CIAMIs, deJurnal,- Harmoni ratusan angklung berpadu dengan lantunan Mars Ciamis Manis menggema di Alun-alun Ciamis, Rabu (22/7/2026).
Lagu yang telah menjadi identitas Kabupaten Ciamis selama hampir tiga dekade itu kembali dinyanyikan secara serempak dalam Gebyar Angklung Part 2 yang digelar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Ciamis.
Penampilan kolosal tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, HUT PWRI ke-64, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ratusan peserta, tamu undangan, hingga masyarakat yang memadati kawasan alun-alun larut dalam suasana penuh semangat saat menyanyikan lagu kebanggaan masyarakat Tatar Galuh itu.
Di tengah kemeriahan acara, pencipta Mars Ciamis Manis, Drs. H. Yasmin Sambas, hadir dan mengenang perjalanan panjang lagu ciptaannya yang hingga kini masih terus berkumandang dalam berbagai momentum penting di Kabupaten Ciamis.
Menurut Yasmin, Mars Ciamis Manis pertama kali diciptakan pada 1999. Sejak saat itu lagu tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan di Ciamis.
“Lagu ini sudah 27 tahun berkumandang,” ujar Yasmin.
Ia mengaku bersyukur karena karya yang diciptakannya masih mendapat tempat di hati masyarakat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Sejak tahun 1999 hingga sekarang, saat Ciamis dipimpin Pak Bupati Herdiat, lagu ini terus berkumandang,” katanya.
Bagi Yasmin, keberlangsungan Mars Ciamis Manis bukan sekadar mempertahankan sebuah lagu, tetapi juga menjaga semangat dan identitas daerah yang telah tumbuh bersama masyarakat selama puluhan tahun.
Gebyar Angklung Part 2 dibuka langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas generasi untuk merawat kesenian tradisional Sunda melalui permainan angklung yang melibatkan anggota PWRI bersama masyarakat.
Denting angklung yang dimainkan secara serempak menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Perpaduan musik tradisional dengan Mars Ciamis Manis memperlihatkan bahwa seni budaya tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman sekaligus mampu menjadi perekat masyarakat.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Gebyar Angklung Part 2 menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Angklung sebagai warisan budaya dunia dan Mars Ciamis Manis sebagai lagu kebanggaan daerah menjadi simbol kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Ciamis.
Melalui kegiatan ini, PWRI Kabupaten Ciamis berharap semangat melestarikan budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat.
Dengan melibatkan berbagai kalangan, nilai-nilai kebersamaan, kecintaan terhadap budaya Sunda, serta rasa bangga terhadap daerah diharapkan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Nay Sunarti)

















