CIREBON, deJurnal,– Tim futsal Kabupaten Ciamis menunjukkan mental juara pada ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Daerah Perbatasan (PORSENITAS) XIII Tahun 2026.
Sempat tertinggal lebih dahulu, skuad Tatar Galuh berhasil bangkit dan membalikkan keadaan untuk mengalahkan Kabupaten Brebes dengan skor 2-1 pada partai final yang berlangsung di GOR Futsal IAIN Pascasarjana Cirebon, Kamis (25/6/2026).
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Kabupaten Ciamis meraih medali emas dari cabang olahraga futsal dan menambah koleksi medali kontingen yang terus menunjukkan performa impresif sepanjang gelaran PORSENITAS XIII.
Pertandingan final berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Kabupaten Brebes yang tampil agresif berhasil mencetak gol lebih dulu dan memimpin 1-0. Kondisi itu sempat menempatkan Ciamis dalam tekanan.
Namun alih-alih kehilangan semangat, para pemain Ciamis justru menunjukkan karakter kuat.
Dengan permainan yang disiplin dan kerja sama tim yang solid, mereka mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya mencetak gol kedua yang memastikan kemenangan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Adapun skuad futsal Kabupaten Ciamis yang berhasil mempersembahkan medali emas pada PORSENITAS XIII Tahun 2026 terdiri dari Iwan MD, Yoyon Sopyan, Didin, Jevi, Irvan, Jafar, Dadi, Dika, Denia, Nandang, Delles, dan Imron
Manajer Tim Futsal Kabupaten Ciamis, Fikriansyah, S.E., M.Si, mengaku bangga atas perjuangan dan mental bertanding yang ditunjukkan seluruh pemain.
Berikut versi yang lebih kuat, mengalir, dan bernilai berita, dengan gaya kutipan pejabat yang lazim digunakan dalam rilis media profesional:
“Alhamdulillah, saya merasa sangat bahagia, bersyukur, sekaligus bangga karena tim futsal Kabupaten Ciamis mampu mempersembahkan medali emas untuk masyarakat Kabupaten Ciamis. Prestasi ini bukan sesuatu yang diraih secara instan, tetapi melalui proses panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras seluruh tim,” ujarnya
Menurutnya, sejak awal pembentukan tim, para pemain telah menunjukkan komitmen dan semangat yang tinggi untuk membawa nama baik Kabupaten Ciamis di ajang PORSENITAS XIII.
“Saya mengikuti langsung perjalanan tim ini sejak awal. Saya melihat bagaimana para pemain berlatih dengan sungguh-sungguh, menghadapi berbagai tantangan, dan terus menjaga semangat meskipun harus berhadapan dengan lawan-lawan yang memiliki kualitas sangat baik. Untuk bisa sampai menjadi juara tentu membutuhkan perjuangan yang luar biasa,” katanya.
Fikri menjelaskan, cabang olahraga futsal memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan cabang lainnya. Selain membutuhkan kemampuan teknik individu dan kerja sama tim yang baik, futsal juga menuntut kondisi fisik yang prima karena intensitas pertandingan yang tinggi.
“Di futsal, teknik saja tidak cukup. Kekuatan fisik, daya tahan, disiplin, konsentrasi, dan mental bertanding menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu selama pertandingan kami terus melakukan evaluasi. Bahkan menjelang partai final, kami menggelar briefing dan evaluasi khusus untuk membahas kekurangan-kekurangan pada pertandingan sebelumnya agar bisa diperbaiki saat menghadapi Brebes,” ungkapnya.
Strategi tersebut terbukti berjalan efektif. Meski sempat tertinggal lebih dahulu pada partai final, para pemain Ciamis tetap tenang dan mampu menjalankan instruksi dengan baik hingga akhirnya membalikkan keadaan menjadi kemenangan 2-1.
“Yang paling membanggakan bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana anak-anak mampu menunjukkan mental juara. Ketika tertinggal, mereka tidak menyerah, tidak panik, dan tetap percaya diri. Mereka terus berjuang sampai akhirnya berhasil membalikkan keadaan. Itulah karakter yang ingin kami bangun dalam tim ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Fikri mengungkapkan bahwa skuad futsal Kabupaten Ciamis yang tampil di PORSENITAS XIII baru dibentuk sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan kejuaraan. Namun berkat program latihan yang intensif dan kekompakan seluruh elemen tim, mereka mampu berkembang menjadi tim yang solid dan kompetitif.
“Tim ini baru terbentuk sekitar dua bulan. Waktu persiapan memang relatif singkat, tetapi para pemain menunjukkan keseriusan yang luar biasa. Mereka berlatih secara intensif, membangun chemistry, saling mendukung satu sama lain, dan hasilnya bisa kita lihat hari ini. Emas ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim, mulai dari pemain, pelatih, official hingga semua pihak yang mendukung,” ujarnya.
Meski berhasil meraih gelar juara, Fikri menegaskan bahwa pekerjaan rumah ke depan justru semakin berat. Status sebagai juara bertahan akan membawa konsekuensi bahwa Kabupaten Ciamis akan menjadi salah satu tim yang paling diwaspadai pada penyelenggaraan PORSENITAS berikutnya.
“Tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah kita menjadi juara. Tahun depan kita akan datang dengan status juara bertahan. Semua daerah tentu akan berusaha mengalahkan Ciamis. Karena itu mempertahankan gelar biasanya jauh lebih sulit daripada merebutnya. Kami tidak boleh cepat puas. Pembinaan harus terus berjalan, latihan harus lebih baik, dan semangat juang harus tetap dijaga agar prestasi ini bisa dipertahankan,” tegasnya.
Ia berharap keberhasilan tim futsal dapat menjadi inspirasi bagi cabang olahraga lain serta memotivasi generasi muda Kabupaten Ciamis untuk terus berprestasi melalui olahraga.
“Semoga medali emas ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis sekaligus menjadi penyemangat bagi atlet-atlet muda bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan kekompakan, prestasi setinggi apa pun bisa diraih,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana, M.Si, memberikan apresiasi atas capaian tim futsal yang berhasil mempersembahkan emas bagi kontingen Ciamis.
Menurutnya, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa atlet-atlet Kabupaten Ciamis memiliki daya juang tinggi dan mampu tampil maksimal dalam pertandingan-pertandingan penting.
“Kami mengucapkan selamat kepada tim futsal yang telah berjuang luar biasa hingga meraih medali emas. Kemenangan ini menunjukkan semangat pantang menyerah yang menjadi karakter atlet Kabupaten Ciamis. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi cabang olahraga lainnya untuk terus memberikan hasil terbaik,” ujar Dian.
Ia menambahkan, hingga saat ini peluang Kabupaten Ciamis untuk menambah medali masih terbuka lebar.
Sejumlah cabang olahraga masih melanjutkan pertandingan pada babak semifinal maupun final.
Cabang bulu tangkis kategori eselon dijadwalkan tampil pada partai final menghadapi Kabupaten Majalengka.
Sementara cabang padel nomor men’s double akan menjalani pertandingan semifinal.
Kabar positif juga datang dari cabang tenis lapangan. Tim kategori eselon berhasil memastikan tempat di partai final, sedangkan tim putri sukses melangkah ke babak semifinal yang akan digelar pada pertandingan berikutnya.
Dengan tambahan medali emas dari futsal, Kabupaten Ciamis semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kontingen yang patut diperhitungkan dalam ajang PORSENITAS XIII Tahun 2026.
Perolehan Medali Sementara Kabupaten Ciamis Mendapatkan 3 Emas dari Cabor Sumpitan Perorangan Putra U-50 (Wawan Setiawan), Sumpitan Beregu Mix, Futsal
2 Perak dari Cabor Biliar Bola 9 Single Putra dan Tenis Meja Ganda Campuran Prestasi dan 6 Perunggu dari Cabor Tenis Meja Putra Eselon, Tenis Meja Eselon, Sumpitan Perorangan Putri U-50, Sumpitan Perorangan Putri O-50, Tarompah Panjang Putra 40+, Dagongan Putra
Total sementara: 11 medali (3 emas, 2 perak, 6 perunggu).
Dengan sejumlah cabang yang masih berpeluang naik podium, kontingen Kabupaten Ciamis optimistis dapat terus menambah pundi-pundi medali sekaligus memperbaiki posisi klasemen hingga berakhirnya PORSENITAS XIII Tahun 2026. (Nay Sunarti)














