Dejurnal.com, JAKARTA SELATAN. Penguatan ketahanan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Edukasi yang berkelanjutan, pendampingan masyarakat, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dibutuhkan agar pembangunan keluarga berkualitas dapat berjalan lebih efektif.
Hal tersebut mengemuka dalam Kegiatan Fasilitasi Teknis Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja yang digelar di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, pengelola program, mitra kerja, dan masyarakat untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, S.I.P., M.H., mengatakan pembangunan keluarga berkualitas membutuhkan dukungan bersama. Menurutnya, keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, cerdas, mandiri, dan mampu bersaing.
Karena itu, pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pengasuhan perlu terus ditingkatkan. Upaya tersebut tidak cukup dilakukan melalui penyampaian informasi sesaat, tetapi harus disertai edukasi dan pendampingan yang dapat menjawab kebutuhan keluarga.
“Pembangunan keluarga berkualitas memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut.
Program Bangga Kencana sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membangun keluarga berkualitas melalui pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar informasi dan layanan yang tersedia dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Ulil Absor, S.IP., menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah kegiatan fasilitasi teknis selesai dilaksanakan.
Ia menjelaskan, Program Bangga Kencana berperan dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendukung pengendalian penduduk, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam merencanakan kehidupan berkeluarga.
Menurut Ulil, kegiatan fasilitasi teknis perlu ditindaklanjuti melalui edukasi dan pendampingan yang berkesinambungan. Dengan begitu, materi yang disampaikan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan di Daerah Perlu Dukungan Bersama
Dari sisi pelaksanaan di daerah, Kepala Seksi Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas PPAPP Kota Administrasi Jakarta Selatan, Maria Gracia Manurung, turut memberikan perspektif mengenai pelaksanaan program di tingkat kota.
Keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan keluarga dapat diterapkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Koordinasi dengan mitra kerja dan unsur terkait juga diperlukan agar kegiatan edukasi serta pelayanan keluarga berencana dapat berjalan lebih terarah.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan terkait kependudukan, perencanaan keluarga, dan ketahanan keluarga dapat ditangani melalui pendekatan yang lebih dekat dengan warga.
Fasilitasi teknis bersama mitra kerja menjadi salah satu ruang untuk menyamakan pemahaman, memperkuat koordinasi, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Program Bangga Kencana.
Keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan, tetapi juga oleh sejauh mana informasi dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kerja sama lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan, Program Bangga Kencana diharapkan semakin berperan dalam membangun keluarga yang tangguh, terencana, dan berkualitas. (Nay Sunarti)



















