• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Juli 7, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Kerajaan Kandang Wesi Garut Bagian Raja-Raja Nusantara

bydejurnalcom
Jumat, 24 Januari 2020
Reading Time: 2 mins read
ShareTweetSend

Dejurnal.com, Garut – Paguron Syahbandar Kari Madi yang dihebohkan sebagai Kerajaan Kedaton Kandangwesi di Pakenjeng Garut membenarkan tentang penobatan Kerajaan yang menggegerkan Garut. Nurseno SP Utomo sebagai sesepuh Paguron Syahbandar Kari Madi, melalui juru bicaranya Bambang membeberkan kepada dejurnal.com perihal Kerajaan Kedaton Kandang Wesi.

“Perihal adanya Kerajaan Kedaton Kandang Wesi seharusnya tidak jadi polemik jika masyarakat paham dan melek informasi,” ujar Bambang kepada dejurnal.com, Kamis (23/1/2020).

BacaJuga :

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Baca : Ada Kerajaan Kedaton-Kandang Wesi di Pakenjeng Garut

Penobatan itu, lanjutnya, datang dari hasil pertemuan raja-raja se nusantara di Taman Mini Indonesia Indah, kemudian berlanjut dengan pertemuan raja-raja di Sumedang. Jadi tak pernah ada mendirikan kerajaan atau mendeklarasikan diri sebagai seorang raja. Gelar raja yang disandangnya merupakan penghargaan atas jasa mendirikan Padepokan Syahbandar Kari Madi (SKM).

“Itu penobatan yang diberikan komunitas raja-raja se nusantara kepada Paguron Syahbandar Kari Madi yang konsen terhadap sosial budaya kemasyarakatan di Indonesia,” ungkapnya.

Salah satu sertifikat untuk Kerajaan Kandang Wesi dari Negara Malaysia

Penobatan tersebut, lanjutnya, tidak serta merta, namun karena sepak terjang dan track record dari Nurseno SP Utomo sebagai sesepuh Syahbandar Kari Madi dan juga sebagai salah satu pelaku dan ahli dalam bidang metafisika.

“Dari track recordnya ini, Nurseno SP Utomo mendapatkan gelar doctor honoris causa (DR HC),” ungkapnya.

Bambang mengakui bahwa selama ini sosialisasi tentang keberadaan Kerajaan Kedaton Kandang Wesi yang backgroundnya Paguron Syahbandar Kari Madi, sangat kurang.

“Wajar jika kemudian masyarakat berasumsi yang lain-lain,” ucapnya.

Sertifikat pengukuhan Doctor Honoris Causa kepada Nurseno SP Utomo

Padahal, lanjut Bambang, penobatan Kerajaan Kedaton Kandang Wesi dan DR (HC) Nurseno SP Utama diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan bulan September 2019 lalu perwakilan PBB datang ke Keraton untuk pengukuhan tersebut.

“Memang butuh waktu untuk edukasi tentang hal ini ke masyarakat Garut, karena di luar keberadaan Kerajaan Kedaton Kandang Wesi ini tidak menjadi polemik,” tandasnya.

Sebagai juru bicara perwakilan dari Syahbandar Kari Madi dan DR (HC) Nurseno SP Utama, Babang ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa selama belasan tahun Paguron Syahbandar Kari Madi adalah paguron yang memberikan “jurus” aji diri (introfeksi, red) kepada murid-muridnya.

“Murid-murid paguron ini mayoritas orang-orang yang disebut maaf sampah masyarakat,” ujarnya.

Justru dari situlah, Paguron Syahbandar Kari Madi khususnya Nurseno SP Utama mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak, salah satunya gelar Doktor HC.

Beberapa pertemuan Nurseno SP Utomo dengan beberapa petinggi negeri.

“Ada beberapa even Nurseno SP Utama sedang bersama para petinggi negeri ini, dan mungkin memang sudah saatnya hal ini dibuka ke umum,” tandasnya.

Adapun terkait isu yang beredar, menurut Bambang, Paguron Syahbandar Kari Madi menganggap itu sebagai sebuah dinamika.

“Ada saatnya kita nanti mengundang raja-raja nusantara berkumpul di Kabupaten Garut, dan Kerajaan Kedaton Kandang Wesi sebagai tuan rumahnya,” pungkasnya.***Rach

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Pedagang Pasar Induk Cianjur Galau, Ketua K5 Definitif Belum Jelas

Next Post

Jubir SKM : Tak Ada Deklarasi Kerajaan Kandang Wesi, Itu Sebuah Penghargaan Untuk Paguron

Related Posts

Tak Hanya Tambah Titik, Perumdam Tirta Galuh Ubah Desain Kran Air Siap Minum di Alun-alun Lebih Ramah Anak
deNews

Tak Hanya Tambah Titik, Perumdam Tirta Galuh Ubah Desain Kran Air Siap Minum di Alun-alun Lebih Ramah Anak

Selasa, 7 Juli 2026
DPRD Garut Gelar Paripurna Kata Akhir Fraksi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025
deNews

DPRD Garut Gelar Paripurna Kata Akhir Fraksi Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025

Selasa, 7 Juli 2026
Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut  kepada Bupati
deNews

Disdik Garut Fasilitasi Aspirasi Orang Tua Siswa, Usulkan Penambahan Kuota Untuk Beberapa SMPN di Garut kepada Bupati

Senin, 6 Juli 2026
Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan
deNews

Yuk Hijrah! PCNU Ciamis Buka Program Hapus Tato Gratis untuk Laki-laki dan Perempuan

Senin, 6 Juli 2026
Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah
deNews

Wakil Ketua Komite SMPN 1 Garut Dorong Kebijakan Fleksibel SPMB 2026, Minta Semua Anak Tetap Bisa Bersekolah

Senin, 6 Juli 2026
Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo
deNews

Tradisi Tasyakur Merawat Laut, Melestarikan Budaya Adat Pantai Santolo Yang digelar Oleh Nelayan Pantai Santolo

Senin, 6 Juli 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Kolase : Pasir warna merah yang dipenetrasikan dalam pembangunan irigasi Cipalasari menuai perhatian.

Pakai Pasir Warna Merah, Proyek Irigasi Cipalasari Senilai Rp 725 Juta Tuai Perhatian

Jumat, 27 Agustus 2021

Dana CSR Perusahaan Kandang Ayam Manggis Kepada Warga Jamali Belum Signifikan?

Minggu, 3 November 2019

KabarDaerah

Muslub Warga Cihuni Pangatikan Lempar Mosi Tak Percaya Pada Kades

Jumat, 11 Desember 2020

Desa Margamulya Cikajang Diterjang Banjir

Selasa, 12 Mei 2020

Kabupaten Purwakarta Konfirmasi Positif Terus Bertambah, Tembus 47 Orang

Selasa, 22 September 2020

Bantuan Pangan Kembali Disalurkan di 9 Desa Kecamatan Ciparay, KPM Terima 20 Kg Beras Dan 4 Liter Minyak Goreng

Kamis, 4 Desember 2025

Kepala Desa Sukamulya Pagaden, Amar Dilantik Bupati Subang

Selasa, 18 Januari 2022

Akibat Minuman Keras, Tiga Pelaku di Subang Aniaya Korban Hingga Tewas

Minggu, 5 Oktober 2025

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste