Masyarakat Desa

Kamis, 8 Agustus 2024

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste