Dejurnal.com, Garut – Apresiasi dari Pemda Kabupaten Garut, terhadap Tim PKK Kecamatan Cisewu sebagai TP PKK terbaik patut di pertanyakan, pasalnya dibalik prestasi tersebut diduga banyak hal yang tidak terbuka ke masyarakat Cisewu sehingga menimbulkan banyak pertanyaan.
Salah satu pertanyaan besar datang dari tokoh pemuda Cisewu, Adbul Latif atau lebih akrab dipanggil Mang Jo membeberkan kepada dejurnal.com bahwa kronologis berdasarkan keterangan dari orang tua istri Camat Cisewu, istri Camat Cisewu selaku Ketua TP PKK pada tanggal 7 Februari 2021 sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit Bandung karena serangan jantung, padahal pada 11 Februari, istri camat terkonfirmasi terkena Covid dan menjalani di isolasi mandiri di salah satu rumah sakit yang ada di Bandung.
“Saya mencoba ke Dinkes Kabupaten Garut pada tanggal 12 Februari 2021, justru tidak mengetahui hal tersebut dan tidak ada tembusan dari Kapus Cisewu, namun selang beberapa menit setelah dihubungi melalui jejaring WA dikatakan bahwa Camat Cisewu, istrinya camat dan anaknya benar telah terkonfirmasi Covid-19 sejak tanggal 4 Februari 2021,” tutur Mang Jo.
Tokoh pemuda Cisewu ini merasa bingung, Camat Cisewu selaku Ketua Gugus Tugas Kecamatan menginstruksikan kepada Gugus Tugas agar KE diambil berupa sampel saja, namun istri dan anak isolasi mandiri di Bandung, dan akhirnya pada tanggal 13 Februari di Cisewu dilaksanakan tracking dan tracing, sehingga pada tanggal 15 Februari dilakukan Swab di Puskesmas Cisewu sebanyak 18 orang 6 dari kecamatan sesuai arahan camat dan 12 orang tenaga kesehatan klinik Berkah Sehat, dengan hasil 2 orang positif.
“Namun sayangnya Kantor Kecamatan dan Klinik Berkah Sehat tetap buka sebagaimana mestinya, ini jadi pertanyaan ada apa semua ini?”. Jelas Mang Jo saat bertemu di Kantor Kesbangpol Garut.
Mang Jo pun tercengang ada kabar bahwa istri camat yang bekerja sebagai bidan mendapatkan penghargaan pada Hari Jadi Garut ke 208.

“Hebat, istri camat yang katanya sedang menjalani isolasi nandiri di rumah sakit di Bandung, bisa hadir dan berbaur malah dapat penghargaan di Hari Jadi Garut ke 208, ini ada apa, apakah kebodohan atau karena ada kedekatan istimewa dengan salah satu istri pejabat teras Garut.
“Yah akhirnya Cisewu jadi Zona Merah lokus penetapan PPKM lanjutan, semua ini akibat tidak sesuai SOP / Pelanggaran Prokes,” terangnya.
Mang Jo menegaskan, pihaknya selaku masyarakat Cisewu merasa dirugikan, akibat keluar sikap dan prilaku keluarga camat dan anehnya Pemda Garut malah asyik memberi Penghargaan kepada istri Camat Cisewu selaku Ketua TP PKK Terbaik.
“Apa ini tidak keliru? Jangan heran jika kami sebagai masyarakat Cisewu Garut ada mosi tidak percaya pada pihak Gugus Tugas Covid dan Dinkes Kabupaten Garut, jika perlu saya bongkar Puskesmas dan klinik,” Pungkas Mang Jo.***Yohaness