• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Senin, Oktober 5, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deBisnis

9 Tahun Uyun “Ngabungbun”, Membantu Petani Praktis Mendapat Benih Siap Tanam

bydejurnalcom
Senin, 21 September 2020
Reading Time: 2 mins read
9 Tahun Uyun “Ngabungbun”,  Membantu Petani Praktis Mendapat Benih Siap Tanam
ShareTweetSend

Dejurnal.com, KBB – Ngabungbun, adalah proses pembibitan biji sayuran hingga menjadi benih yang siap dijual ke petani. Di Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong banyak warga melakukan pekerjaan ini, melibatkan warga lainnya dalam prosesnya.

Salah satunya Uyun (40 taunan), ibu dua anak warga RT 01/08 Kp Sindangpalay, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kab. Bandung Barat ini, bersama suaminya sudah 9 tahun ngabungbun memenuhi pesanan bibit sayuran para petani di sekitar Kecamatan Parongpong.

Uyun memangfaatkan 56 tumbah lahan tanah yang disewanya RP 1.500.000,-/ tahun sebagai tempat ngabungbun. Lahan tanah tersebut diberi atap plastik yang ditihangi bambu agar jika hujan biji sayur yang baru disemai tidak langsung terguyur air hujan, namun sinar natahari tetap masuk. Pembenihan hanya disiram lembut sehari-sekali. Tempat pembibitan yang medianya dihamparkan di atas alas yang menyerupai meja setinggi 50’cm dari permukaan tanah dijjejerkan masing-masing untuk satu jenis sayuran.

BacaJuga :

HUT ke-81 TNI di Ciamis, Pesan Panglima dan Rampak Gendang Meriahkan Acara

Delapan Peserta Lolos, Wakili Purwakarta di Seleksi Porprov Jabar Cabang Layangan

Peduli Keluhan Warga, Yana Suwandi Gagas Gotong Royong Swadaya untuk Atasi Genangan di Terminal Malangbong

Sebelum menyemaikan biji, disiapkan dulu pupuk kandang. Uyun dan para pembunbun lainnya menggunakan pupuk kandang sapi yang dibeli seharga Rp 15000/ karung 50 kg. Tak perlu sulit mencari.karena suka ada yang mengirim.

Setelah.dilakukan proses pendinginan atau.pupuk kandang sudah tidak berbau, pupuk tersebut digemburkan dengan cara disaring menggunakan ram kawat. Kemudian pupuk tersebut dihampatkan di papan yang sudah disiapkan sebelumnyan. Setelah itu baru disemaikan biji sayuran.

Alasan digunakan pupuk kandang dengan tidak mencanpurkan tanah, supaya benih apabila sudah menjadi kecambah mudah memindahkannya ke colongcong. Tinggal cungkil dengan jari tangan dan dipindahkan ke colongcong.

Rata-rata lama penyemaian biji hingga menjadi bibit yang siap dijual selama 20′ hari. Brokoli, burkol, sadeli, saladah, kemangi, cabe, tomat, kecuali saledri agak lama bisa mencapai satu bulan.

Sebelum menjadi bibit yang siap dijual, biji yang sudah disemai ke.atas.pupuk kandang dalam beberapa hari antara 5-7 hari (tergantung.jenis sayurannya) biji tersebut.jadi kecambah dengan ketinggian 2′.samapai 3 cm.

Sebelum kecambah dipimdahkan, disipkan colomgcong dan tanah. Colongcong itu media tanaman untuk satu bibit yang.terbuat dari daun pisang. Dibentuk lingkaran setinggi antara 2 cm dengan diameter 2 cm. Harga colongcong Rp 7500/1000’colongcong. Banyak warga yang sengaja mengisi waktu dengan membuat colongcong untuk dijual.ke pembungbun.

Kecambah dipimdahkan ke colongcong yang kemudian diberi tanah. Tanah untuk isi colongcong ini dibeli pembungbun Rp 50.000,-/ engkel. Setelah kecanbah berpindaj ke colongcong, disusun satu-satu di tempat yang sudah disiapkan. Meja paranggong. Butuh waktu antara 7 -10 hari kecambah yang sudah pindah ke colongcong untiuk bibit itu siap dijual, atau dengan tinggi antara 4-5 cm.

Harga perbibit Rp 60-250. Paling.tinggi harga brokoli Rp 250. Uyun memounyai pegai 11 orang untuk memindahkan kecambah ke dalam colongcong. Upah yang diterima pegawainya 25.000/1000 bibit. Setiap.hari pegawainya ada yang mengerjakan 3000-4000 colongcong. Setiap hari Uyun mengeluarkan upah Rp 700.000.

Uyun sedang paking bibit pesanan petani

Uyun enggan menyebut berapa keuntungan yang didapat dari ngabungbun. “Alhamdulillah lumayan lah,”‘katanya di sela-sela melayani petani yang membeli bibit hari Minggu, (20/9).

Sambil mengepak bibit yang dibeli petani, Uyun menuturkan, setiap hari dirinya menyemai biji benih. Biji benih ia dapatkan dari toko pertanian. Yang lebih cepat perputarannya yakni sayur sejenis sosin, pokcoy dan saladah karena yang dipanen daunnya atau sepohon utuh. Sedangkan cabe atau cengek, tomat, dan terong yang dipanen buahnya, hingga bisa beberapa kali panen sampai tidak produktif.

Dengan sistem ngabungbun, petani bisa praktis terbantu pekerjaan pembenihannya. Pembungbun membenihkan bibit sedangkan oetani fikus mengolah lahan dan merawat tanaman.***Sopandi

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pemdes dan Masyarakat Godog Tidak Setuju Jika Bupati Garut Jadikan Makam Santiong Tempat Kuburkan Jenazah Suspect Covid-19

Next Post

Dalam Operasi Yustisi, Pengguna Jalan Tak Pakai Masker Ditegur dan Dihimbau Dengan Cara Humoris

Related Posts

Kapolres Garut Berserta Jajaran Beri Kejutan di HUT ke-81 TNI
deNews

Kapolres Garut Berserta Jajaran Beri Kejutan di HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026
Disnakkan Ciamis Benahi Standar Penyembelihan Hewan
deNews

Disnakkan Ciamis Benahi Standar Penyembelihan Hewan

Senin, 5 Oktober 2026
Sidak Malam, Kanwil Ditjenpas DIY Pastikan Lapas Yogyakarta Aman
deNews

Sidak Malam, Kanwil Ditjenpas DIY Pastikan Lapas Yogyakarta Aman

Senin, 5 Oktober 2026
HUT ke-81 TNI di Ciamis, Pesan Panglima dan Rampak Gendang Meriahkan Acara
deNews

HUT ke-81 TNI di Ciamis, Pesan Panglima dan Rampak Gendang Meriahkan Acara

Senin, 5 Oktober 2026
Delapan Peserta Lolos, Wakili Purwakarta di Seleksi Porprov Jabar Cabang Layangan
deSport

Delapan Peserta Lolos, Wakili Purwakarta di Seleksi Porprov Jabar Cabang Layangan

Minggu, 4 Oktober 2026
Peduli Keluhan Warga, Yana Suwandi Gagas Gotong Royong Swadaya untuk Atasi Genangan di Terminal Malangbong
deNews

Peduli Keluhan Warga, Yana Suwandi Gagas Gotong Royong Swadaya untuk Atasi Genangan di Terminal Malangbong

Minggu, 4 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Siapa Pengelola dan Penerima Manfaat CSR Peternakan Ayam Manggis Senilai 4 Miliar?

Rabu, 6 November 2019

Pertanyakan Potongan TPG 2,5 Persen Untuk Zakat, Disdik Garut Jadi Am(b)ilin?

Selasa, 27 April 2021

KabarDaerah

Jelang Pengukuhan, IWO Kabupaten Sukabumi Tekankan Anggota Produktif Dalam Karya Jurnalistik

Minggu, 6 September 2020

Lantik Pengurus BWI Kabupaten Bandung. Bupati Dukung Penuh Proses Sertifikasi Gratis Tanah Wakaf untuk Masjid

Rabu, 29 Oktober 2025

Pelaku Penggelapan Dana Desa Pangaur Jasinga Bogor, Berhasil di Amankan

Jumat, 26 Mei 2023

Serap Aspirasi, Anggota DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Nasdem Toni Permana Gelar Reses di Pacet

Kamis, 6 November 2025

Polisi Banjiri Bantuan Yang Terus Berdatangan Untuk Korban Gempa Di Cianjur

Sabtu, 26 November 2022

50 Anggota DPRD Purwakarta Dilantik, Berharap Menunjukan Komitmen Pro Rakyat

Selasa, 6 Agustus 2024

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste