Dejurnal.com, Garut – Jumlah pengunjung kawasan Sarana Olahraga (SOR) Kerkop, Jl. Merdeka, Kabupaten Garut terus menunjukkan peningkatan. Kenaikan tersebut diperkirakan mencapai 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga.
Selain dimanfaatkan sebagai tempat berolahraga, kawasan SOR Kerkop juga menjadi salah satu tujuan masyarakat untuk berekreasi dan berbelanja. Keberadaan pedagang di sekitar kawasan turut memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Kasubbag Tata Usaha UPT SOR Kerkop, Ratna, S.E., M.Si., menjelaskan, peningkatan jumlah pengunjung menjadi hal positif bagi pengelolaan kawasan, sekaligus mendukung kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut.
“Dari sisi pendapatan, pada tahun 2025, pengelolaan Sarana SOR Kerkop mencatat realisasi PAD sebesar Rp771.309.000. Angka tersebut disebut mencapai sekitar 91,37 persen dari target yang ditetapkan,” ujar Ratna kepada Dejurnal.com di ruang kerjanya, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, meskipun belum mencapai 100 persen, realisasi tersebut sudah memenuhi batas minimal pencapaian, yakni 90 persen. Bahkan, dibandingkan tahun 2024, target PAD pada 2025 mengalami peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan.
Ratna menjelaskan,” Untuk tahun 2026, target PAD Dispora dari pengelolaan SOR Kerkop dan Adiwijaya ditetapkan sebesar Rp1,75 miliar. Hingga September 2026, realisasi pendapatan tercatat mencapai Rp1.170.974.000,” katanya
Dalam upaya menjaga kualitas fasilitas, pihak UPT juga terus melakukan pemeliharaan secara rutin, terutama terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas olahraga seperti jogging track.
Menurutnya, Pemeliharaan tersebut dinilai penting karena tingginya intensitas penggunaan fasilitas oleh masyarakat serta pengaruh kondisi cuaca. Sebagai fasilitas outdoor, jogging track rentan mengalami penurunan kualitas akibat paparan panas matahari dan hujan.
“Selain faktor cuaca, tingginya aktivitas pengunjung juga menjadi perhatian dalam menjaga kondisi fasilitas agar tetap nyaman dan aman digunakan,” ucapnya.
Pihak pengelola juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan fasilitas sesuai dengan peruntukannya. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan jogging track oleh pengunjung yang membawa kursi roda, stroller bayi, maupun kendaraan mainan anak.
” Sesuai standar operasional prosedur (SOP), penggunaan benda-benda tersebut di lintasan jogging track tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan dapat merusak permukaan lintasan akibat gesekan roda,” tegas Ratna
Meski demikian, petugas terkadang menghadapi tantangan ketika harus memberikan teguran, terutama kepada pengunjung lanjut usia atau orang tua yang membawa anak menggunakan stroller. Karena itu, pendekatan persuasif dan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah yang diutamakan.
“Pihak UPT berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga fasilitas yang tersedia agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Ratna juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat berolahraga dan berekreasi.
Menurutnya, Partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas olahraga tersebut diharapkan terus meningkat sehingga keberadaan SOR Kerkop tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan dan rekreasi, tetapi juga turut menopang peningkatan PAD Pemerintah Kabupaten Garut.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayai UPT Sarana Olahraga Kerkop sebagai tempat berolahraga dan berekreasi. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga fasilitas yang ada agar tetap terawat dan bisa dimanfaatkan bersama,” pungkas Ratna.***Deri Acong


















