Dejurnal.com, CIAMIS – Gerakan Indonesia ASRI di Kabupaten Ciamis menjadi momentum bagi jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memperkuat kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.
Bagi instansi pelayanan publik ini, kebersihan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari budaya kerja ASN.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis Yayan M. Supyan mengatakan, jajaran Disdukcapil selama ini telah terbiasa melakukan kegiatan kebersihan secara rutin.

Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap Selasa dan Jumat, baik di lingkungan kantor maupun sejumlah tempat publik.
“Kami di Dukcapil setiap Selasa dan Jumat sudah terbiasa melakukan kebersihan, baik di lingkungan kantor maupun di tempat-tempat publik lainnya,” ujar Yayan.
Pada pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, Jumat (18/9/2026), jajaran Disdukcapil bersama sejumlah instansi lainnya mendapat bagian membersihkan kawasan GGT.
Kegiatan diawali dengan apel bersama di Alun-alun Ciamis. Setelah apel, peserta kemudian bergerak dengan berjalan kaki dari Alun-alun menuju kawasan Stadion Ciamis untuk melaksanakan kegiatan kebersihan sesuai titik yang telah ditentukan.
Di kawasan GGT, aksi kebersihan melibatkan Disbudpora, Disdukcapil, DPK, Pengadilan Negeri serta unsur BUMN dan BUMD.
Mereka bersama-sama membersihkan lingkungan dan ruang publik dari sampah maupun material yang mengganggu kebersihan dan kerapian kawasan.
Bagi Yayan, keterlibatan Disdukcapil dalam Gerakan Indonesia ASRI bukan sesuatu yang terasa sebagai beban tambahan. Justru, kegiatan tersebut sejalan dengan kebiasaan yang selama ini dibangun di lingkungan kerjanya.
“Ini bukan jadi beban, tapi merupakan budaya kita untuk menjaga kebersihan. Jadi kami sangat semangat menjaga lingkungan, baik di lingkungan kantor maupun tempat pelayanan publik,” katanya.
Ia mengatakan, jajaran Disdukcapil juga telah memahami semangat yang terkandung dalam akronim ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik dan Indah.
“Namanya ASRI, kami sudah tahu akronimnya, yaitu Aman, Sehat, Resik dan Indah. Semua sudah mengimplementasikan program Indonesia ASRI,” tuturnya.
Menurut Yayan, kebersihan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pelayanan publik yang nyaman.
Disdukcapil sebagai instansi yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat tidak hanya dituntut memberikan pelayanan administrasi kependudukan, tetapi juga menunjukkan perilaku aparatur yang dapat menjadi contoh.
Karena itu, ia mendorong para pegawai untuk tidak memandang kegiatan kebersihan hanya sebagai agenda pemerintah. Kebiasaan tersebut harus tumbuh dari kesadaran masing-masing dan dilakukan secara konsisten.
“Kami selaku ASN dan juga sebagai pelayanan publik harus memberi contoh kepada masyarakat. Kami tidak hanya tahu pemerintah, tetapi harus bisa melayani dan juga bisa memberikan contoh bahwa para pegawai itu ikut bersama-sama masyarakat menjaga kebersihan,” jelasnya.
Yayan menilai kebiasaan sederhana seperti membersihkan lingkungan kantor, ruang pelayanan maupun fasilitas umum dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran yang lebih luas.
Terlebih, ASN setiap hari berada di tengah masyarakat. Ketika aparatur menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, pesan tentang pentingnya menjaga kebersihan tidak hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi juga melalui tindakan.
Gerakan Indonesia ASRI di Ciamis pun diharapkan terus berlanjut. Bagi Disdukcapil, lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah tidak cukup diwujudkan dalam satu kegiatan, tetapi perlu dirawat melalui kebiasaan yang dilakukan bersama dan berkelanjutan. (Nay Sunarti)


















