Dejurnal.com, CIAMIS. PSGC Ciamis mengincar momentum kebangkitan saat menjamu PSMS Medan dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026).
Bermain di hadapan publik sendiri, Laskar Singacala bertekad mengakhiri hasil kurang memuaskan sekaligus mengamankan poin dari tim berjuluk Ayam Kinantan.
Pertandingan ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSGC. Terlebih, empat kekalahan yang dialami dalam beberapa laga sebelumnya menjadi catatan penting bagi tim pelatih untuk segera melakukan pembenahan.
Pelatih PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, memastikan timnya telah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan tersebut.
Persiapan dilakukan dalam beberapa hari terakhir dengan memastikan kondisi pemain dan mematangkan kesiapan tim.
“Beberapa hari ini semuanya sudah dipersiapkan agar pertandingan besok bisa sesuai harapan. Para pemain juga sudah dalam kondisi siap semuanya,” ujar Heri dalam konferensi pers jelang pertandingan di Ruang Press Conference Stadion Galuh Ciamis, Jumat (30/10/2026).
Heri menyadari PSMS Medan bukan lawan yang mudah. Tim asal Sumatera Utara tersebut saat ini berada di papan atas klasemen dan memiliki pemain-pemain yang patut diwaspadai.
Meski demikian, ia meminta anak asuhnya tidak gentar menghadapi nama besar lawan. Menurutnya, setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri sehingga PSGC harus tampil dengan keseriusan dan semangat yang sama.
“Siapa pun lawannya, kami tidak pernah menganggap enteng. Dari awal saya katakan bahwa setiap pertandingan itu final. Kami harus terus menjaga konsistensi,” tegasnya.
Empat Kekalahan Jadi Pekerjaan Rumah
Di tengah persiapan menghadapi PSMS, Heri tidak menutup mata terhadap hasil yang diraih PSGC dalam beberapa pertandingan terakhir.
Empat kekalahan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sejumlah kelemahan, terutama di sektor pertahanan.
Pembenahan difokuskan pada kecepatan pemain, penjagaan terhadap pergerakan lawan, serta kedalaman lini belakang. Hal tersebut menjadi perhatian karena lawan-lawan yang dihadapi PSGC tentu telah mempelajari pola permainan tim.
Heri ingin anak asuhnya lebih disiplin dalam menjaga area pertahanan dan mampu mengantisipasi serangan lawan dengan lebih baik.
“Keberadaan pemain sekarang tentu kami manfaatkan untuk meningkatkan kekuatan tim, terutama di unit belakang. Kami memperbaiki kecepatan, penjagaan, dan kedalaman karena semua lawan akan menganalisis pertandingan kami,” jelasnya.
Selain membenahi pertahanan, Heri juga mulai memikirkan kebutuhan tim menghadapi jadwal kompetisi yang cukup padat, termasuk agenda League Cup.
Dengan komposisi 32 pemain, ia berharap seluruh anggota skuad memiliki kesiapan untuk diturunkan sesuai kebutuhan tim.
Kedalaman skuad menjadi modal penting agar PSGC tetap mampu menjaga performa di tengah padatnya pertandingan.
Situasi tersebut juga membuka kesempatan bagi pemain muda untuk mendapatkan menit bermain.
Heri berharap mereka bisa memanfaatkan peluang tersebut untuk menambah pengalaman sekaligus membangun mental bertanding.
Darrel Nathan Ang Berharap Dipercaya Tampil
Optimisme menghadapi PSMS Medan juga disampaikan pemain PSGC, Darrel Nathan Ang. Ia mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam beradaptasi dengan kondisi cuaca di Ciamis.
Bahkan, Darrel menilai cuaca hujan justru memberikan kenyamanan tersendiri saat menjalani aktivitas bersama tim.
Pemain tersebut juga menyimpan harapan untuk mendapatkan kesempatan menjalani debut bersama PSGC pada pertandingan melawan PSMS Medan.
Baginya, kesempatan tampil akan menjadi pengalaman penting sekaligus peluang untuk memberikan kontribusi bagi tim.
“Kalau saya dipercaya minggu ini untuk debut, saya sangat bersyukur. Kalau mendapat kesempatan bermain, saya akan berusaha 100 persen dan mencoba bermain sebaik-baiknya,” ungkap Darrel.
Kehadiran pemain yang siap memberikan kemampuan terbaik tentu menjadi tambahan pilihan bagi Heri Kiswanto dalam menyusun komposisi tim.
Kini, perhatian tertuju pada duel PSGC Ciamis kontra PSMS Medan. Bagi Laskar Singacala, pertandingan ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga kesempatan membuktikan hasil evaluasi dan mengembalikan kepercayaan diri setelah melewati rangkaian hasil yang belum sesuai harapan.
Dukungan suporter di Stadion Galuh diharapkan menjadi energi tambahan bagi PSGC untuk tampil lebih agresif, disiplin, dan efektif.
Misi kebangkitan pun harus dijawab dengan penampilan nyata di lapangan selama 90 menit pertandingan. (Nay Sunarti)

















