Dejurnal.com, CIAMIS – Memakmurkan masjid bukan sekadar menghidupkan salat berjamaah, tetapi juga menjadikan masjid sebagai tempat menuntut ilmu, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Pesan inilah yang ditekankan Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Ciamis, Drs. H. Syarif Hidayat, M.Si., saat menghadiri pengajian rutin Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) Kabupaten Ciamis, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Majelis Ta’lim Al-Mar’atu Solihat, Masjid Agung Ciamis, tersebut menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus memperkuat peran majelis taklim dalam kehidupan masyarakat.
Syarif mengingatkan para anggota BKMM agar setiap kali datang ke masjid tidak hanya diniatkan untuk mengikuti kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari ikhtiar memakmurkan rumah ibadah.
Menurutnya, masjid memiliki peran penting dalam membangun kualitas kehidupan umat.
Karena itu, kegiatan keagamaan perlu terus dijaga agar masjid menjadi tempat yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kalau datang ke Masjid Agung, niatkan untuk menuntut ilmu dan bersilaturahmi. Jangan lupa, kita juga harus punya niat memakmurkan masjid,” pesannya.
Ia menjelaskan, memakmurkan masjid bukan hanya tanggung jawab kaum laki-laki melalui salat berjamaah.
Kaum perempuan juga memiliki peran penting melalui pengajian, pendidikan keluarga, pembinaan keagamaan, serta kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Syarif pun mengapresiasi BKMM Kabupaten Ciamis beserta jajaran kecamatan yang terus menjaga keberlangsungan kegiatan majelis taklim.
Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Masjid Harus Hadir untuk Kepentingan Umat
Dalam kesempatan tersebut, Syarif juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara DMI, BKMM, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperluas manfaat kegiatan keagamaan.
Ia mendorong agar potensi dan program masing-masing lembaga dapat disinergikan, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.
Menurutnya, kegiatan yang tumbuh dari lingkungan masjid dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat solidaritas umat.
Dengan koordinasi yang baik, berbagai persoalan masyarakat dapat direspons melalui program yang lebih terarah dan sesuai ketentuan.
“BKMM kabupaten maupun kecamatan patut diapresiasi. Apa yang bisa dikolaborasikan dengan BAZNAS dapat disampaikan kepada pimpinan, sehingga peluang kerja sama untuk kepentingan umat bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan kegiatan BKMM dalam pengajian kali ini. Selain mengikuti tausiyah, para anggota menggelar program Gelar Sorban berupa pengumpulan donasi sukarela untuk membantu anggota yang rumahnya terdampak kebakaran.
Ketua Pengurus Daerah BKMM Kabupaten Ciamis, Dra. Hj. Talbiyah Munadi, S.H., menjelaskan bahwa penggalangan donasi tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap sesama anggota yang sedang menghadapi musibah.
Dana yang terkumpul tercatat sebesar Rp4.338.000, berasal dari kontribusi sejumlah kecamatan dan perorangan. Bantuan itu menjadi bukti bahwa kegiatan majelis taklim dapat berjalan beriringan dengan aksi sosial.
Bagi DMI, semangat saling membantu seperti ini merupakan bagian dari upaya menjadikan masjid dan lingkungan sekitarnya sebagai pusat kegiatan umat yang tidak berhenti pada aktivitas ibadah.
Melalui kegiatan pengajian dan aksi sosial tersebut, DMI Ciamis berharap majelis taklim terus berkembang sebagai ruang pembelajaran agama, penguatan silaturahmi, dan pembentukan kepedulian sosial.
Dengan demikian, memakmurkan masjid tidak hanya diukur dari ramainya jamaah yang datang, tetapi juga dari nilai kebaikan yang tumbuh dan manfaat yang dirasakan masyarakat di sekitarnya. (Nay)



















