CIAMIS, deJurnal,- Bantuan sosial (bansos) bukan uang bebas yang bisa digunakan untuk apa saja. Pemerintah Kabupaten Ciamis mengingatkan keras penerima bansos agar tidak menggunakan bantuan tersebut untuk judi online (judol).
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis mengungkap, lebih dari 15.000 penerima bansos di Ciamis terindikasi dalam sistem yang terintegrasi dengan persoalan judi online. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena status bantuan penerima dapat tertahan hingga terblokir.
Kepala Dinsos Kabupaten Ciamis, H. Ihsan Rasyad, mengatakan persoalan tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Ciamis. Ia meminta seluruh elemen masyarakat ikut memperhatikan penggunaan bantuan sosial yang diterima keluarga penerima manfaat.
“Di Ciamis ini yang terintegrasi juga sampai saat ini lebih dari 15.000. Saya sudah melaporkan ke Pak Bupati, hal ini agar menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat,” ujar Ihsan. Jumat (28/08/2026)
Bansos Tepat Sasaran, Penggunaannya yang Harus Diawasi
Ihsan menegaskan, angka lebih dari 15.000 tersebut tidak berarti seluruh penerima bansos merupakan penerima yang salah sasaran.
Menurutnya, penerima bantuan pada dasarnya telah melalui proses penetapan berdasarkan kriteria yang berlaku. Persoalan yang kemudian menjadi perhatian adalah penggunaan bantuan setelah diterima.
“Ini bukan salah sasaran. Enggak usah salahnya, sudah tepat. Tapi dalam penggunaannya yang menjadi perhatian,” katanya.
Dengan demikian, pemerintah tidak hanya berkepentingan memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan untuk kebutuhan yang memang menjadi tujuan pemberian bansos.
Jangan Uang untuk Sekolah Malah Dipakai Judol
Ihsan mencontohkan bantuan yang semestinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, tetapi justru digunakan untuk aktivitas judi online.
“Misalnya yang tadinya untuk biaya sekolah, menggunakan untuk judi,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi semacam itu pada akhirnya justru dapat merugikan keluarga penerima manfaat sendiri.
Uang yang seharusnya membantu membeli kebutuhan sekolah, memenuhi kebutuhan pangan atau menopang kebutuhan keluarga, bisa habis dalam aktivitas judi online yang tidak memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga.
Karena itu, Dinsos Ciamis meminta penerima bansos berpikir panjang sebelum menggunakan bantuan untuk aktivitas yang tidak sesuai dengan tujuan pemberian bantuan.
Terindikasi Judol, Bantuan Bisa Diblokir
Peringatan Dinsos bukan tanpa konsekuensi. Ihsan menegaskan, penyalahgunaan bantuan pemerintah dapat berdampak terhadap status bantuan yang diterima.
“Jangan sekali-kali menyalahgunakan bantuan pemerintah yang nanti akhirnya akan merugikan diri sendiri dan keluarga. Karena nanti bisa diblokir bantuannya,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi peringatan bagi penerima bansos agar tidak menganggap bantuan pemerintah sebagai sesuatu yang otomatis akan diterima tanpa adanya evaluasi.
Data penerima bantuan terus dipantau dan diintegrasikan dengan sistem pemerintah. Jika terdapat indikasi yang menjadi dasar evaluasi, status bantuan dapat terdampak sesuai mekanisme yang berlaku.
Dinsos Ciamis Minta Keluarga Ikut Mengawasi
Ihsan juga mengingatkan bahwa pengawasan penggunaan bantuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Keluarga dan lingkungan sekitar penerima manfaat dinilai memiliki peran penting untuk mencegah bantuan yang seharusnya menopang kebutuhan keluarga justru digunakan untuk judi online.
Terlebih, dampak judol tidak berhenti pada hilangnya uang. Ketika pengeluaran keluarga tersedot untuk perjudian, kebutuhan anak, pendidikan, pangan hingga kebutuhan sehari-hari berpotensi ikut dikorbankan.
Karena itu, keluarga penerima bansos diminta saling mengingatkan agar bantuan tetap digunakan sesuai kebutuhan.
Bansos untuk Kebutuhan Keluarga, Bukan untuk Dipertaruhkan
Dinsos Kabupaten Ciamis terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait data penerima bantuan sosial. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program bantuan pemerintah tetap menyasar masyarakat yang memenuhi kriteria dan membutuhkan.
Ihsan kembali meminta penerima bansos tidak menyalahgunakan bantuan yang telah diberikan pemerintah.
“Jadi kami berharap penerima jangan sekali-kali menyalahgunakan bantuan pemerintah,” katanya.
Pemerintah berharap bantuan sosial benar-benar menjadi penyangga ekonomi keluarga, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan penting lainnya.
Jangan sampai bantuan yang diberikan untuk meringankan beban keluarga justru berubah menjadi modal judi online.
Sebab ketika bansos dipakai untuk judol, keluarga bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga berisiko kehilangan bantuan yang selama ini menjadi penopang kebutuhan mereka. (Nay Sunarti)

















