Ciamis, deJurnal – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat tata kelola sumber daya manusia aparatur melalui inovasi berbasis digital.
Salah satu langkah nyata diwujudkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis melalui implementasi SAPAKAT SEHAT (Strategi Akselerasi Pelayanan Pengembangan Karier dan Pangkat Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan).
Inovasi tersebut merupakan implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digagas Kepala Bidang Pengembangan Karier, Mutasi dan Kepangkatan BKPSDM Kabupaten Ciamis, Widiya Pranata, S.STP., M.M.
Sebagai tahap awal implementasi, BKPSDM menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SAPAKAT SEHAT di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Rabu 22 Juli 2026, yang diikuti Kepala Subbagian Tata Usaha serta pengelola kepegawaian dari 37 puskesmas se-Kabupaten Ciamis.
SAPAKAT SEHAT hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi dalam pengelolaan pengembangan karier jabatan fungsional tenaga kesehatan.
Sebelumnya, proses pengusulan masih dilakukan melalui administrasi manual, pengiriman dokumen secara parsial hingga penyimpanan menggunakan Google Drive.
Kondisi tersebut menyebabkan data belum terintegrasi secara optimal, dokumen berpotensi tercecer, serta kerap terjadi perbedaan data antara aplikasi Kementerian Kesehatan dengan Sistem Informasi ASN (SIASN) Badan Kepegawaian Negara.
Dampaknya, proses pengembangan karier dan kenaikan pangkat tenaga kesehatan sering mengalami keterlambatan sehingga berpengaruh terhadap pemenuhan hak-hak aparatur.
Melalui SAPAKAT SEHAT, seluruh proses usulan pengembangan karier kini diintegrasikan dalam satu sistem digital yang menghubungkan puskesmas, Dinas Kesehatan, hingga BKPSDM dalam satu alur pelayanan yang lebih efektif.
Salah satu keunggulan aplikasi tersebut adalah tersedianya peta jabatan digital secara real time yang menampilkan kebutuhan formasi jabatan fungsional tenaga kesehatan secara terbuka dan selalu diperbarui sesuai dinamika kepegawaian, seperti kenaikan jenjang jabatan, kenaikan pangkat, pensiun, maupun perubahan lainnya.
Data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan karier, pengangkatan, hingga perpindahan jabatan fungsional secara lebih akurat, dengan tetap mengacu pada persetujuan formasi dari Kementerian PANRB sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Widiya, SAPAKAT SEHAT bukan sekadar aplikasi digital, tetapi merupakan bagian dari transformasi pelayanan kepegawaian yang menempatkan data sebagai dasar utama dalam pengambilan kebijakan.
“Melalui SAPAKAT SEHAT kami ingin membangun sistem pelayanan pengembangan karier tenaga kesehatan yang lebih cepat, terintegrasi, transparan, dan akuntabel. Seluruh proses dapat dipantau secara jelas sehingga meminimalkan keterlambatan maupun ketidaksesuaian data yang selama ini menjadi kendala,” ujar Widiya.
Ia menambahkan, digitalisasi layanan juga diharapkan mampu memberikan kepastian kepada tenaga kesehatan dalam memperoleh hak pengembangan karier sesuai regulasi yang berlaku.
Selama ini tantangan terbesar bukan hanya pada proses administrasi, tetapi juga sinkronisasi data antarinstansi.
“Dengan SAPAKAT SEHAT, seluruh pihak memiliki data yang sama sehingga proses pengusulan menjadi lebih efektif, tepat waktu, dan mudah dikendalikan. Pada akhirnya, yang kami bangun adalah sistem pelayanan yang memberi kepastian sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola kepegawaian,” jelasnya.
Lebih lanjut, Widiya menegaskan bahwa keberhasilan inovasi tersebut sangat bergantung pada komitmen seluruh pengelola kepegawaian di puskesmas sebagai pengguna utama aplikasi.
“Aplikasi hanyalah alat. Yang paling menentukan adalah komitmen seluruh pengelola kepegawaian untuk menyajikan data yang valid dan memperbaruinya secara berkala. Jika itu berjalan baik, proses pengembangan karier tenaga kesehatan akan jauh lebih cepat, tertib, dan akurat,” katanya.
Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut, BKPSDM menargetkan terciptanya kesamaan persepsi seluruh pengelola kepegawaian di 37 puskesmas mengenai fungsi, alur, dan manfaat SAPAKAT SEHAT.
Selain itu, peserta diharapkan memiliki kemampuan teknis dalam mengoperasikan aplikasi, mulai dari proses input data hingga pemantauan jalur karier, sekaligus membangun komitmen bersama dalam mendukung transformasi layanan kepegawaian berbasis digital.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Ai Rusli Suargi, S.STP., M.Si., melalui Sekretaris BKPSDM Ciamis Ir. Tini Lastiniwati, M.P., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut secara maksimal.
Ia meminta peserta aktif berdiskusi, menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta memanfaatkan tim teknis dan tim administrasi yang telah disiapkan sebagai helpdesk dan pendamping implementasi aplikasi.
“Keberhasilan SAPAKAT SEHAT merupakan tanggung jawab bersama. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan pengembangan karier tenaga kesehatan yang lebih cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian terhadap pemenuhan hak-hak aparatur,” ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap manajemen pengembangan karier jabatan fungsional tenaga kesehatan dapat berlangsung lebih terukur, berbasis data, dan adaptif terhadap kebutuhan organisasi.
Pada akhirnya, transformasi tata kelola kepegawaian tersebut diharapkan berdampak pada meningkatnya profesionalisme aparatur sekaligus kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. (Nay Sunarti)















