Kamis, 25 Juli 2024
BerandadeNewsPolsek Bojonggenteng Adakan Sosialisasi Jelang Penerapan PPKM Darurat

Polsek Bojonggenteng Adakan Sosialisasi Jelang Penerapan PPKM Darurat

Dejurnal.com, Garut – Personel Polsek Bojonggenteng yang dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Bripka Amirudin, mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya menjelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Sasaran yang dituju saat ini adalah para pedagang Kios, Kaki lima, pedagang dan pengunjung pasar yang berada di wilayah kecamatan Bojong genteng Kabupaten Sukabumi, Jum’at (02/07/2021).

“Adapun untuk kegiatan hari ini adalah sosialisasi pemberlakuan penerapan PPKM Darurat yang mulai diberlakukan terhitung besok tanggal 03 Juli – 20 Juli 2021,“ jelas Bripka Amir

Sosialisasi perlu dilakukan mengingat sejumlah aturan dalam PPKM Darurat jauh lebih ketat dibandingkan aturan-aturan yang pernah dikeluarkan, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang pernah di berlakukan sebelumnya.

Masyarakat setempat selalu diingatkan untuk berperan aktif mencegah penyebaran Covid 19 dengan disiplin jalankan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker bila keluar rumah serta bagi masyarakat harus sudah di vaksin terutama para pedagang apabila akan melakukan aktivitas berdagang nya harus bisa menunjukkan bukti sertifikat atau kartu sudah melaksanakan Vaksin.

“Dan untuk sasaran kegiatan kali ini diantaranya, Mall, Pasar, pertokoan, tempat Pariwisata, tempat ibadah serta sarana olah Raga dan Khusus Bagi para pedagang yang ada di pasar Bojonggenteng yang ingin tetap menjalankan usahanya harus sudah bisa menunjukkan sertifikat atau kartu bahwa mereka sudah melakukan vaksin,” tandasnya

Yang mana isi dari Beberapa aturan yang akan diterapkan dalam PPKM Darurat, yaitu:

  1. Perkantoran 100 persen bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) untuk sektor non-esensial;
  2. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau daring;
  3. Sektor esensial seperti keuangan, perbankan, perhotelan nonkarantina, dan komunikasi, maksimum Work from Office (WFO) sebanyak 50 persen dengan protokol kesehatan. Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik, industri makanan dan minuman dan penunjang, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, listrik dan air diperbolehkan 100 persen maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan ketat;
  4. Pusat perbelanjaan atau mal ditutup;
  5. Supermarket, pasar tradisional, toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari menerima pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas tempat, dan beroperasi hingga pukul 20.00 WIB;
  6. Apotek atau toko obat bisa buka 24 jam;
  7. Restoran tidak diizinkan menyediakan fasilitas makan di tempat, untuk layanan pesan antar beroperasi hingga pukul 20.00 WIB;
  8. Konstruksi beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan;
  9. Tempat ibadah ditutup sementara:
  10. Fasilitas umum ditutup sementara;
  11. Kegiatan seni dan budaya ditutup sementara;
  12. Transportasi umum kapasitas maksimal 70 persen;
  13. Resepsi pernikahan maksimal dihadiri 30 orang, dan tidak ada makan di tempat resepsi atau dibawa pulang;
  14. Pelaku perjalanan (pesawat dan kereta api) harus menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis ke-1) atau bukti PCR maksimal H-2 untuk pesawat, antigen maksimal H-1 untuk moda transportasi jarak jauh lainnya.***Aldy

Anda bisa mengakses berita di Google News

Baca Juga

JANGAN LEWATKAN

TERPOPULER

TERKINI