Dejurnal.com, CIAMIS. STIKes Muhammadiyah Ciamis terus mempersiapkan pengembangan kelembagaan menuju Universitas Muhammadiyah Ciamis.
Langkah tersebut menjadi salah satu agenda penting yang disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Tahun Akademik 2025–2026, yang meluluskan 235 wisudawan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 81 lulusan profesi Ners juga mengikuti pengambilan sumpah profesi sebagai bagian dari kesiapan menjalankan tanggung jawab di bidang pelayanan kesehatan.
Momentum wisuda tidak hanya menjadi penanda keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mencerminkan arah pengembangan STIKes Muhammadiyah Ciamis dalam memperluas akses dan pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Pimpinan STIKes Muhammadiyah Ciamis dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para lulusan merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Selain usaha mahasiswa, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan orang tua, bimbingan dosen, serta peran tenaga kependidikan selama proses pembelajaran.
“Momentum wisuda dan pengambilan sumpah profesi ini tidak hanya menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan akademik para lulusan, tetapi juga menjadi refleksi bagi kita semua,” demikian disampaikan dalam sambutan Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis.
Di tengah keberhasilan melepas ratusan lulusan, kampus juga menatap tantangan pengembangan pendidikan tinggi melalui rencana transformasi menjadi universitas.
Siapkan Enam Program Studi Baru
Rencana perubahan status menjadi Universitas Muhammadiyah Ciamis akan diikuti dengan perluasan bidang keilmuan melalui penyiapan enam program studi baru.
Enam program studi yang direncanakan tersebut meliputi S1 Psikologi, S1 Sains Biomedis, S1 Hukum, S1 Manajemen, S1 Bisnis Digital, dan S1 Informatika.
Penambahan program studi itu diarahkan untuk memperluas pilihan pendidikan bagi calon mahasiswa. Jika selama ini pengembangan STIKes Muhammadiyah Ciamis berfokus pada bidang kesehatan, rencana menjadi universitas membuka peluang pengembangan disiplin ilmu lain.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang semakin beragam, seiring perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Dalam sambutannya, pimpinan kampus meminta doa dan dukungan dari berbagai pihak agar proses transformasi kelembagaan tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat.
Meski demikian, rencana pengembangan itu masih perlu melalui proses dan ketentuan yang berlaku sebelum perubahan status menjadi universitas dapat direalisasikan.
Perkuat Layanan Akademik Berbasis Digital
Selain mempersiapkan pengembangan kelembagaan, STIKes Muhammadiyah Ciamis juga melakukan pembenahan tata kelola administrasi melalui digitalisasi dokumen akademik.
Sistem tersebut telah diterapkan sejak Tahun Akademik 2024/2025, mencakup dokumen ijazah, transkrip nilai, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Dokumen akademik disimpan dalam bentuk elektronik dan dilengkapi kode verifikasi berupa barcode atau QR code. Sistem ini membantu proses pemeriksaan keabsahan dokumen oleh pihak yang berkepentingan.
Penerapan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, menjaga keamanan data lulusan, serta mempermudah proses administrasi dan pengarsipan dokumen akademik.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya kampus membangun tata kelola pendidikan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Melalui konsep paperless campus, penggunaan dokumen berbasis kertas dalam pelayanan administrasi juga dapat dikurangi.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak hanya mendukung efektivitas layanan, tetapi juga membantu kampus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pendidikan tinggi pada era digital.
Lulusan Diharapkan Profesional dan Berintegritas
Di hadapan para wisudawan, Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan bukanlah akhir dari proses belajar.
Para lulusan diharapkan terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan profesi maupun kehidupan bermasyarakat.
Pesan tersebut menjadi perhatian khusus bagi lulusan bidang kesehatan yang nantinya berhadapan langsung dengan kebutuhan dan keselamatan masyarakat.
Selain menguasai kompetensi sesuai bidangnya, tenaga kesehatan dituntut memiliki tanggung jawab, kepedulian, serta sikap profesional dalam memberikan pelayanan.
Mereka juga diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Dunia menanti kontribusi kalian. Jadilah bagian dari perubahan dan pembawa manfaat di mana pun kalian mengabdi,” demikian pesan yang disampaikan kepada para wisudawan.
Bagi para lulusan profesi Ners yang telah mengikuti pengambilan sumpah, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi yang dijalani bukan hanya berkaitan dengan keterampilan medis, tetapi juga menyangkut etika dan tanggung jawab kemanusiaan.
Pendidikan sebagai Investasi Pembangunan Daerah
Dalam kesempatan itu, pihak kampus turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di STIKes Muhammadiyah Ciamis.
Dukungan berbagai pihak dinilai penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan.
Bagi Kabupaten Ciamis, pengembangan perguruan tinggi juga memiliki arti strategis dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk mengakses pendidikan, sekaligus menyiapkan tenaga profesional yang dapat berkontribusi di berbagai sektor.
Rencana transformasi menjadi universitas diharapkan menjadi langkah lanjutan bagi STIKes Muhammadiyah Ciamis dalam memperluas peran pendidikan tinggi di Tatar Galuh.
Di sisi lain, keberhasilan kampus tidak hanya diukur dari jumlah lulusan atau perkembangan program studi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Wisuda 235 lulusan Tahun Akademik 2025–2026 pun menjadi momentum untuk meneguhkan dua hal sekaligus: melepas generasi yang siap mengabdi dan mempersiapkan pengembangan institusi menuju Universitas Muhammadiyah Ciamis.
Dengan bekal ilmu, profesionalisme, dan integritas, para lulusan diharapkan mampu menjalankan perannya di tengah masyarakat, sementara kampus terus berupaya memperluas kontribusinya dalam dunia pendidikan. (Nay Sunarti)



















