CIAMIS, deJurnal,- Penutupan Turnamen Pickleball bertajuk “Merdeka Bermain, Menang Bersama” di Yard Pickleball Ciamis berlangsung semakin semarak. Selain pertandingan hingga babak akhir, penutupan turnamen juga diwarnai penampilan Galuh Line Dance Ciamis, Minggu (16/8/2026).
Kehadiran Galuh Line Dance bukan tanpa alasan. Sejumlah anggota perempuan yang aktif bermain di Yard Pickleball Ciamis juga merupakan anggota Galuh Lion Dance Ciamis.
Kedekatan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan Owner Yard Pickleball Ciamis, Hj. Desi, mengundang komunitas tersebut untuk ikut memeriahkan penutupan turnamen.
Hubungan yang terjalin antara Hj. Desi dengan para anggota Galuh Line Dance juga membuat kolaborasi tersebut berlangsung secara natural.
Lapangan pickleball menjadi ruang bertemunya dua aktivitas olahraga dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama mengandalkan kebugaran, kedisiplinan, kekompakan dan semangat kebersamaan.
Kedekatan Anggota Jadi Awal Kolaborasi
Instruktur Galuh Line Dance Ciamis, Inne Ernawati, mengatakan pihaknya senang mendapat kesempatan untuk tampil dalam rangkaian penutupan turnamen.
Menurut Inne, keterlibatan Galuh Line Dance juga tidak terlepas dari kedekatan para anggotanya dengan komunitas di Yard Pickleball Ciamis.
“Memang ada beberapa anggota kami yang juga bermain pickleball di sini. Jadi sudah ada kedekatan dengan teman-teman di Yard Pickleball, termasuk dengan Ibu Desi. Kami senang bisa diundang dan ikut memeriahkan kegiatan ini,” ujar Inne.
Ia berharap kehadiran Galuh Line Dance dapat memberikan warna tersendiri bagi penutupan turnamen sekaligus mempererat hubungan antar komunitas olahraga di Kabupaten Ciamis.
“Semoga penampilan kami bisa menambah semarak penutupan turnamen dan ke depan bisa terus berkolaborasi,” katanya.
Galuh Line Dance Punya Sekitar 75 Anggota
Galuh Line Dance Ciamis saat ini memiliki sekitar 75 anggota yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Ciamis.
Dalam latihan maupun penampilan, para anggota dituntut memiliki kekompakan, konsentrasi, ketangkasan, kekuatan fisik dan koordinasi gerakan.
Hal tersebut membuat Universal Line Dance tidak sekadar menjadi pertunjukan, tetapi juga menjadi aktivitas olahraga yang membutuhkan latihan dan disiplin.
Menurut Inne, perkembangan olahraga masyarakat di Ciamis saat ini cukup menggembirakan karena semakin banyak komunitas yang tumbuh dengan karakter dan aktivitas masing-masing.
Pickleball Mulai Diminati Masyarakat
Inne juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan pickleball di Ciamis.
Menurutnya, Yard Pickleball tergolong masih baru karena baru sekitar empat bulan beroperasi. Namun, dalam waktu relatif singkat sudah mampu menggelar turnamen yang mempertemukan peserta dari Ciamis dan Tasikmalaya.
“Selamat dan sukses untuk Yard Pickleball. Usianya masih sangat muda, baru sekitar empat bulan, tetapi sudah bisa mengadakan turnamen. Mudah-mudahan semakin sukses dan cepat dikenal masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pickleball ke depan semakin berkembang dan memiliki pembinaan yang lebih kuat.
“Semoga ke depan pickleball bisa semakin berkembang dan segera masuk KONI sebagai cabang olahraga. Kami siap berkolaborasi,” kata Inne.
Kolaborasi Jadi Kekuatan Olahraga Ciamis
Penampilan Galuh Line Dance pada penutupan turnamen menjadi gambaran bahwa perkembangan olahraga masyarakat dapat dibangun melalui kebersamaan.
Kedekatan personal antar anggota komunitas menjadi salah satu pintu masuk terjalinnya kolaborasi. Dari hubungan tersebut kemudian lahir kegiatan bersama yang memberikan ruang bagi masing-masing komunitas untuk tampil dan berkembang.
Bagi Yard Pickleball, kehadiran Galuh Line Dance menjadi bagian dari kemeriahan penutupan turnamen.
Sementara bagi Galuh Line Dance, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan Universal Line Dance sekaligus memperluas jejaring dengan komunitas olahraga lainnya.
Ke depan, sinergi antar komunitas diharapkan terus tumbuh sehingga olahraga masyarakat di Kabupaten Ciamis tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dari lapangan pickleball yang baru berusia sekitar empat bulan, semangat olahraga masyarakat Ciamis terus berkembang.
Bukan hanya melalui pertandingan, tetapi juga melalui pertemanan, komunitas dan kolaborasi yang mempertemukan banyak orang dalam satu semangat: bergerak, sehat dan tumbuh bersama. (Nay Sunarti)
















