CIAMIS, deJurnal,- Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Pariwisata terus memperkuat aspek keamanan dan keselamatan destinasi wisata dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Mitigasi Bencana bagi pengelola destinasi wisata di Jinju Asia Park, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis. Kamis (21/05/2026)
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari unsur pengelola destinasi wisata, relawan tanggap bencana, hingga unsur siaga kebencanaan di Kabupaten Ciamis.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis Heryan Rusyandi, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BP2D) Kabupaten Ciamis Endang Haria Juandana, unsur Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis, Ketua Pordeka, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis.

Bimtek digelar sebagai langkah meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata, khususnya dalam mengantisipasi potensi kecelakaan maupun risiko bencana di kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, mengatakan sektor pariwisata tidak hanya berbicara mengenai keindahan alam dan daya tarik wisata, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
“Pariwisata bukan hanya tentang keindahan, tetapi pengalaman yang berkesan. Oleh karena itu, pelatihan mitigasi bagi pengelola destinasi wisata menjadi salah satu kunci utama dalam pengembangan destinasi wisata,” ujarnya.
Menurut Heryan, kesiapan pengelola wisata dalam menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting dalam menciptakan standar pelayanan wisata yang baik.
Dengan kemampuan dasar mitigasi, penanganan korban, hingga evakuasi, risiko fatalitas akibat kecelakaan di kawasan wisata dapat diminimalisir.
Sementara itu, Ketua BP2D Kabupaten Ciamis, Endang Haria Juandana, menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan wisatawan kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata daerah.
Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari panorama dan tempat rekreasi yang menarik, tetapi juga memperhatikan kesiapan pengelola wisata dalam menghadapi situasi darurat.
“Keamanan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata modern. Destinasi wisata harus mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan pelayanan yang baik kepada setiap pengunjung,” katanya.
Endang menilai pelatihan mitigasi bencana menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Ia berharap para pengelola wisata di Kabupaten Ciamis memiliki kemampuan dasar dalam penanganan awal ketika terjadi kecelakaan maupun kondisi darurat di kawasan wisata.
“Ketika pengelola wisata memahami prosedur mitigasi dan evakuasi, maka kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata di Ciamis juga akan meningkat. Ini penting untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mitigasi bencana dari BPBD Kabupaten Ciamis yang mencakup penanganan awal korban, prosedur evakuasi, hingga upaya pencegahan kecelakaan di kawasan wisata.
Tidak hanya penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi lapangan berupa praktik pertolongan dan evakuasi kecelakaan wisata.
Simulasi tersebut meliputi teknik penyelamatan lowering hingga water rescue sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Melalui kegiatan itu, para pengelola wisata dan unsur relawan kebencanaan diharapkan memiliki pemahaman serta kompetensi dasar dalam melakukan tindakan awal saat menghadapi kondisi darurat di kawasan destinasi wisata.
“Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu melakukan tindakan awal dalam menangani korban pada kondisi tertentu sehingga risiko kecelakaan di destinasi wisata dapat ditekan,” pungkas Endang. (Nay Sunarti)















