Dejurnal.com,Cianjur – Hampir enam tahun hidup dalam keterbatasan, pasangan suami istri (pasutri) Supian (52) dan Hena (32), warga Kampung Kiaramenyan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, masih harus bertahan di sebuah rumah sederhana yang kondisinya jauh dari kata layak.
Supian mengaku, selama bertahun-tahun dirinya bersama sang istri tetap tinggal di rumah tersebut karena keterbatasan ekonomi. Harapan untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga kini belum terealisasi.
“Selama hampir enam tahun, saya dan istri tetap bertahan di rumah sederhana ini, meski kondisi bangunannya sangat memprihatinkan,” ujar Supian saat ditemui, Kamis (8/10/2026).
Menurut Supian, kondisi ekonomi membuat dirinya tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri. Karena itu, bantuan pemerintah menjadi harapan agar keluarganya dapat memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, baik Pemkab Cianjur maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan saya bisa mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah,” harapnya.
Bagi Supian, memiliki rumah yang layak bukanlah sebuah kemewahan. Ia hanya ingin mempunyai tempat tinggal yang aman dan nyaman untuk menjalani kehidupan sehari-hari bersama istrinya.
“Saya berharap pemerintah dapat melihat langsung kondisi kami. Kami menunggu perhatian pemerintah agar impian memiliki rumah yang lebih layak tidak kembali menjadi penantian panjang,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih Sugiono melalui Sekretaris Desa Rahmat Taufik mengatakan, pemerintah desa telah berupaya mengajukan bantuan perbaikan rumah bagi pasangan tersebut melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Tidak Layak Huni (RLTH).
“Kami berharap pengajuan Rutilahu tidak berhenti sebatas pendataan atau administrasi,Harus ada tindak lanjut nyata agar warga yang benar-benar membutuhkan bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan layak,” pungkasnya.***Dnd


















