• Garut
  • Karawang
  • Purwakarta
  • Bandung
  • Ciamis
  • Cianjur
  • Subang
  • Sukabumi
  • indramayu
No Result
View All Result
  • Login
deJurnal.com
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel
No Result
View All Result
deJurnal.com
No Result
View All Result

in deNews

Warga Pasang Spanduk Protes Jalan Desa Cikondang Baru Dibangun Sudah Rusak, Sindir Bupati Garut?

bydejurnalcom
Selasa, 6 April 2021
Reading Time: 3 mins read
Warga Pasang Spanduk Protes Jalan Desa Cikondang Baru Dibangun Sudah Rusak, Sindir Bupati Garut?
ShareTweetSend
Dejurnal.com, Garut – Warga masyarakat Desa Cikondang Kecamatan Cisompet protes keras dan merasa dirugikan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab dalam hal pembangunan jalan. Pasalnya, pembangunan jalan Desa Cikondang yang belum lama ini dibangun sudah rusak lagi. Salah satu tokoh pemuda Desa Cikondang, Aceng Ahmad, membenarkan bahwa di daerahnya ada pembangunan jalan yang dalam pengerjaannya diduga tidak dilaksanakan dengan baik.

“Ya, di desa saya ada pembangunan jalan yang pengerjaannya tidak baik, karena baru dibangun selama 3 bulan, pembangunan jalan tersebut telah kembali rusak dan membuat kendaraan yang melaluinya bersusah payah,” ungkap Aceng Ahmad.

Ia pun mengaku bingung harus mengadu kepada siapa. “Saya berterimakasih kepada bapak bupati Garut telah berniat dan punya itikad baik untuk membuka akses ke desa kami. Tapi tolong berikan kami yang terbaik, jangan hambur-hamburkan uang rakyat tetapi hasilnya tidak baik,” imbuhnya.

Jalan Desa Cikondang Cisompet yang baru dibangun namun sudah rusak lagi sehingga diprotes warga.


Terkait adanya spanduk yang dipasang yang mengatasnamakan warga desa Cikondang di sekitaran Jalan Patriot komplek kantor Pemda Garut, Aceng menyebutnya sebagai bentuk protes, yang mudah-mudahan dapat dibaca oleh Bupati Garut.

BacaJuga :

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

Penantian Petani Penderawey Akhirnya Terjawab, Rehabilitasi Irigasi Ciheulang Mulai Direalisasikan

Kepala Kantor ATR/BPN KBB: Pelayanan Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat

“Karena kita tidak tahu harus mengadu kemana dan tak tahu caranya menyampaikan hal ini langsung ke Pak Bupati, maka kita pasang spanduk ini sebagai bentuk protes,” singkat Aceng Ahmad.

Salah satu aktivis Garut, Rawing Rantik menanggapi adanya protes warga Desa Cikondang terkait pembangunan menunjukan bahwa manajemen perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan di Kabupaten Garut kurang baik.

“Inilah akibatnya jika pengelolaan pembangunan dibuat asal-asalan, ya seperti ini, amburadul, kasus-kasus yang seperti ini harus diusut tuntas, dari mulai oknum pejabat pemda sampai oknum pengusahanya. Karena jelas-jelas merugikan keuangan negara dan muaranya ke masyarakat Garut sendiri,” ujarnya.

Rawing juga menilai, dengan mencuatnya kasus-kasus pembangunan yang tidak selesai, mengindikasikan bahwa pengelolaan manajemen aparatur pun tidak baik.

“Sekarang ini banyak pembangunan yang, bahkan beberapa PPK kegiatan program proyek harus berurusan dengan penegak hukum. Saya menilai, hal ini seiring dengan perilaku oknum pejabat pemda yang tak bertanggung jawab,” terangnya.

Lanjut Rawing, kemarin dirinya baca di media, menurut statemen Pak Bupati Rudy Gunawan katanya Pejabat Pembuat Komitme (PPK) ramai-ramai mengundurkan diri, berarti ada yang salah didalam pemda itu. “Sebetulnya saya mau bertanya, ada apa dengan Pemda Garut ini.?” ujarnya dengan nada tanya.

Rawink juga menyikapi kinerja DPRD Kabupaten Garut yang dalam hal ini mempunyai fungsi pengawasan kebijakan Pemda.

“Ini juga nih DPRD Kabupaten Garut gak kedengaran suaranya dalam pengawasan kebijakan pemda, kemana aja, ayo DPRD Garut bertindak dong jangan diam aja, jangan sampai dipersepsikan DPRD melakukan pembiaran dengan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah untuk dimintai klarifikasi adanya kegiatan proyek pembangunan jalan yang dinilai tak baik di desanya, Kades Cikondang menjelaskan, sebetulnya pengerjaan pembangunan jalan sudah selesai.

Namun, kebetulan jalan utama lagi pengecoran, jalan kampung Negla-Darmaga dipakai jalan alternatif untuk angkutan bahan material ke jalan Cipageran pakai armada dump truk.

Kades juga beralasan jalan yang dibangun tersebut yang berhubungan dengan tonase kendaraan yang melewati jalan tersebut tidak sebanding, selain dengan adanya hujan yang mengguyur daerah itu.

“Kebetulan waktu itu lagi sering turun hujan, mungkin tonase kendaraan yang bawa material pasir dan split (batu) tidak sebanding dengan kondisi jalan,” jelas Kades.***Red

Ikuti Whatsapp Channel deJurnalcom
Previous Post

Mendadak, Kapolda Jatim Sambangi Ponorogo

Next Post

Temui Petani Ponorogo, Gubernur Khofifah Jelaskan Jatim Tak Perlu Beras Impor

Related Posts

Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa
deEdukasi

Polisi Cek Kondisi Sungai Cilamaya, Antisipasi Dampak Air Berwarna Hitam dan Berbusa

Selasa, 6 Oktober 2026
64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam
deNews

64 SD di Ciamis Masuk Program Revitalisasi, Progres Beragam

Selasa, 6 Oktober 2026
DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026
Parlementaria

DPRD Purwakarta Siap Fasilitasi Muscab Pertuni, Digelar 14 November 2026

Selasa, 6 Oktober 2026
Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara
deNews

Lomba Batik Mia-Prameswari di SMAN 1 Panawangan Lahirkan Tiga Motif Juara

Selasa, 6 Oktober 2026
Penantian Petani Penderawey Akhirnya Terjawab, Rehabilitasi Irigasi Ciheulang Mulai Direalisasikan
deHumaniti

Penantian Petani Penderawey Akhirnya Terjawab, Rehabilitasi Irigasi Ciheulang Mulai Direalisasikan

Selasa, 6 Oktober 2026
Kepala Kantor ATR/BPN KBB: Pelayanan Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat
deNews

Kepala Kantor ATR/BPN KBB: Pelayanan Cepat Kunci Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026

ADVERTISEMENT

DeepReport

Resonansi : Tak Ada Pemotongan TPG, Betapa Bahagianya Para Guru

Kamis, 1 Juli 2021
Andrianto (kiri) saat bersama Siti Mamduhah, Ketua DKKG Kang Jiwan dan salah satu legislator Garut Syamsudin saat berziarah ke makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong, bebebrapa waktu lalu.

Kini, Makam Raden Tumenggung Ardikusumah di Astana Kalong Garut Banyak Diziarahi Tokoh Masyarakat

Sabtu, 22 Juli 2023

KabarDaerah

Samakan Persepsi Pembangunan Ketua DPD Partai Nasdem Dan Bupati Purwakarta Anjang sono

Kamis, 24 September 2020

Kasus Pencabulan Bocah Lima Tahun, Kepala DPPKBPPA Kabupaten Garut Sampaikan Progres Penanganan Korban

Sabtu, 12 April 2025

Ayo Awasi Kualitas Rekonstruksi Jalan-Jalan Perkotaan Garut, Ini Daftarnya

Senin, 28 Maret 2022

Jelang Idul Adha 1446 H, Disnakan Ciamis Siapkan Tim Khusus dan Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban Sesuai Syari’at

Rabu, 7 Mei 2025

ACT Garut : Prioritas Kebutuhan Korban Banjir Bandang, Pangan dan Air Bersih

Kamis, 2 Desember 2021

Tiga Hari Jelang Pilkades, Bupati Bandung Targetkan Realisasi Vaksinasi di 24 Kecamatan Capai 60%

Selasa, 12 Oktober 2021

deJurnal.com

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Patut Dibaca dan Perlu

  • dePrint
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Karir dan Peraturan Perusahaan Pers
  • Pasang Iklan

Ikuti

No Result
View All Result
  • Beranda
  • deNews
  • dePraja
  • dePolitik
  • deEdukasi
  • deBisnis
  • deHumaniti
  • GerbangDesa
  • dejurnal channel

© 2025 dejurnal.com. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Tidak diperkenankan copy paste