Jumat, 19 Juli 2024
BerandadeNewsManajemen LNB Diduga Intimidasi Karyawan Untuk PHK Tanpa Pesangon

Manajemen LNB Diduga Intimidasi Karyawan Untuk PHK Tanpa Pesangon

Dejurnal.com, Kab. Sukabumi – Manajemen perusahaan LNB dianggap melakukan pola intimidasi dan destruktif kepada karyawannya untuk menghasilkan poin yang diinginkan, dengan tujuan terlahirnya bentuk sebuan pengakuan.

Hal itu diutarakan seorang karyawan bernama EP kepada dejurnal.com yang mengaku mendapatkan intimidasi oleh pihak manajemen di dalam luang lingkup staf perusahaan untuk mengakui tindakan pencurian barang di perusahan tersebut.

Menurut EP, dirinya dipanggil pihak manajemen perusahaan dimana dirinya bekerja terkait hilangnya kancing senep sebanyak 25.000 vic atau 5 kantong.

“Saya dipanggil pihak manageman perusahan terkait hal itu, dan disuruh membuat surat pernyataan,” ujarnya.

Ep mengaku telah diintimidasi dan dipaksa oleh beberapa orang yang diketahui pejabat perusahan tersebut untuk membuat surat pernyataan bahwa dirinya mengakui kesalahan pencurian terkait hilangnya barang.

Pihak perusahaan LNB yang dikonfirmasi dejurnal.com memberikan jawaban bahwa kejadian yang terkait Ep sudah berlalu sekitar bulan November lalu.

Namun ketika ditanya bukti-bukti kongkrit yang mengarah kepada tuduhan yang disangkakan dan pengakuan EP dalam surat pernyataan, pihak perusahaan tidak mampu memberikan bukti apapun.

Menurut salah satu karyawan di perusahaan, sistem keamanan perusahaan LNB sangatlah ketat.

“Namun sayang, ketatnya sistem itu hanya berlaku kepada sekelas karyawan saja sementara bagi petinggi perusahan ada beberapa orang yang lolos dari pemeriksaan security,” ungkapnya.

Dengan sistem yang seperti ini telah terjadi pengeculian terhadap beberapa orang yang diduga staf perusahaan.

Ep berharap jika ingin mengedepankan sistem yang sudah berjalan sebagaimana mestinya tentu semua orang yang berada di wilayah perusahaan harus diperiksa oleh security.

“Security punya peran penting dalam hal ini dan bertanggung jawab atas keluar masuknya barang/orang/kendaraan yang punya kepentingan di teritorial perusahaan tersebut agar sisi managerial perusahan tetap terjaga dan meminimalisir kerugian kehilangan barang,” ujarnya.

Terkait hal tersebut butuh perbaikan sistem jika memang ke timpangan ini terjadi demi terciptanya kondusifitas baik di sisi pekerja juga perusahaan, hal tersebut semoga akan jadi perbaikan ke depan untuk bisa saling sinerginya antara semua pihak yang terkait di dalam lingkungan perusahaan.

“Jangan sampai pola intimidasi seperti ini dipakai alat agar karyawan tak betah dan perusahaan bebas dari memPHK tanpa pesangon,” pungkasnya.***TimSbm

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI