CIAMIS, deJurnal,– Pengabdian aparatur sipil negara tidak berhenti saat memasuki masa pensiun. Semangat itu menjadi pesan utama dalam penyerahan uang kadeudeuh kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Ciamis yang memasuki masa purnabakti.
Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Ciamis menyerahkan uang kadeudeuh kepada 327 aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun serta santunan kepada 22 ahli waris anggota Korpri yang meninggal dunia sepanjang periode berjalan. Kegiatan berlangsung di Gedung KH Irfan Hielmy, Islamic Centre Ciamis, Senin (29/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya yang diwakili Asisten Daerah III Setda Ciamis, Drs. Wawan Ruhyat, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun kepada masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk berkontribusi dalam bentuk yang berbeda di tengah masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh ASN yang telah menyelesaikan masa baktinya dengan baik. Semoga tetap sehat, optimistis, dan terus berperan aktif di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan para purnabakti agar tidak larut dalam perubahan status setelah pensiun. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki selama bertugas masih sangat dibutuhkan dalam berbagai organisasi maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Jangan sampai setelah pensiun berhenti berkarya. Tetaplah aktif di organisasi kemasyarakatan, kegiatan sosial maupun keagamaan. Pengalaman selama menjadi ASN merupakan modal berharga yang masih dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menjelaskan bahwa program pemberian kadeudeuh telah menjadi agenda rutin Korpri sebagai bentuk kepedulian terhadap anggotanya.
Pada tahun ini, Korpri menyalurkan uang kadeudeuh sebesar Rp2,5 juta kepada masing-masing 327 ASN purnabakti. Selain itu, santunan sebesar Rp1 juta diberikan kepada 22 ahli waris anggota Korpri yang meninggal dunia, termasuk apabila yang meninggal adalah pasangan sah anggota Korpri sesuai ketentuan yang berlaku.
“Program ini merupakan agenda tahunan Korpri. Besaran santunan untuk ASN yang memasuki masa pensiun tetap Rp2,5 juta per orang, sedangkan santunan kematian sebesar Rp1 juta. Jumlah penerima menyesuaikan dengan jumlah anggota yang pensiun maupun yang meninggal setiap tahunnya,” jelas Erwan.
Ia menerangkan, seluruh dana tersebut berasal dari iuran anggota Korpri yang telah disepakati melalui musyawarah organisasi sejak 2013. Dana yang terkumpul sepenuhnya dikembalikan kepada anggota melalui berbagai program kesejahteraan.
“Prinsipnya dari kita untuk kita. Dana iuran anggota digunakan kembali untuk kepentingan anggota, mulai dari santunan pensiun, santunan kematian, bantuan pendidikan, hingga kini berkembang menjadi program tabungan umrah,” ungkapnya.
Erwan mengungkapkan, program umrah yang dikelola Korpri mendapat sambutan positif. Hingga saat ini tercatat 45 anggota telah diberangkatkan melalui skema tabungan yang ringan tanpa bunga.
Selain sebagai penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antara ASN aktif dengan para purnabakti. Menurut Erwan, momentum itu penting sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya bagi pelayanan publik.
“Sering kali setelah pensiun komunikasi terputus. Melalui kegiatan ini kita kembali bersilaturahmi sekaligus memberikan penghormatan atas pengabdian mereka. Ini bentuk apresiasi Korpri kepada anggotanya,” katanya.
Ia menambahkan, Korpri juga mendorong para pensiunan tetap aktif melalui organisasi purnabakti seperti Persatuan Purnawirawan Indonesia (PPI) maupun organisasi pensiunan lainnya agar tetap produktif dan terhindar dari post power syndrome.
“Pesan Bapak Bupati sangat jelas, jangan hanya berdiam diri di rumah. Tetaplah berkegiatan sesuai kemampuan karena aktivitas positif akan menjaga kesehatan fisik maupun mental para pensiunan,” pungkasnya. (Nay Sunarti)
















