Dejurnal.com, CIAMIS — Pesan untuk tetap tenang, menjaga persaudaraan, dan tidak kehilangan semangat menjadi benang merah Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis di Doi Cafe, Kecamatan Cijeungjing, Kamis (17/9/2026).
Mengusung tema “Sing Tenang, Kita Semua Bersaudara”, Rakerkab menjadi forum konsolidasi sekaligus pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi perangkat desa dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengapresiasi pelaksanaan Rakerkab tersebut. Ia menilai perangkat desa memiliki peran penting karena menjadi bagian pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Karena itu, bupati meminta seluruh perangkat desa menjaga integritas dan kedisiplinan serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Saya berharap bapak ibu selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan penuh disiplin. Utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan,” ujarnya.
APBD Tertekan, Semangat Pelayanan Jangan Surut
Bupati Herdiat tidak menampik kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan bagi pemerintah, termasuk dalam menjalankan pembangunan di tingkat desa.
Ia menyebut APBD Kabupaten Ciamis 2026 masih mengalami defisit sekitar Rp150 miliar. Di saat yang sama, pemerintah daerah harus menghadapi kebijakan efisiensi serta berkurangnya transfer ke daerah.
Menurut bupati, efisiensi pada tahun ini mencapai sekitar Rp174 miliar. Kondisi tersebut membuat ruang pemerintah untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan menjadi semakin terbatas.
Belanja pegawai juga menjadi salah satu komponen besar dalam struktur APBD, dengan porsinya kini berada di atas 52 persen. Herdiat menegaskan kondisi tersebut bukan berarti kesejahteraan ASN meningkat.
Bahkan, terdapat penyesuaian tunjangan sebagai bagian dari efisiensi anggaran.
Meski demikian, ia mengaku tetap melihat sisi positif dari kondisi tersebut. Menurutnya, berbagai capaian Ciamis tidak semata-mata ditopang kemampuan anggaran, tetapi juga partisipasi masyarakat dan kuatnya budaya gotong royong.
Ia pun meminta semangat masyarakat tersebut menjadi energi bagi perangkat desa dalam menjalankan tugas.
“Masyarakat saja bersemangat, masa kita tidak semangat. Saya berharap perangkat desa lebih semangat lagi,” katanya.
Potensi Desa Jangan Dibiarkan
Di tengah keterbatasan fiskal, bupati mendorong pemerintah desa memperkuat kemandirian dengan mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah masing-masing.
Kepala desa dan perangkat desa, kata dia, perlu lebih jeli melihat potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, hubungan antara kepala desa, perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus tetap harmonis.
Bupati Herdiat menekankan, penyelenggaraan pemerintahan desa membutuhkan kerja bersama. Tidak ada satu unsur yang dapat berjalan sendiri tanpa dukungan unsur lainnya.
“Kepala desa tidak bisa jalan sendiri tanpa perangkat desa dan BPD. Harus betul-betul terjaga harmonisasi, dengan niat yang sama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
40 Desa Bersiap Hadapi Pilkades Digital
Pesan lain yang disampaikan bupati berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Tahun ini, sebanyak 40 desa di Kabupaten Ciamis dijadwalkan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut.bupati Pelaksanaan Pilkades 2026 juga menjadi catatan baru karena Ciamis akan menerapkan sistem digital dalam proses pemungutan suara
Bupati Herdiat meminta perangkat desa mengambil bagian dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai mekanisme tersebut.
Sosialisasi dinilai penting karena tingkat pemahaman masyarakat terhadap teknologi berbeda-beda. Bahkan, masih terdapat warga yang belum terbiasa menggunakan perangkat digital.
“Tidak semua masyarakat mengerti. Bapak ibu harus lebih banyak sosialisasi dan menerangkan bagaimana mekanisme pencoblosan Pilkades menggunakan digital,” katanya.
Kemarau Jadi Perhatian
Bupati Herdiat juga mengingatkan perangkat desa untuk ikut mengedukasi masyarakat menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung sekitar empat bulan.
Sejumlah wilayah mulai mengalami kesulitan air bersih sehingga pemerintah daerah melakukan pendistribusian air kepada masyarakat yang membutuhkan.
Perangkat desa diminta membantu mengingatkan warga agar menggunakan air secara hemat dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah maupun lahan.
Bupati Herdiat juga meminta perangkat desa memberi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di kantor pemerintahan desa.
PPDI Siapkan Rumusan untuk Perangkat Desa
Ketua PPDI Kabupaten Ciamis Akhmad Himawan mengatakan Rakerkab merupakan agenda organisasi yang sekaligus menjadi ruang untuk mengevaluasi dan merumuskan langkah PPDI ke depan.
Menurutnya, perangkat desa menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah efisiensi anggaran dan pelaksanaan berbagai program strategis nasional.
“Di zaman efisiensi dan program strategis nasional, tantangan kerja PPDI tentu semakin berat,” ujarnya.
Karena itu, Rakerkab diharapkan menghasilkan gagasan yang tidak berhenti pada keputusan organisasi, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggota.
PPDI juga mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, terutama dalam menggerakkan ekonomi desa dan pembinaan UMKM.
Mas Ahim menilai perangkat desa membutuhkan dukungan lintas elemen agar pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Perangkat desa hari ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus didukung dan bersinergi dengan lintas elemen,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk bertukar gagasan secara konstruktif dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat.

Sementara itu, suasana Rakerkab tidak hanya diisi pembahasan organisasi. Panitia juga menghadirkan Voice the Voice perangkat desa berupa lomba menyanyi sebagai ruang hiburan sekaligus mempererat kebersamaan para peserta.
Tema “Sing Tenang, Kita Semua Bersaudara” pun tidak sekadar menjadi slogan kegiatan, tetapi menjadi pesan untuk menjaga soliditas perangkat desa dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan masyarakat. (Nay Sunarti)


















