• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Jumat, November 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Ngikis Karangkamulyan, Kang Yat Ungkap Makna Budaya dan Kearifan Leluhur

bydejurnalcom
Jumat, 6 November 2026
Reading Time: 2 mins read
Ngikis Karangkamulyan, Kang Yat Ungkap Makna Budaya dan Kearifan Leluhur
ShareTweetSend

Dejurnal.com, CIAMIS. Tradisi Ngikis di Situs Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis, menyimpan pesan budaya yang jauh lebih dalam daripada sekadar prosesi mengganti bilah pagar bambu di kawasan Pancalikan.

Tradisi tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat Tatar Galuh sekaligus menyimpan kearifan leluhur tentang hubungan manusia dengan alam.

Perspektif itu menjadi salah satu pokok pembahasan Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis, Dr. H. Yat Rospia Brata, M.Si., saat menjadi pemateri dalam forum diskusi dan pelestarian budaya bertajuk “Menjaga Ngikis, Merawat Warisan Budaya” di Pendopo Wretikandayun, Objek Wisata Budaya Ciung Wanara, Situs Karangkamulyan, Jumat (6/11/2026).

BacaJuga :

Syarikat Islam Garut Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Perkuat Pelayanan Umat hingga Pemberdayaan Masyarakat

Polres Garut Perkuat Sinergi dengan Masyarakat melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Tarogong

Anggota DPR RI dan ATR/BPN Kabupaten Bandung Sosialisasikan PTSL di Banjaran, Target 15 Ribu Sertifikat Tanah

Dalam paparannya, Kang Yat mengajak peserta melihat Ngikis tidak hanya dari sisi ritual atau bentuk pelaksanaannya. Lebih dari itu, tradisi tersebut perlu dipahami melalui nilai-nilai yang diwariskan leluhur dan kaitannya dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, setiap unsur dalam tradisi memiliki konteks budaya yang patut dipahami. Salah satunya penggunaan bambu sebagai bagian dari prosesi Ngikis.

Penggunaan bambu tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem di sekitar kawasan cagar budaya.

Dengan demikian, pelestarian tradisi tidak semestinya dipisahkan dari kepedulian terhadap alam yang menjadi bagian dari ruang tumbuhnya kebudayaan.

Pandangan ini menjadi relevan bagi Situs Karangkamulyan yang tidak hanya menyimpan peninggalan sejarah Kerajaan Galuh, tetapi juga memiliki lingkungan kawasan yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Bagi Kang Yat, merawat warisan budaya berarti menjaga lebih dari sekadar peninggalan fisik. Ada nilai sejarah, pengetahuan lokal, dan cara pandang leluhur terhadap kehidupan yang perlu terus dipahami oleh masyarakat.

Tradisi Ngikis menjadi salah satu cerminan bagaimana warisan tersebut tetap hadir dalam kehidupan masyarakat Ciamis. Karena itu, pelestariannya membutuhkan pemahaman yang utuh, bukan sebatas mempertahankan pelaksanaan kegiatan adat dari tahun ke tahun.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap keberadaan situs dan tradisi yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Masyarakat, terutama generasi muda, perlu mengenal sejarah Karangkamulyan sekaligus memahami makna budaya yang melekat di dalamnya.

Dengan pemahaman tersebut, generasi penerus diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan kebudayaan, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga dan meneruskan warisan leluhur.

Forum diskusi yang difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat itu mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, budayawan, komunitas, hingga organisasi kepemudaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis Dr. Dian Budiyana, M.Si., Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis Dr. H. Yat Rospia Brata, M.Si., Ketua Karang Taruna Kabupaten Ciamis Ega Anggara Al-Kautsar, serta akademisi Universitas Siliwangi Randy Fadillah Gustaman.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperluas pembahasan mengenai masa depan tradisi Ngikis, termasuk tantangan menjaga keberlangsungannya di tengah perubahan zaman.

Sebab, pelestarian budaya tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau komunitas tertentu. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas, dukungan kalangan akademisi, serta ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan kebudayaan daerah.

Pada akhirnya, Ngikis di Karangkamulyan bukan hanya tentang pagar bambu yang diperbarui dalam sebuah prosesi adat. Di dalamnya terdapat ingatan sejarah, identitas masyarakat Galuh, serta pesan kearifan leluhur tentang pentingnya menjaga hubungan dengan alam.

Nilai-nilai itulah yang perlu terus dirawat agar Ngikis tidak sekadar menjadi tradisi yang dikenang, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari jati diri masyarakat Ciamis. (Nay sunarti)

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Ngikis Karangkamulyan, Jejak Leluhur Galuh yang Terus Dirawat

Related Posts

Ngikis Karangkamulyan, Jejak Leluhur Galuh yang Terus Dirawat
deNews

Ngikis Karangkamulyan, Jejak Leluhur Galuh yang Terus Dirawat

Jumat, 6 November 2026
Raih 227 Suara, Galih Hendrawan Pimpin APDESI Kabupaten Bandung Periode 2026–2031
deNews

Raih 227 Suara, Galih Hendrawan Pimpin APDESI Kabupaten Bandung Periode 2026–2031

Jumat, 6 November 2026
Polisi Amankan Terduga Pelaku Penusukan yang Tewaskan Pemuda di Cibalong Garut
deNews

Polisi Amankan Terduga Pelaku Penusukan yang Tewaskan Pemuda di Cibalong Garut

Jumat, 6 November 2026
Syarikat Islam Garut Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Perkuat Pelayanan Umat hingga Pemberdayaan Masyarakat
deNews

Syarikat Islam Garut Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Perkuat Pelayanan Umat hingga Pemberdayaan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026
Polres Garut Perkuat Sinergi dengan Masyarakat melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Tarogong
deNews

Polres Garut Perkuat Sinergi dengan Masyarakat melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Tarogong

Jumat, 6 November 2026
Anggota DPR RI dan ATR/BPN Kabupaten Bandung Sosialisasikan PTSL di Banjaran, Target 15 Ribu Sertifikat Tanah
deNews

Anggota DPR RI dan ATR/BPN Kabupaten Bandung Sosialisasikan PTSL di Banjaran, Target 15 Ribu Sertifikat Tanah

Jumat, 6 November 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Quo Vadis Bupati Garut, Kadisdikmu Bikin Para Guru Meringis

Minggu, 2 Mei 2021

FPPG Tuding Potongan Massal Zakat TPG 2,5% Tanpa Persetujuan Muzaki, Sekda Garut : Saya Akan Tanya Kadisdik

Kamis, 29 April 2021

KabarDaerah

Wow ! Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di Garut Bakal Segera Terwujud

Sabtu, 9 September 2023

Selamat Atas Dilantiknya Kadisdik Garut, KRAK Titip Pesan Pencegahan Korupsi

Senin, 27 Desember 2021
Spanduk Desa Sukaluyu yang menjadi pro dan kontra.

Tolak Minta Maaf Terkait Tulisan di Spanduk, Kades Sukaluyu : Itu Kampanye Lingkungan

Selasa, 27 April 2021

KA Argo Wilis Kembali Berhenti di Stasiun Ciamis, Sejumlah Pejabat Ikut Uji Coba Hari Pertama

Selasa, 15 Juli 2025

Polres Ciamis Ungkap Kasus Asusila terhadap Anak, Pelaku Merupakan Ayah Tiri Korban

Senin, 12 Mei 2025

Angin Puting Beliung Terjang Soreang, Bupati Bandung Ajak Masyarakat Waspada

Sabtu, 20 September 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste