CIAMIS, deJurnal,- Ciamis Archery Schooling Club (CASC) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Sundaland Archery Festival 2026 yang berlangsung di Lapangan Tembak Gunung Bohong, Kota Cimahi, pada 4–5 Juli 2026.
Di tengah persaingan ratusan atlet panahan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, kontingen Ciamis berhasil membawa pulang medali emas sekaligus mengamankan tiket menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) yang akan digelar di Malang, Jawa Timur, pada Agustus mendatang.
Sundaland Archery Festival merupakan agenda tahunan Fespati Pengurus Daerah Jawa Barat yang tidak hanya menghadirkan kompetisi panahan tradisional, tetapi juga menjadi ruang pelestarian budaya Nusantara.
Mengusung tema “The Future of Tradition”, festival ini menggabungkan tiga program terintegrasi, yakni Sundaland Archery Tournament, Sundaland Culinary Festival, dan Sundaland Edutainment Zone, sehingga menjadi ajang olahraga, edukasi, budaya, sekaligus wisata keluarga.
Pelatih Ciamis Archery Schooling Club, Coach Nasirin, mengatakan festival tersebut menjadi salah satu ajang paling bergengsi bagi atlet panahan tradisional karena sekaligus menjadi penilaian peringkat (ranking) atlet Fespati Jawa Barat menjelang Kejurnas.
“Sundaland Archery Festival merupakan agenda resmi Fespati Pengda Jawa Barat sekaligus menjadi ajang perangkingan atlet Fespati Jawa Barat sebagai persiapan menghadapi Kejurnas di Malang pada bulan Agustus mendatang,” ujar Nasirin.
Ia menjelaskan, kompetisi diikuti atlet panahan tradisional dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga luar Pulau Jawa seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Kehadiran peserta dari berbagai provinsi membuat persaingan berlangsung semakin kompetitif.
Selama dua hari pelaksanaan, panitia mempertandingkan berbagai kategori usia. Pada hari pertama dipertandingkan kategori U-9 putra-putri, U-12 putra-putri, U-15 putra-putri, Jemparingan Pelajar, dan Jemparingan Dewasa. 
Sementara pada hari kedua digelar pertandingan kategori U-18 putra-putri, Umum putra-putri, hingga kategori Hunting.
Selain menjadi arena kompetisi, festival juga menghadirkan lebih dari 30 tenant kuliner khas Sunda dan Nusantara, berbagai permainan budaya, workshop keluarga, hingga area edukasi dan pengalaman budaya yang ditujukan untuk memperkenalkan panahan tradisional kepada generasi muda.
Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan olahraga tradisional tetap relevan sekaligus menjadi bagian dari pengembangan sport tourism dan pelestarian budaya.
Pada kejuaraan tersebut, Ciamis Archery Schooling Club yang berada di bawah naungan Fespati Pengcab Ciamis mengirimkan 13 atlet.
Mereka terdiri atas enam atlet kategori U-9 putri, satu atlet U-9 putra, satu atlet U-12 putri, satu atlet U-15 putra, dua atlet U-18, dan satu atlet kategori Jemparingan Dewasa putra.
Meski didominasi atlet usia dini, para pemanah muda Ciamis mampu tampil percaya diri dan bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
“Hasilnya cukup membanggakan. Anak-anak mampu bertanding dengan baik dan menunjukkan semangat juang yang luar biasa,” kata Nasirin.
Prestasi tertinggi diraih Arisha Zhafira yang sukses menjadi Juara Umum I kategori U-9 putri sekaligus membawa pulang medali emas.
Berkat hasil tersebut, Arisha juga menempati peringkat pertama Fespati se-Jawa Barat dan berhak memperoleh Golden Ticket menuju Kejurnas Fespati di Malang.
Sementara itu, Atafariz Rhanu Atthar berhasil meraih Juara Umum Harapan I pada kategori U-9 putra. Hasil tersebut menempatkannya di peringkat keempat Fespati se-Jawa Barat sekaligus memastikan dirinya turut mengantongi Golden Ticket untuk tampil pada Kejurnas.
Nasirin menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet panahan tradisional di Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan hasil yang positif.
Menurutnya, keberhasilan para atlet usia dini menjadi modal penting dalam mencetak regenerasi atlet panahan tradisional yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus berlatih lebih disiplin. Target kami bukan hanya lolos ke Kejurnas, tetapi juga mampu membawa pulang prestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Ciamis serta Jawa Barat di tingkat nasional,” pungkasnya. (Nay Sunarti)















