Dejurnal.com, Garut — Pemerintah Kabupaten Garut mengajak berbagai unsur pemerintahan, lembaga, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga pegiat lingkungan untuk terlibat aktif dalam Apel dan Gerakan ASRI (Asri, Sehat, Resik, dan Indah) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Ajakan tersebut tertuang dalam surat resmi Bupati Garut Nomor 400.14.1.1/4528/DLH tertanggal 20 Agustus 2026. Surat yang bersifat segera itu ditujukan kepada sejumlah pimpinan instansi dan lembaga di Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kepedulian serta partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
Kegiatan Apel dan Gerakan ASRI tersebut dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Apel dipusatkan di Lapangan Tugu PLP, Jalan Ibrahim Adjie, sedangkan lokasi pelaksanaan Gerakan ASRI berada di sepanjang Jalan Ibrahim Adjie hingga Jalan Prof. KH. Anwar Musaddad.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Garut tidak hanya menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga mengisinya dengan gerakan nyata yang berkaitan langsung dengan kebersihan, pengelolaan sampah, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Libatkan Berbagai Unsur
Dalam surat tersebut, Bupati Garut meminta para pimpinan instansi dan lembaga yang diundang untuk menugaskan 10 orang personel dari masing-masing instansi atau lembaga untuk mengikuti Apel dan Gerakan ASRI.
Keterlibatan peserta berasal dari berbagai unsur. Daftar undangan mencakup unsur pimpinan wilayah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, instansi vertikal, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta, lembaga pendidikan, serta organisasi dan pegiat lingkungan.
Dari unsur pimpinan wilayah, salah satu yang masuk dalam daftar undangan adalah Danrem 062/Tarumanagara. Sementara dari unsur Forkopimda dan jajaran terkait, terdapat Wakil Bupati Garut, pimpinan DPRD Kabupaten Garut, Kapolres Garut, Dandim 0611/Garut, Kepala Kejaksaan Negeri Garut, Ketua Pengadilan Negeri Garut, Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, serta sejumlah unsur TNI lainnya.
Selain itu, sejumlah pejabat perangkat daerah juga diundang, termasuk pimpinan perangkat daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan persoalan lingkungan, kebersihan, kesehatan, pembangunan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dinas Lingkungan Hidup Jadi Bagian Penting
Kegiatan Gerakan ASRI memiliki keterkaitan kuat dengan upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan.
Dalam surat tersebut, salah satu tujuan kegiatan disebutkan sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan hidup, kebersihan dan persampahan.
Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas membersihkan lingkungan secara bersama-sama. Lebih jauh, gerakan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Keterlibatan berbagai perangkat daerah dan lembaga juga memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu instansi. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi sosial, serta komunitas lingkungan.
Dunia Usaha dan Perguruan Tinggi Turut Dilibatkan
Menariknya, daftar undangan dalam kegiatan tersebut juga mencakup unsur BUMN, BUMD, dan sektor swasta.
Beberapa pihak yang tercantum antara lain Direktur PDAM Tirta Intan, Direktur Perumda BPR Garut, Direktur Bank BJB Cabang Garut, Direktur Bank BPR Intan Jabar Garut, Pimpinan PT PLN UP3 Garut, Pimpinan PT Star Energy Geothermal Darajat II, serta Pimpinan PT MDL.
Keterlibatan dunia usaha menunjukkan bahwa agenda kebersihan dan kepedulian lingkungan di Kabupaten Garut diarahkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dua lembaga pendidikan tinggi di Kabupaten Garut juga tercantum dalam daftar undangan, yakni Rektor Universitas Garut dan Rektor Institut Teknologi Garut.
Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong kesadaran lingkungan, khususnya melalui edukasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan.
Komunitas Lingkungan Juga Digerakkan
Selain unsur pemerintah dan lembaga formal, Pemkab Garut turut mengundang sejumlah organisasi serta pegiat lingkungan.
Dalam daftar tersebut terdapat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Ketua Lingkungan Anak Bangsa, Ketua Cinta Bina Bangsa, Ketua Sekolah Sungai Cimanuk, Ketua Jenggala, Ketua Yayasan Tangtudibuana, serta Ketua Satgas Lingkungan PDI-P Kabupaten Garut.
Keterlibatan kelompok-kelompok tersebut menjadi penting karena komunitas memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dan lingkungan di lapangan.
Gerakan kebersihan yang melibatkan komunitas diharapkan dapat memperkuat pesan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Peserta Diminta Membawa Peralatan Kebersihan
Dalam surat undangan, Pemkab Garut juga menetapkan sejumlah ketentuan bagi peserta yang mengikuti kegiatan.
Peserta diminta untuk mengikuti apel bersama tepat waktu, mengenakan pakaian olahraga dan sepatu yang sesuai untuk kegiatan lapangan, serta membawa alat kebersihan masing-masing.
Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Gerakan ASRI akan diisi dengan aktivitas lapangan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan di sepanjang ruas jalan yang telah ditentukan.
Dengan demikian, peserta tidak hanya hadir mengikuti apel, tetapi juga diharapkan berpartisipasi secara aktif dalam gerakan kebersihan.
Momentum HUT Kemerdekaan Diisi dengan Kepedulian Lingkungan
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata.
Lingkungan yang bersih, sehat, resik, dan indah merupakan bagian penting dari kualitas kehidupan masyarakat.
Persoalan sampah, kebersihan jalan, serta kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan perubahan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama dan konsisten.
Melalui Gerakan ASRI, semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia kembali ditekankan dalam bentuk kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dengan berbagai unsur di Kabupaten Garut.
Bukan Sekadar Seremonial
Apel dan Gerakan ASRI diharapkan dapat memberikan dampak lebih panjang daripada sekadar kegiatan yang berlangsung pada satu hari.
Kebersihan lingkungan membutuhkan kebiasaan dan kesadaran yang dilakukan secara terus-menerus. Karena itu, keterlibatan puluhan hingga ratusan unsur dari berbagai lembaga diharapkan dapat menjadi pemantik gerakan yang lebih luas di masyarakat.
Terlebih, Kabupaten Garut memiliki wilayah yang luas dengan karakter geografis yang beragam.
Persoalan lingkungan, termasuk sampah dan kebersihan, membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar dapat ditangani secara efektif.
Dengan melibatkan pemerintah, aparat keamanan, instansi vertikal, perangkat daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan komunitas lingkungan, Gerakan ASRI diharapkan menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kabupaten Garut.
Pada akhirnya, semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui aksi nyata menjaga ruang hidup bersama agar tetap bersih, sehat, resik, dan indah.
Dengan Gerakan ASRI, Pemkab Garut mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.***Wilyo
















